
Lei Yun Ting melihat kesempatan untuk membunuh Gu Heng, segera dia melesat dan mengayunkan Pedangnya. Aura dingin yang kuat membentuk sebuah Pedang Es dan melesat kearah Gu Heng.
Gu Heng melihat hal ini dan mengeratkan giginya dengan marah, segera dia menggunakan Tombaknya untuk menahan serangan dari Lei Yun Ting.
Pedang Es itu hancur namun Aura dingin yang mengerikan sedikit melukai tubuh Gu Heng, setelah terdorong mundur oleh Jiwa Burung Hijau milik Xiao Yuan hal ini sedikit melukai Kekuatan Jiwanya dan membuatnya tidak fokus.
Xiao Yuan sendiri juga merasakan reborn karena Jiwa Burung Hijau dipaksa mundur oleh Gu Heng dengan serangan yang mengerikan. Namun dia tetap sadar dan memikirkan rencana untuk mengalahkan Gu Heng.
(Yun Ting... tolong tahan dia selama satu setengah menit, aku bisa melukainya dengan keras dan setelah itu kau habisi dia dalam satu kali gerakan.) Xiao Yuan mengirimkan pesan kesadaran Ilahi kepada Lei Yun Ting.
Lei Yun Ting mengangguk dan setuju dengan perkataan Xiao Yuan, mereka tidak bisa menang dengan cara yang kasar. Sekarang dia akan mengikuti rencana Xiao Yuan dan tugasnya hanya perlu mengulur sedikit waktu.
"Senior... ini tidak akan berakhir dengan mudah, kami tidak menginginkan Bunga Kesadaran Ilahi dan tidak bisakah Senior melepaskan kami !" Lei Yun Ting sedikit membuat Gu Heng sibuk.
"Aku mengakui bahwa membunuh kalian adalah hal yang sulit, tapi percuma saja... Orang Tua ini akan tetap membunuh kalian. Tidak ada gunanya berbicara lebih banyak !" Gu Heng sedikit tidak senang dengan hal ini.
Memalukan baginya bahwa dia terluka oleh Kultivator Tingkat Langit, Gu Heng sudah berada di Tingkat Penciptaan dan jika hal ini tersebar maka wajahnya akan jatuh untuk dipermalukan.
__ADS_1
Gu Heng menstabilkan dirinya dan Tombak ditangannya mulai berdengung. Lei Yun Ting menjadi sedikit gelisah karena rencananya untuk menahan Gu Heng dalam pembicaraan gagal, sekarang dia hanya bisa melakukan pertarungan dan mencoba menahan Gu Heng.
Aura dingin Lei Yun Ting menyebar dan Pedang ditangannya mulai berdengung, Lei Yun Ting mengerahkan ujung Pedang kearah Gu Heng dan menyuntikan Qi miliknya dalam jumlah yang besar.
Cahaya Pedang keluar dari Ujung Pedang milik Lei Yun Ting dan Aura dingin yang ekstrem membuat setiap jalur lintasan Cahaya Pedang membeku.
Lei Yun Ting memiliki tubuh Giok Es dan kekuatanya saat ini berada di Tingkat Langit Lapisan ketiga, kali ini serangannya jauh lebih kuat dari sebelumnya dan Lei Yun Ting sama sekali tidak menahan diri.
Gu Heng mengerutkan keningnya dan merasakan sedikit kengerian dari Cahaya Pedang Lei Yun Ting, Tombak ditangannya mulai berdengung dan sebuah Ular besar keluar dari ujung Tombak dan menyapa Cahaya Pedang milik Xiao Ting.
*Boom.*
Lei Yun Ting tidak jauh berbeda namun dia memiliki Artifat Armor Tingkat Penciptaan ditubuhnya, jadi dia tidak memiliki luka apapun namun Sumber Qi miliknya terkuras cukup banyak.
"Sepertinya ini adalah kemenanganku !" Gu Heng berkata dengan percaya diri dan Niat Membunuh terlihat jelas dimatanya.
*Ngung.*
__ADS_1
Udara ditempat itu sedikit berubah dan Gu Heng sedikit terkejut dengan hal ini, Xiao Yuan yang sejak awal hanya diam sekarang mulai berdiri dan Auranya bahkan terlihat sangat mengerikan.
"Kau terlalu percaya diri dengan kekuatanmu yang sampah itu, sekarang aku akan membunuhmu jadi bersiaplah !" Xiao Yuan mencibir Gu Heng dengan jijik.
Tato dipunggung tangannya mulai berdengung dan Petir Emas mulai terlihat diseluruh tubuhnya, dia sengaja meminta Lei Yun Ting untuk mengulur waktu dan berniat menggunakan Kartu As miliknya untuk membunuh Gu Heng.
Hampir semua Qi miliknya dituangkan kedalam Tato dipunggung tangannya dan untuk membunuh Gu Heng maka dia tidak boleh bertarung dengan setengah-setengah.
Xiao Yuan bergerak dengan cepat dan Gu Heng mengayunkan Tombaknya, namun reflek yang dimiliki Xiao Yuan sangatlah cepat. Dengan rangsangan dari Petir Emas, entah itu kecepatan ataupun kekuatannya meningkat dengan tajam dan bukanlah hal yang sulit untuk menghindarinya.
"Tinju Raja !" Xiao Yuan berdiri didepan Gu Heng dan Aura yang kuat melonjak dengan gila.
Xiao Yuan meninju perut Gu Heng dan Cahaya Putih meledak didalam tubuh Gu Heng, tubuhnya terseret hingga menabrak dinding Gua dengan keras dan membuatnya hancur menjadi genangan darah.
Gua itu mulai berguncang hebat dan efek dari Tinju Raja sangatlah kuat, Xiao Yuan berlutut ditanah dan nafasnya mulai terengah-engah. Sumber Qi miliknya benar-benar terkuras habis, namun dia cukup senang karena berhasil membunuh Gu Heng.
Segera dia memakan beberapa Pil Roh dan mulai memulihkan dirinya, Lei Yun Ting juga melakukan hal yang sama dan merasa sangat lega didalam hatinya.
__ADS_1
Tinju Raja milik Xiao Yuan sangat mengerikan dan bahkan dapat membunuh Gu Heng yang berada di Tingkat Penciptaan Lapisan pertama, namun efeknya sangat berbahaya dan sepertinya Xiao Yuan bertaruh pada hidupnya sendiri.
Jika Gu Heng dapat bertahan dari Tinju Raja milik Xiao Yuan maka dapat dipastikan kalau mereka berdua akan mati karena kehabisan tenaga, tapi sayangnya takdir berkata lain dan Gu Heng hanya bisa menyalahkan dirinya karena terlalu serakah.