
“Ga, orang suruhan kamu sudah mulai mengikuti Evelyn?”
“Baru mulai hari ini, Mas. Kabar terakhir dia ke kantor,” jawab Anggara.
“Iya, dia baru saja keluar dari kantor setelah membawakan makan siang untukku. Dia terlihat begitu sumringah saat aku mengatakan akan menginap di rumah Papi selama dua tau tiga hari ke depan. Katanya, dia akan berlibur bersama temannya di villa kita yang ada di Ciwidey. Bisa tolong minta seseorang untuk pasang CCTV di sana, Ga? Kalau bisa secepat mungkin. Pasang di semua titik. Termasuk kamar dan kamar mandi.”
“Oke, siap Mas.”
Ivander menghela napas panjang. Sepertinya ini menjadi sedikit lebih mudah. Dirinya berharap akan mendapatkan bukti dari perbuatan bejat Evelyn. Ivander sudah tak sabar untuk berpisah dari wanita itu.
Ivander bahkan sudah mengetahui, staff yang menjadi informan untuk istri pertamanya itu. Dari Andreas, Ivander akhirnya juga mengetahui siapa orang yang pertama kali menyebarkan berita tentang hubungan yang terjalin antara Qeiza dan dirinya.
Ternyata Evelyn, melalui informannya, menyebarkan foto Ivander yang tengah bergandengan mesra dengan Qeiza. Pantas saja Qeiza menjadi perbincangan para staff. Dan Evelyn berhasil membangun citra dirinya sebagai sosok wanita yang baik hati dan tersakiti.
Ivander muak dengan permainan wanita itu. Dirinya harus bisa mengembalikan nama baik Qeiza yang telah dirusak oleh Evelyn. Pria itu juga akan membongkar kedok Evelyn di hadapan semua orang. Ivander bahkan melakukan dengan cara yang sama.
Pria itu membayar seseorang untuk menyebarkan foto Evelyn yang sedang berada di klub er*tis itu. Kini, seluruh staff Bratajaya Corporation sudah mengetahui kebiasaan Evelyn yang buruk itu. Tapi, seperti yang sudah diduga sebelumnya, sebagian dari para staff masih menyalahkan Qeiza.
“Bisa saja kan, Bu Ev mencari pelampiasan karena Pak Ivan sibuk dengan istri barunya itu.”
“Mungkin Bu Ev di sana hanya kumpul-kumpul dengan teman-temannya. Tau sendiri kan kalangan sosialita.”
Tapi, ada juga yang tak lagi bersimpati pada Evelyn. Walau mereka juga tak berada di pihak Qeiza.
“Bagaimana kalau sebaliknya? Mungkin saja karena Bu Ev sering ke klub, makanya Pak Ivan berselingkuh dengan Qeiza.”
***
Dua hari berlalu. Melalui kamera pengawas yang tersambung dengan ponselnya, Ivander dan keluarganya tau apa yang diperbuat oleh Evelyn selama ini.
__ADS_1
Ivander terperangah saat menyaksikan adegan demi adegan yang terekam oleh kamera pengawas. Ternyata seperti itu tingkah asli Evelyn. Pantas saja wanita itu seolah tak pernah puas, walau Ivander sudah membawanya menuju puncak kenikmatan beberapa kali.
Tak hanya Ivander, seluruh keluarga yang menyaksikan hal itu benar-benar tak habis pikir kenapa Evelyn bertingkah sangat liar itu. Terlebih Qeiza. Bagi Qeiza, Ivander adalah sosok pria yang sangat perkasa. Pria itu mampu membuat tubuhnya meledak berkali-kali. Lalu, apa alasan Evelyn mencari kepuasan di luar sana, padahal suaminya begitu perkasa?
Sementara Ivander hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria itu akhirnya mengerti mengapa Evelyn seolah tak pernah puas?
Itu semua karena Evelyn terbiasa dipuaskan oleh tiga orang lelaki sekaligus. Saat itu, Evelyn yang tidak menggunakan sehelai benangpun, meliuk-liukkan tubuhnya di antara tiga orang pria yang menempeli bagian tubuh wanita itu.
Evelyn tertawa riang saat ketiga pemuda itu mengangkat tubuhnya, lalu menghempaskannya ke sebuah sofabed.
Evelyn terlihat begitu menikmati, bagaimana bagian-bagian sensitif di tubuhnya, dikerjai oleh tiga orang pria berbeda.
Seorang pria menenggelamkan wajahnya di pangkal paha wanita itu, dan dua orang lainnya, menyantap dada Evelyn— masing-masing kiri dan kanan. Para pria itu juga bergantian memasuki Evelyn dengan gaya yang berbeda-beda. Dalam kurun waktu dua jam, Evelyn meledak berkali-kali. Wanita itu bahkan kerap menjerit melampiaskan kenikmatan yang terus menderanya selama dua jam tanpa henti.
Ketiga pria itu bahkan bergantian melayani Evelyn tanpa henti hingga fajar hampir menyingsing. Jika setelah subuh orang-orang akan menikmati pemandangan matahari terbit dari balik gunung, tak begitu dengan pemandangan yang ada di villa milik keluarga Bratajaya.
Evelyn yang sudah tak lagi bertenaga, masih merintih karena masih ada seorang pria yang mengobok-obok tubuhnya di bawah sana. Pria itu bahkan menyemburkan cairannya ke wajah Evelyn yang sudah tertidur setelah mencapai puncak terakhirnya.
Tubuh yang remuk karena dilayani sejak tengah malam hingga subuh, membuat Evelyn tak memedulikan wajahnya yang kini penuh cairan kenikmatan. Bukan hanya wajahnya, para pria itu juga menyemburkan cairan mereka ke seluruh tubuh Evelyn.
Qeiza bahkan hampir muntah saat menyaksikan potongan-potongan adegan yang sengaja dipercepat.
Sebenarnya, video dengan durasi lima jam itu, sudah bisa menjadi alasan bagi Ivander untuk mengajukan gugatan perceraian pada Evelyn.
Tapi, atas saran Andreas, Ivander berusaha untuk tak gegabah. Pria itu harus menunggu sedikit lebih lama.
Ivander harus mengetahui, sejak kapan perbuatan tercela Evelyn berlangsung. Ivander curiga, jika perbuatan Evelyn itu, sudah dilakukannya bahkan sebelum Ivander menikahinya.
Ivander harus bisa mendapatkan bukti dari kecurigaannya itu. Dirinya tak mau Qeiza kembali disalahkan oleh beberapa orang.
__ADS_1
Seperti perbincangan yang beredar di perusahaan, jika Evelyn sering mengunjungi klub erot*s itu, karena Ivander berselingkuh dengan Qeiza.
Maka dari itu, atas seizin Qeiza, Ivander menginap di kediaman Evelyn sampai pria itu mendapatkan kunci untuk membuka kedok Evelyn lebih banyak lagi.
“Mudah-mudah semuanya bisa selesai dalam satu atau dua hari, ya,” lirih Ivander. Qeiza hanya menanggapinya dengan mengangguk pelan.
“Kamu jangan khawatir. Tidak akan terjadi apa-apa antara aku dan Ev walau kami tidur di ranjang yang sama.”
“Kalau terjadi sesuatu memangnya kenapa? Walau bagaimanapun, Mba Evelyn masih menyandang status sebagai istri Mas,” ucap Qeiza.
Ivander tersenyum simpul. Pria itu tau dengan pasti jika Qeiza tengah terbakar api cemburu, tapi wanita itu berusaha untuk menutupinya.
“Benar nih tidak apa-apa, seandainya aku dan Ev melakukannya lagi?” goda Ivander. Qeiza seketika menatap tajam sang suami hingga Ivander tergelak. Pria itu tertawa terbahak-bahak.
Ternyata benar apa yang dipikirkannya. Qeiza merasa cemburu. Wanita itu tak rela jika dirinya kembali menyatukan tubuh dengan Evelyn.
Ivander membawa Qeiza dalam dekapannya. Pria itu pun memeluk Qeiza dengan erat sembari mengecup lama puncak kepala Qeiza.
“Aku tidak akan Sudi meniduri wanita yang sudah tiduri oleh banyak orang seperti dia, Qei. Mas malah takut, jika rencana ini gagal karena Mas tidak bisa menyembunyikan ekspresi jijik Mas saat bertemu dia.”
“Jangan gagal Mas. Aku ... Aku ingin Mas hanya menjadi milikku,” lirih Qeiza.
Ivander seketika sumringah mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Qeiza. Pria itu langsung menundukkan wajahnya dan mengulum gemas bibir merah muda milik Qeiza.
“Mas juga menginginkan hal yang sama,” balas Ivander. Sepasang suami istri itu saling tatap sembari tersenyum. Ingin rasanya Ivander kembali membawa Qeiza ke kamar. Sesekali datang siang ke kantor tentu saja tak jadi soal. Terlebih dirinya adalah anak dari pemilik perusahaan, dan sekarang menjabat sebagai CEO Bratajaya Corporation.
Tapi, Ivander dihadapkan pada fakta, bahwa Qeiza harus mengantarkan Qiana ke sekolah.
Sejak Evelyn menjebak Qeiza, Ivander memang tak lagi memerbolehkan Qeiza untuk bekerja. Walau belum resmi mundur dari perusahaan, Qeiza diminta oleh Ivander hanya fokus untuk mengurusi Qiana.
__ADS_1
Sudah dua hari ini, Qeiza selalu mengantar anaknya itu pergi ke sekolah setiap pagi. Qeiza bahkan menunggui Qiana hingga anaknya itu pulang dari sekolah. Qeiza tentu saja mendapatkan sambutan dari ibu-ibu wali murid yang lain. Status Qeiza sebagai istri dari seorang CEO membuat wanita itu mendapat perlakuan istimewa.
Namun, itu tak berlangsung lama. Karena rumor jika Qeiza adalah seorang pelakor, kini menyebar di sekolah Qiana.