
Jia Shie membuka matanya sangat lebar dan dapat merasakan penindasan yang kuat dari Jiwanya. Phoenix Es meraung keatas langit dan Aura dingin yang sangat dahsyat menyebar, bahkan penghalang yang dibuat Jia Shie hampir hancur.
Semua penonton berdiri dan tidak menyangka kalau mereka akan melihat kejutan yang besar, bahkan Kaisar Api Chao Yan mengguncang tubuhnya dan tidak menyangka kalau akan melihat hal yang mengerikan diantara Generasi baru.
Phoenix Es itu seperti memiliki kesadarannya sendiri dan menatap kebawah dengan sangat sombong. Seolah dia melihat sekumpulan Semut yang sama sekali tidak ada artinya.
Feng Lei merasakan darahnya mendidih dan kakinya mulai lemas, tanpa sadar dia berlutut ditanah dan kekuatannya hilang sepenuhnya.
"Bentuk Jiwa Phoenix !" Kata Feng Lei dengan keringat dingin yang bercucuran.
Guan Zhi dan yang lainya hanya bisa menelan ludah mereka dan melihat kearah Xiao Yuan, dia memiliki Istri yang merupakan seorang Phoenix. Bahkan jika dia berasal dari Ras Manusia pencapaiannya dimasa depan akan dapat disetarakan dengan Bintang Suci yang sebenarnya.
Setelah melihat hal menakjubkan ini mustahil untuk menang dalam Perang Virtual karena keberadaan Lei Yun Ting. Walaupun mereka kuat tapi masih tetap mustahil untuk bersaing dengan Jiwa Binatang Suci yang sebenarnya.
Lei Yun Ting menatap Feng Lei dengan kemarahan dan berkata, "Katakan sekali lagi apa yang baru saja kau katakan. Bukankah kau sangat ingin menyiksaku dan mempermalukan Suamiku didepan umum."
__ADS_1
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Feng Lei merasakan apa itu yang disebut ketakutan yang sebenarnya. Sekarang dia sudah seperti orang lumpuh yang tidak dapat berdiri dengan benar didepan Lei Yun Ting.
Sejak awal Lei Yun Ting memang tidak berniat untuk bersungguh-sungguh untuk bertarung dengannya. Jika dia mengeluarkan Jiwa Phoenix Es lebih awal maka Feng Lei mungkin akan langsung menyerah dan lari, rasa penindasan yang dia rasakan bukanlah sebuah kebetulan dan semua ini karena Lei Yun Ting memiliki Jiwa Burung Phoenix Es.
"Kau berpikir dengan memiliki darah Qilin yang mengalir ditubuhmu kau sudah menjadi yang sangat hebat. Tapi sayang sekali... kau bahkan bukan lawan untukku, bahkan jika kau dibandingkan dengan Suamiku.... wujudmu ini tidak ada artinya sama sekali !" Kata Lei Yun Ting dengan Aura Membunuh yang besar.
Phoenix Es mengepakkan sayapnya dan Aura dingin menciptakan badai yang menghancurkan area disekitarnya. Semua Ras Monster yang menonton ini sangat iri dengan Feng Lei, dia dapat merasakan keagungan langsung dari Phoenix yang legendaris.
Untungnya ini hanya sebuah Perang Virtual dan dia masih akan tetap hidup walaupun kalah, tapi ketakutan didalam hatinya akan sulit untuk ditangani setelah melihat kemampuan ini.
"Mati." Phoenix Es membuka mulutnya dan Api berwarna putih menyembur dari mulutnya.
Feng Lei meraung kesakitan dan tubuhnya hancur menjadi abu. Kemenangan ini adalah milik Lei Yun Ting dan Feng Lei dikirim kembali ketempatnya.
Phoenix Es kembali kedalam tubuh Lei Yun Ting dan dia menghela nafas panjang. Wajah semua orang menjadi sangat pucat namun Lei Yun Ting hanya tersenyum kearah Xiao Yuan dan memberitahu bahwa kondisinya baik-baik saja.
__ADS_1
Dirinya cukup senang karena Xiao Yuan marah untuknya, tapi Feng Lei memang bukan lawannya sejak awal dan tidak ada yang perlu ditakutkan sama sekali.
Jia Shie menggelengkan kepalanya dan mungkin apa yang dikatakan Chao Yan adalah benar, dia harus berbicara dengan Xiao Yuan dan namun dia harus segera mengakhiri Perang Virtual.
"Lima orang sudah berhasil lolos dan kerena penampilan yang ditunjukan Lei Yun Ting secara otomatis dia akan masuk ketiga besar tanpa bertarung."
Jia Shie melanjutkan, "Xiao Yuan akan bertarung dengan Dai Zhen, sedangkan Guan Shi akan bertarung dengan Qing Gang. Silahkan masuk kearena untuk kedua orang ini !"
Xiao Yuan dan Dai Zhen melompat ketengah, mereka berdua saling berhadapan dan Aura Dai Zhen sama sekali tidak menunjukan niat permusuhan.
Dai Zhen mengepalkan tinjunya dan berkata, "Dengan segala hormat sebelum kita bertarung bisakah aku menyampaikan pesan dari Masterku untuk Tuan Xiao ?"
"Bicaralah !" Xiao Yuan sedikit penasaran dengan pesan ini.
"Jika memungkinkan bisakah Tuan Xiao untuk mampir ke Tanah Suci Buddhis. Master hanya ingin membicarakan sesuatu yang penting dan tidak ada niat permusuhan, kami bisa bersumpah kalau ini hanya sebuah pembicaraan mengenai masa depan Wilayah Leluhur." Kata Dai Zhen dengan jujur.
__ADS_1
"Aku akan memikirkannya terlebih dahulu." Kata Xiao Yuan dengan santai.
Dai Zhen mengangguk dan bersiap untuk memulai pertarungan.