Kata Mereka, Aku Pelakor

Kata Mereka, Aku Pelakor
draft tgl 5 - End


__ADS_3

Qeiza dan Ivander saling tatap saat sambungan video mereka terputus. Mereka tau jika Qiana pasti kecewa karena hal itu. Dan saat saluran internet mereka kembali normal, sepasang suami istri yang tengah menjalani bulan madu ketiga itu, kembali melakukan panggilan video dengan anak-anak mereka.


Qeiza dan Ivander sudah bersiap menghadapi amukan Qiana. Wajah gadis kecil mereka itu sudah bertekuk sebelum tiba-tiba sambungan video mereka terputus. Mereka sudah membayangkan jika Qiana akan langsung mengungkapkan rasa kesalnya begitu sambungan video itu kembali terhubung. Karena Qiana adalah anak yang sangat ekspresif.


Tapi, apa yang dikhawatirkan oleh Qeiza dan Ivander tak terjadi.


“Loh, kok sudah ceria?” tanya Qeiza heran.


Wajah Qiana tak lagi terlihat kesal seperti tadi. Wajah putri sulung mereka itu kini begitu sumringah.


“Sudah dibujuk Mas Raka-nya,” ungkap Melati yang sedari tadi terus menemani Qiana sembari menggendong Sean.


“Mas Raka memang selalu bisa diandalkan!” pekik Qeiza.


“Pawangnya Qia, nih, Mas Raka.”


Raka tersenyum sumringah mendengar pujian yang diucapkan Qeiza dan Ivander padanya. Qeiza dan Ivander pun kembali bercengkrama dengan kedua buah hati mereka melalui panggilan video. Hingga tanpa terasa, hampir tiga puluh menit mereka mendengarkan Qiana bercerita.


Qeiza pun melanjutkan kembali liburannya di Turki. Hanya tersisa tiga malam lagi, sebelum Qeiza dan Ivander kembali ke Indonesia. Setelah Cappadocia, Istanbul adalah pemberhentian terakhir sepasang suami istri itu. Mereka akan menjelajahi situs-situs bersejarah di kota itu.


Selama sembilan hari menjelajahi Turki, Ivander benar-benar menuruti semua ingin Qeiza. Ivander menemani Qeiza untuk menyusuri tempat-tempat yang ingin dikunjungi wanita itu.


Qeiza merasa begitu bahagia. Kehidupannya terasa benar-benar lengkap. Memiliki sepasang anak yang rupawan dan cerdas. Memiliki suami yang begitu sempurna di matanya. Bahkan, memiliki harta kekayaan yang melimpah.


Jika dulu seorang Qeiza Hikaru harus berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kini, wanita itu bahkan bisa membeli sebuah toko kue dengan mudahnya.


Pahitnya kehidupan sempat Qeiza rasakan semenjak menjadi janda, kini dia begitu berbahagia.


Cacian, hinaan dan gunjingan dari banyak pihak membuat wanita itu bisa sampai di titik seperti ini, sekarang.


Wanita simpanan, wanita panggilan, wanita penggoda bahkan perusak rumah tangga, adalah tuduhan-tuduhan yang sering dilayangkan kepadanya oleh orang-orang yang berada di sekitar wanita itu.


Pelakor adalah julukan yang selamanya tersemat dalam diri wanita itu. Hadir menjadi orang ketiga di pernikahan Ivander dan Evelyn, membuat julukan pelakor itu terus mengiringi Qeiza di setiap langkahnya. Walau pernikahan pertama Ivander dihancurkan oleh Evelyn sendiri, tetap Qeiza lah yang diingat masyarakat sebagai perusak rumah tangga.

__ADS_1


Kesalahan Evelyn tak lantas membuat nama Qeiza Hikaru menjadi bersih dari julukan pelakor. Namun, Qeiza tak mau mengotori hatinya dengan memikirkan apa yang dituduhkan orang-orang padanya. Dia sudah teramat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.


Kini, wanita yang disebut sebagai pelakor itu, tengah menikmati perjalanannya menuju tanah kelahiran. Hanya tinggal beberapa menit lagi, burung besi yang dia tumpangi tiba di Indonesia.


Bayangan wajah Qiana dan Sean sudah terlintas di benaknya. Meninggalkan kedua buah hatinya itu selama sebelas hari, tentu saja Qeiza sudah begitu merindukan anak-anaknya.


On behalf of Qatar Airways and the entire crew, I’d like to thank you for joining us on this trip. We are looking forward to seeing you on board again in the near future. Have a nice day!


(Atas nama Qatar Airways dan seluruh kru, saya ingin berterima kasih kepada Anda atas ikut sertanya dalam perjalanan ini. Kami berharap bisa berjumpa dengan anda lagi dalam penerbangan dalam kesempatan yang akan datang. Semoga hari Anda menyenangkan!)


Ucapan sang pramugari, mengakhiri penerbangan Ivander dan Qeiza. Kini mereka sudah tiba di Indonesia.


Setelah urusan bagasi selesai. Dengan sang suami yang selalu berada di sisi, Qeiza mempercepat langkah untuk bertemu dengan kedua buah hatinya. Rasa rindu yang begitu membuncah, membuat lelah tak lagi terasa. Yang ada dalam benaknya, hanya bertemu dengan Qiana dan Sean secepatnya.


“Mamaaa ...!” teriak Qiana.


Gadis kecil itu berlari kencang menghampiri ibunya. Qeiza pun menyambutnya dengan ikut berlari kecil seraya merentangkan kedua tangannya.


Qiana Larasati.


Selamanya gadis kecil itu akan menjadi penguat hidup bagi seorang Qeiza Hikaru.


“Eh ... Ada pawangnya Qia juga,” ucap Ivander saat sudah berada di sisi Qeiza dan Qiana yang tengah berpelukan erat.


“Raka takut Qia terjatuh saat lari-lari seperti tadi, Paman. Makanya Raka ikuti Qia dengan berlari di belakangnya.”


Ivander mengacak gemas rambut Raka, sebelum ikut memeluk putri sulungnya.


Puas mendekap Qiana, kini Qeiza menghampiri Sean dan membawa anak bungsunya itu ke dalam gendongannya. Tak kalah dengan Qiana, wajah Sean pun dihujani banyak kecupan.


Pria kecil yang kini ada dalam dekapannya, kelak adalah pria yang akan menjaga dirinya. Putra kebanggaannya. Di usianya yang belum genap dua tahun, Sean bahkan sudah bisa berbicara tiga bahasa. Indonesia dan Inggris, karena di kediamannya mereka menggunakan dua bahasa itu, serta Bahasa Korea, karena Qeiza sering menemani anaknya bermain sembari menyaksikan drama Korea.


Putra keduanya itu digadang-gadang akan sama jeniusnya dengan Raka, yang bahkan sebentar lagi menjadi murid sekolah menengah atas di usianya yang belum genap tiga belas tahun.

__ADS_1


Bagaimana caranya Qeiza bisa tak bersyukur dengan apa yang dimilikinya sekarang?


Hidup wanita itu sudah terlalu sempurna. Bak pemeran utama wanita dalam sebuah novel picisan.


Air mata Qeiza bahkan terus menetes karena hari ini, dia merasa sangat bahagia.


“Namaku, Qeiza Hikaru. Kata mereka, aku pelakor. Tapi aku tak peduli dengan apapun perkataan mereka. Yang aku tau, suamiku begitu mencintaiku. Dan aku hidup bahagia. Tanpa perlu mendengarkan perkataan mereka.


......................


...T A M A T...


Terima kasih banyak sudah mau membaca karya receh ini. Terima kasih buat kalian yang selalu memberikan like dan komentarnya.


Like dan komentar kalian sangat berarti ❤️


Sebenarnya novel ini ikut serta dalam kontes menulis dengan tema pelakor. Karena aku tidak suka cerita perpelakoran, jadilah kisah pelakor baik hati dan baik budi ini 🤭


Setelah ini, akan ada novel kisahnya Qiana.


Nantikan ya 🙏


Karena novel selanjutnya pun, mau aku ikutkan kontes juga. Tema ceritanya mengenai kisah cinta tak direstui dengan hastag cinta terlarang.


Semoga nanti kalian mau baca juga ya 🙏


Mohon maaf apabila jarang membalas komentar 🙇


Sejak anak sudah mulai sekolah, hari-hari jadi lebih sibuk.


Tapi komentar kalian, benar-benar sangat berarti ❤️


Sekali lagi, terima kasih banyak banyak buat kalian yang sudah mendukung karyaku 💕

__ADS_1


__ADS_2