Kata Mereka, Aku Pelakor

Kata Mereka, Aku Pelakor
Rekor baru Evelyn


__ADS_3

Keromantisan Ivander dan Qeiza pun sampai di telinga Evelyn. Walau dirinya tidak pernah mencintai Ivander, entah mengapa mendengar betapa Ivander begitu memuja seorang Qeiza Hikaru, tentu saja membuat Evelyn kesal. Rasanya Evelyn ingin menghancurkan kebahagiaan wanita itu.


Namun, wanita itu sadar akan keberadaan sosok Andreas Bratajaya. Pria lanjut usia itu pasti tidak akan tinggal diam jika dirinya mengusik Qeiza.


Evelyn yang masih berpikir jika Andreas adalah orang yang berada di balik skenario penjebakan dirinya bersama Jeremy, merasa takut jika pria lanjut usia itu kembali bergerak.


Jika dia kembali mengusik Qeiza, bukan tidak mungkin Andreas bisa membuat dirinya menghilang dari negara ini bahkan dari dunia ini.


Kini, Evelyn hanya bisa menahan rasa kesalnya mendengar setiap mendengar berita keromantisan antara Ivander dengan Qeiza.


Dirinya tidak mau menanggung risiko dan menghamburkan uang hanya demi menghancurkan Qeiza.


Dirinya sadar, walau Ivander memberinya segudang harta kekayaan saat mereka berpisah, semuanya itu terbatas.


Daripada menghamburkan uang itu untuk membalaskan dendamnya pada Qeiza, Evelyn lebih memilih berfoya-foya bersama Alex. Karena hanya Alex yang dapat memenuhi seluruh hasratnya. Hanya Alex yang bisa membuatnya merasa senang.


Seperti saat ini, Evelyn dan Alex tengah berada di sebuah resort mewah di pulau Dewata. Mereka tengah merayakan hari ulang tahun pria itu yang ke 22 tahun. Alex memang berusia lima belas tahun lebih muda dibandingkan Evelyn. Tapi pria berdarah campuran itu, memang terlihat lebih dewasa dibandingkan usianya.


Alex juga mengundang beberapa temannya ke resort mewah tersebut. Lima orang pria serta dua orang wanita.


“Please come in. Alex is waiting for you,” ucap Evelyn saat menerima kehadiran beberapa teman Alex. Tiga orang pria dengan manik berwarna biru, dua orang pria warga lokal serta dua orang wanita muda.


Jantung Evelyn berdesir saat menatap kelima pria bertubuh atletis itu. Alex memang sudah mengatakan padanya, jika pria itu akan mengadakan pesta penuh kenikmatan. Alex bahkan berjanji akan mengundang beberapa teman pria yang memiliki tubuh dan performa sebaik dirinya. Pantas saja jika Evelyn langsung berdesir melihat kelima pria itu.


Wanita itu sudah membayangkan berada dalam kungkungan Alex beserta kelima temannya.

__ADS_1


Saking terpesonanya, Evelyn bahkan tak memerhatikan dua orang wanita muda yang ikut bersama ke lima pria itu. Evelyn baru tersadar, saat Alex terus menerus melirik ke arah salah satu wanita muda.


Wanita itu terlihat sangat muda. Gadis itu mungkin masih berusia belasan tahun. Dia bahkan terlihat sangat gugup bahkan cenderung takut.


“Kamu kenapa terus melirik ke arah anak kecil itu!” ucap Evelyn kesal.


Alex yang tertangkap basah seketika mengalihkan pandangannya. “Tidak juga,” bantah Alex.


“Tidak juga bagaimana?! Aku lihat dengan mataku sendiri kalau dari tadi kamu terus menatap anak kecil itu!”


“Dia bukan anak kecil. Usianya 19 tahun, sudah dewasa. Gadis itu keluarganya Bli Jaka,” jelas Alex.


Evelyn mendengus. Entah mengapa wanita itu merasa sangat kesal dengan gadis muda itu. Mungkin Evelyn merasa cemburu karena gadis itu masih begitu muda. Umur gadis bernama Bianca itu, bahkan separuh dari usia Evelyn.


“Lagian, kenapa harus ada wanita lain. Harusnya hanya aku wanita di sini!”


Bianca begitu sederhana dan pemalu. Gadis itu bahkan masih menjaga kesuciannya. Alex sudah menggelontorkan uang yang sangat banyak, agar Jaka bisa membawa Bianca ke hadapannya. Jika bukan karena Bianca memerlukan banyak uang untuk biaya operasi sang ayah, sudah tentu gadis itu tak akan mau melakukan ini semua. Alex tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia harus mendapatkan kegadisan Bianca. Dia sudah membayar mahal agar wanita itu menemaninya selama tiga hari dua malam. Alex tentu saja tak mau rencananya gagal karena kecemburuan Evelyn.


“Wanita tua ini tak boleh membuat rencanaku gagal. Sudah lama aku menunggu saat ini. Menyantap Bianca!”


“Yasudah ... Aku tak mau bertengkar di hari ulang tahunku. Aku juga tau, kalau kamu sedari tadi melihat ke arah selangk*ngan para bule itu! Punya mereka mungkin lebih dari milikku yang berdarah campuran. Kamu pasti sudah tak sabar kan, berada di antara mereka.”


Dengan cepat Evelyn menganggukkan kepalanya. Wanita itu juga sudah tak sabar berada di antara ketiga pria bule itu.


“Guys, let's start the party,” ucap Alex, seraya mengangkat gelas berisikan minuman beralkohol. Alex pun mulai menyalakan musik serta lampu disko yang sudah di pasangnya.

__ADS_1


Sesuai rencana, ketiga pria asing dan seorang pria lokal langsung mengerubungi Evelyn. Wanita itu tentu saja merasa begitu senang. Bahkan daerah sensitifnya semakin berkedut-kedut, kala para pria itu mulai menj*mahnya.


Sementara Jaka sibuk bercumbu mesra dengan sang kekasih yang memang diajaknya. Jaka harus memastikan Evelyn tak menyadari keberadaan Alex dan Bianca yang menghilang dari sana.


Begitu Evelyn sibuk dengan para pria itu, Alex langsung menarik lengan Bianca, dan membawa gadis itu ke dalam kamar. Alex tak mau merenggut kegadisan Bianca dalam cahaya temaram. Pria itu benar-benar ingin menatap tubuh Bianca dengan lampu yang terang benderang.


Alex langsung menyergap gadis itu begitu pintu kamar ditutupnya. Memberikan jejak-jejak kepemilikan di leher Bianca. Alex yang memeluk wanita itu dari belakang, dengan mudah menggapai dua benda kenyal yang sudah lama ingin dia genggam.


Tubuh Bianca bergetar. Ini pertama kali dalam hidupnya, ada pria yang menyentuh bagian-bagian sensitifnya. Alex yang menyadari jika gadis itu merasa takut, seketika melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Bianca, hingga mereka kini saling berhadapan.


“Buka seluruh pakaianmu!”


Bianca menuruti ingin Alex. Gadis itu melucuti seluruh pakaian yang menempel pada tubuhnya. Alex langsung menjulurkan lidahnya, saat tak ada selembar benangpun di yang menempel di tubuh gadis itu. Alex pun menjelajahi seluruh tubuh Bianca dengan lidahnya.


Kini, pria itu bahkan sudah berlutut di antara kedua kaki Bianca yang terbuka lebar. Bianca mulai kehilangan keseimbangan. Wanita itu berpegangan pada rambut Alex, Bianca mencengkeram dengan erat.


Alex tersenyum puas, saat mendapati sang gadis sudah mencapai puncaknya. Gegas pria itu mengangkat tubuh Bianca dan melemparkannya ke atas ranjang.


Alex pun mulai menaiki gadis itu. Bianca menangis saat ada bagian tubuhnya yang tersobek dengan cepat. Gadis itu berusaha menahan rasa nyeri di pangkal pahanya. Sedangkan Alex terus mengeram saat bagian tubuhnya dicengkeram dengan sangat erat oleh Bianca di dalam sana.


Alex belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Pria itu pun melaju dengan menggebu-gebu. Membayangkan jika dia akan memasuki tubuh Bianca selama dua malam, membuat Alex semakin kehilangan kendali. Alex memacu Bianca dengan cepat. Bianca yang tadinya merasa kesakitan, kini mulai menikmati permainan Alex.


Saat Alex mencapai puncaknya, pria itu mendengar suara jeritan Evelyn di luar sana.


Ternyata wanita itu sudah tak lagi berbusana. Evelyn kini tengah dikerubungi oleh empat orang pria. Mata yang sengaja ditutup dengan selembar kain, membuat Evelyn semakin bergairah.

__ADS_1


Bagian tubuh wanita itu meledak berkali-kali. Tubuh Evelyn bahkan tak lagi bertenaga. Empat orang pria bergiliran menaikinya hingga mereka puas. Bahkan ketiga pria asing itu, berkali-kali menaikinya. Ini rekor baru bagi wanita itu. Empat jam Evelyn melayani tanpa henti.


Dan saat keempat pria itu merasa puas, mereka memberikan Evelyn segelas minuman bercampur obat penenang. Evelyn pun tertidur selama dua puluh empat jam.


__ADS_2