Kata Mereka, Aku Pelakor

Kata Mereka, Aku Pelakor
Azab Pelakor


__ADS_3

Penyelidikan terhadap masa lalu Evelyn baru saja dimulai. Anggara sudah menyewa beberapa ahli IT untuk menelusuri masa lalu Evelyn. Satu Minggu adalah waktu yang mereka minta untuk membongkar masa lalu wanita itu.


Sementara itu, dalam hitungan jam, Jeremy sudah berhasil membuat video tentang Qeiza. Video itu pun mulai disebarkannya dengan akun palsu.


Dan dalam beberapa hari, video tentang Qeiza telah viral di jagat maya. Qeiza pun mulai merasa, ada yang berbeda dari tatapan orang-orang padanya. Beberapa wali murid terlihat kasak-kusuk saat Qeiza ada di antara mereka. Tak ada lagi keramahan yang mereka tunjukkan. Beberapa orang mendadak acuh dan beberapa lagi menatap sinis pada istri kedua Ivander Bratajaya itu.


Qeiza tak tau apa yang terjadi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Sementara itu, di Bratajaya Corporation, Ivona dengan tergesa-gesa menghampiri Ivander.


“Mas, lihat ini,” ucap Ivona seraya menyodorkan ponselnya.


“Aku mendapatkan video ini dari beberapa staff yang berkumpul. Aku dengar mereka membicarakan Qei. Saat aku tanya, mereka malah menyodorkan video itu. Dan video ini sudah viral, Mas. Videonya di like dan di lihat oleh jutaan orang. Qei di mana? Sudah tau belum? Kalau bisa dia di rumah saja. Biar orang-orang Angga yang menyelidiki siapa yang membuat dan menyebarkan video ini!”


Ivander mengepalkan jemarinya. Video itu benar-benar menggiring opini. Qeiza digambarkan dengan sangat buruk. Bahkan kasus pelecehan wanita itu di Madura ikut terseret. Walau Qeiza sudah sudah ditetapkan tak bersalah, namun, di video itu, Qeiza disudutkan dengan narasi bahwa wanita itulah yang lebih dulu menggoda pengusaha asal Madura itu.


“Mas, Qei di mana?!” teriak Ivona, karena sang kakak lelakinya itu, tak mendengar apa yang diucapkannya sedari tadi.


Bukannya menjawab pertanyaan tersebut, Ivander malah menyambar kunci mobilnya. Pria itu berlari menyusuri lorong-lorong gedung kantor itu. Ivander berupaya secepat mungkin tiba di sisi Qeiza.


Jika video itu sudah di tonton jutaan orang, tak menutup kemungkinan jika para orang tua murid, bahkan guru-guru di sekolah Qiana juga sudah menyaksikan video itu.


Sepanjang perjalanan Ivander berusaha menghubungi Qeiza. Sebentar lagi jadwal Qiana pulang sekolah. Pria itu berharap, tak ada orang yang menyinggung mengenai video itu pada Qeiza.


Namun, harapan tinggallah sebuah harapan. Seorang wanita mendadak menuangkan segelas jus jeruk ke atas kepala Qeiza. Qeiza yang terkejut karena kepalanya tersiram air dingin, seketika berteriak.

__ADS_1


“Kenapa? Dingin ya?” sinis wanita itu.


“Ibu kenapa ya? Kenapa menyiram saya seperti ini. Sepertinya saya tidak punya salah apapun dengan Ibu.”


Bukannya meminta maaf, wanita itu malah menyambar segelas ice capuccino yang ada di dekatnya, lalu menyiramkannya ke wajah Qeiza.


“Dasar pelakor! Masih untung saya siram pakai minuman. Wanita tak tau diri seperti anda ini, harusnya disiram pakai air comberan yang kotor dan bau seperti kelakuan anda!” teriak wanita itu.


Tak ada satu orang pun yang hendak memisahkan. Tak ada satupun juga yang berusaha melindungi Qeiza dari amukan wanita itu.


Rupanya, beberapa Minggu lalu, wanita itu baru saja mendapati jika sang suami berselingkuh. Saat dia mengamuk pada selingkuhan sang suami, suaminya itu malah lebih membela selingkuhannya.


Menyiram Qeiza adalah upaya dari wanita itu untuk meluapkan amarahnya pada wanita yang menjadi selingkuhan sang suami. Karena dia tak bisa melakukan hal itu pada selingkuhan suaminya. Ancaman cerai dari sang suami membuatnya tak bisa berkutik. Saat melihat video Qeiza, amarahnya kembali memuncak. Dirinya kembali teringat akan potongan adegan perselingkuhan sang suami.


“Saya tidak mengenal suami Ibu!” pekik Qeiza. Wanita itu tak mau orang-orang jadi salah paham dengan apa yang telah mereka dengar.


Wanita itu semakin beringas. Dia menjambak rambut Qeiza hingga istri kedua Ivander itu mengaduh. Tentu saja tak ada yang peduli pada Qeiza. Wanita yang sudah menggoda suami wanita lain, pastilah seorang wanita yang tak baik. Buat apa membela seorang wanita yang tega menyakiti perasaan wanita lain. Mereka bahkan tersenyum saat menyaksikan Qeiza berteriak kesakitan. Beberapa bahkan merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke sosial media miliknya dengan narasi azab seorang pelakor.


“Mamaaa ...!” teriak Qiana yang tiba-tiba muncul saat sang ibunda dianiaya.


Qeiza dihempaskan begitu saja saat Qiana menghampiri ibunya dengan rambut yang sudah acak-acakan.


“Tante kenapa jahat dengan Mama aku!” teriak Qiana.


“Mama kamu tuh yang jahat. Wanita murahan! Pelakor!”

__ADS_1


Qiana terdiam. Gadis kecil itu tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh wanita yang telah menyiksa ibunya. Gadis kecil itu menangis sesenggukan sembari merapikan rambut sang ibunda. Dan Ivander tiba saat adegan itu terjadi.


“Sayang,” lirih Ivander.


Kedua wanita yang disayanginya itu saling berpelukan dan menangis. Hati Ivander begitu sakit melihatnya. Padahal Qiana bersekolah di sekolah yang cukup elite. Tapi, mengapa ada orang yang bersikap seberingas itu? Rambut Qeiza begitu acak-acakan. Bahkan Rambut dan pakaian wanita itu basah, lengket dan bernoda. Rupanya banyaknya uang tak selaras dengan adab yang mereka miliki.


“Siapa yang berbuat seperti ini kepada istri saya?” tegas pria itu. Ivander menatap satu per satu, orang yang berada di sana, tapi, tak ada yang mengaku.


“Siapa yang berani berbuat seperti ini kepada istri saya!!” teriak Ivander.


“Para pria memang selalu seperti ini. Membela selingkuhannya. Membela si pelakor! Istri sah diabaikan. Kalian pikir istri muda itu mau mengurusi kalau kalian sudah tua dan sakit-sakitan?! Mereka itu hanya mau uang kalian!Kalau sakit baru kalian kembali ke istri tua!”


“Oh, jadi anda yang melakukan hal ini kepada istri saya!” ucap Ivander dengan suara menggelar.


“Kalau iya, kenapa? Pelakor seperti dia memang harus diberi pelajaran. Biar tidak ada lagi wanita yang menyakiti wanita lain!”


“Jangan sok tau dengan apa yang terjadi pada rumah tangga orang lain! Saya akan tuntut perbuatan anda. Cam kan itu!”


Ivander lalu memeluk sang istri yang masih tersedu, lalu membawa anak dan istrinya itu menjauh dari kerumunan.


“Qiana di belakang temani Mama ya. Peluk Mama,” titah Ivander. Anak sambung Ivander Bratajaya jaya itu menurut. Sepanjang perjalanan Qiana tak sedetik pun melepaskan Qeiza. Gadis kecil itu terus mendekap sang ibunda.


Menatap kedua wanita yang disayanginya itu saling berpelukan erat dan menangis, hati Ivander bertambah sakit. Pria itu tau, siapa yang berada di balik semua ini. Tak perlu diselidiki, Evelyn pastilah yang bertanggung jawab atas pembuatan video dan penyebaran video itu. Ivander hanya perlu bukti.


Ivander akan mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya untuk menjerat orang-orang yang telah menyakiti Qeiza sedemikian rupa.

__ADS_1


Rasa cintanya yang dulu menggebu pada Evelyn, kini berubah jadi rasa benci tanpa batas. Tak pernah disangkanya, jika Evelyn adalah wanita tak berhati nurani.


Sepuluh tahun berada dalam jerat wanita itu, Ivander sungguh merasa menjadi manusia paling bodoh di dunia ini.


__ADS_2