KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 46 - Final


__ADS_3

"Tunggu sebentar !" Teriak seseorang dengan keras dan orang itu adalah Dan Qing.


"Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan ?" Kata Jiwa itu dengan dingin.


"Mohon Senior untuk tidak marah dengan perkataan Junior ini, pada saat itu saya sudah masuk keempat besar. Bukankah seharusnya saya masih memiliki pertarungan dengan Zie Yun untuk memperebutkan juara ketiga !" Dan Qing berkata dengan sopan dan berharap dirinya dapat bertarung untuk memperebutkan posisi ketiga.


Lagi pula dia juga menginginkan hadiah yang didapatkan Juara ketiga, hal ini jauh lebih baik dari pada harus kembali dengan tangan kosong.


"Jadi kau menginginkan pertarungan ulang dengan Gadis itu ?" Tanya Jiwa itu dengan tegas.


"Benar sekali." Jawab Dan Qing dengan percaya diri.


Semua orang sedikit tidak senang dengan hal ini bahkan Zie Yun sendiri merasa jijik dengan sikap Dan Qing.


"Sejak awal kau memang memiliki kelayakan untuk mendapatkan gelar juara, tapi sepertinya kau terlalu bodoh sebagai Kultivator. Kau terlalu percaya diri dengan kekuatanmu dan berakhir dengan kekalahan yang menyedihkan, sebagai seorang Kultivator kau harus memanfaatkan peluang apapun yang ada didepanmu. Tapi kau sama sekali tidak melakukan hal itu dan termakan dengan rasa kesombongan, pertarungan ulang tidak akan ada dan kau harus puas dengan nomer 4 !"


Wajah Dan Qing berubah menjadi hitam dan terlihat sangat kesal, "Tapi Senior... bukankah ini tidak adil untukku, kekuatan yang aku miliki jauh lebih kuat dari Zie Yun. Seharusnya aku yang mendapatkan posisi nomer tiga.

__ADS_1


Zie Yun yang mendengar hal ini mulai menjadi panas dan niat bertarung terlihat jelas dimatanya.


Xiao Yuan mengorek kupingnya dengan malas dan berkata, "Hei... apakah kau tuli... orang yang sudah kalah tidak perlu banyak bicara, kau dan aku bahkan sudah sepakat untuk membiarkan Nona ini masuk lolos terlebih dahulu. Setelah kalah apakah kau akan menarik kata-katamu dan meminta pertarungan ulang, apakah ada hal semurah itu ?"


"Sialan... jika aku menanggapimu dengan serius maka kau tidak akan dapat mengalahkanmu dalam satu gerakan." Dan Qing terlihat sangat marah.


"Omong kosong... jika itu pertarungan hidup dan mati apakah kau masih bisa berdiri ditempat ini. Kau memang hebat dan aku mengakui hal itu, tapi sedikit kelengahan saja dalam pertarungan akan membuatmu kehilangan nyawa. Dari pada dirimu memikirkan harta lebih baik perbaiki dulu pandanganmu, setelah merasa dirimu cukup mampu maka datanglah padaku dan jika kau menang maka aku akan memberikan semua yang aku dapatkan kepadamu !" Xiao Yuan berkata dengan tegas.


"Baiklah... ketika waktunya tiba lebih baik kau mempersiapkan dirimu untuk mati ditanganku." Dan Qing memancarkan Niat membunuh yang kuat dan Murid disekitarnya menjauh dari Dan Qing.


Zie Yun terkejut mendengar perkataan Xiao Yuan, namun jika itu dirinya maka semuanya akan baik-baik saja. Xiao Yuan memiliki potensi yang besar dan kekuatannya dapat disetarakan dengan Bu Feng ataupun Dan Qing, jadi selama Xiao Yuan yang menjadi musuh Dan Qing maka tidak akan ada masalah untuknya dimasa depan.


Lei Li menelan ludahnya dan sedikit takut dengan kemarahan Kakaknya, sebelumnya dia tidak berani mengkonfirmasi hubungan Kakaknya dan Xiao Yuan. Tapi sekarang dia dapat yakin bahwa dimasa depan mungkin dirinya akan memanggil Xiao Yuan sebagai Kakak Ipar.


Jiwa itu melayang diatas langit dan Aura Kekuatan Jiwa meledak dengan gila. Penghalang itu jauh lebih diperkuat dan arena menjadi semakin luas dari sebelumnya.


"Baiklah... sekarang kita akan memulai pertarungan terakhir, siapa yang terkuat maka tentukan disini !" Jiwa itu berkata dengan keras dan semua orang bersorak dengan semangat.

__ADS_1


Xiao Yuan dan Bu Feng melompat kedalam Arena dan mereka sangat tidak sabar untuk memulai pertarungan. Mata mereka saling bertemu dan terlihat sangat ganas, Jiwa itu tersenyum dan melihat generasi muda yang energik.


"Pertandingan penentu dimulai !" Teriak Jiwa itu dengan keras.


Bu Feng mengeluarkan Pedang dan Xiao Yuan juga melakukan hal yang sama, mereka berdua maju bersama-sama dan mengayunkan pedangnya.


*Klang.*


Kedua Pedang ini saling bertabrakan dan menciptakan Gelombang kejut yang kuat, Niat Pedang yang kuat membombardir tempat itu dan Xiao Yuan unggul dalam kemampuannya.


Harus Bu Feng akui bahwa Xiao Yuan memiliki pencapaian yang luar biasa dalam Niat Pedang, tetapi apa yang lebih mengejutkan adalah Pedang yang digunakan Xiao Yuan.


Bahkan setelah dirinya menggunakan Artifak Tingkat Penciptaan, Pedang ditangan Xiao Yuan tidak hancur. Bu Feng berpikir bahwa itu adalah Artifak yang sangat mengerikan dan mungkin sebanding dengan miliknya.


*Klang... Klang... Klang...*


Xiao Yuan dan Bu Feng beradu dalam keterampilan Pedang dan menciptakan Badai Qi Pedang yang mengerikan. Semua orang yang melihat hal ini mendapatkan banyak sekali manfaat, sebagai seorang Kultivator Pedang dapat merasakan Niat Pedang yang jauh lebih kuat adalah sebuah keberuntungan.

__ADS_1


Hal ini dapat mengasah pemahaman mereka dalam Niat Pedang dan memperkuat diri mereka, terlebih Bu Feng yang langsung melakukan pertarungan dengan Xiao Yuan.


Walaupun dia terdesak dalam keterampilan Niat Pedang, tetapi perlahan pemahamannya meningkat dan membuatnya mencapai Tingkat yang baru dalam hidupnya. Mendapatkan lawan seperti Xiao Yuan adalah sebuah keberuntungan dan dia tidak dapat melewatkan kesempatan ini.


__ADS_2