
"Kakak..." Keyla langsung menerobos masuk begitu saja kedalam kamar rawat Monic. Dan langsung berhambur memeluk sang kakak ipar yang sedang duduk di tempat tidur.
"Oh adek kakak yang sangat cantik rupanya sudah datang."
"Cantik di lihat dari gunung semeru." Ejek sang tante Lidya.
Ya Keyla baru datang dari luar negeri dan langsung bersiap ke rumah sakit bersama om dan tantenya. Karena tidak sabar ingin melihat keponakan tampannya yang kembar.
"Mah." Monic menyapa sang mertua yang berjalan ke arahnya.
"Bagaimana keadaanmu sayang, apa sudah membaik." Mamah Lidya mengelus rambut sang menantu dengan sayang. Masih sangat terlihat wajah lelah di wajah sang menantu.
"Alhamdulillah mah, Monic sangat baik."
"Syukurlah nak, dimana cucu cucu Oma.? Apa kamu sudah makan sayang.?"
"Sudah mah, lagi sama suster mah, sebentar lagi akan di bawa kemari.
"Hey ada Keyla di sini, kenapa di anggurin, apa kalian tidak melihat Key di sini.?" Sungut Keyla. Sedari tadi bukannya di tanya bagaimana perjalanannya, bagaimana sudah sarapan belum.malah di cuekin pikir Key.
"Diam lah Key," Keyla tersenyum memperlihatkan gigi rapinya yang sangat putih itu.
"Mah sudah lama di sini..?" Ketika Reno masuk sudah melihat mamahnya dan Adik crewetnya yang sudah menguasai sang istri di tempat tidur.
"Baru saja, dari mana kamu Ren."
"Habis menemui Jonathan di luar mah."
"Kak Jo, di mana dia kak.?" Keyla beranjak dari tempat tidur Monic dan berjalan cepat untu keluar, dia ingin memberi tahu sesuatu pada sahabat kakaknya itu.
"Sudah pulang Key." Teriak Reno, Tapi Keyla tidak mendengarnya karena sudah keluar dari ruang rawat kakak iparnya.
"Papah tidak ikut mah.?"
"Di rumah sayang, menemani Raka, kasian kalau Raka di tinggal."
"Iya mah. Nanti kami juga pulang mah." Ya Monic pagi pagi sekali sudah boleh di ijinkan pulang, setelah bayinya sudah di imun.
"Kok cepat sekali, baru tadi malam lahiran nah, gak nginep sini dulu biar agak sehatan."
"Monic yang minta pulang mah."
Sang mamah melihat manantunya yang mengangguk, "kenapa nak."
"Monic sudah gak papah mah, mending pulang."
Hemm nyonya Lidya menghembuskan nafasnya, "baiklah kalau begitu, tapi bawa suster buat cucu cucu oma sementara, agar kamu sehat dulu."
__ADS_1
"Siap mah."
Tidak lama terlihat Keyla masuk sendirian sambil bersenandung. "Lho mana Jonathan Key,"
"Pulang kak, katanya nanti ke sini lagi, ada perlu mendadak."
"Apa yang kamu bicarakan dengan Jo." Selidik nyonya Lidya, dengan tatapan intimidasinya
"Adalah, urusan anak muda mom." Setelah itu Keyla berjalan mendekat pada Reno, takut sang tante menjewer telinganya.
"Anak itu." Mamah Lidya geleng geleng kepala melihat pola keyla sang keponakan.
"Sayang, siapa nama cucu cucu Oma ini.?"
"Xavier, Xavair mah."
"Wah bagus sekali namanya... siapa nama panggilannya nak."
"Avi, sama Ava mah."
"Hallo Ava, Avi. Uh cucu Oma yang tampan tampan."
Ya kini kedua cucu Darmawan telah berada di ruangan Monic. Dan sedang di gendong Oma Lidya dan Monic sendiri untuk di beri Asi.
"Hay jagoan, kenalkan ini aunte Keyla yang paling cantik." Keyla terus mencium sang keponkan hingga keponakannya menggeliak.
"Hantikan Key, nanti anak kakak menangis.,"
"Sudah sudah, kalian ini."
Tidak lama keluarga Monic datang. Di sana terlihat ibu dan bapak Monic. Beserta sang adik Fatih.
"Bu." Ibu Monic pun berjalan dan duduk di sebelah sang putri.
"Bagaimana sayang."
"Seperti yang ibu lihat." Ibu Monic mengambil cucunya dari gendongan Monic.
"Kita sudah punya 3 cucu ya bu."
"Benar bu. Tidak terasa kita semakin menua."
Ya mamah Lidya dan ibu Monic berbincang mengenai cucu mereka. Sedangkan Reno, Fatih dan bapak Monic berbincang di sofa.
"Key apa kamu ada masalah dengan Fatih.? Kakak lihat kalian tidak saling tegur sapa.."
"Tidak kak, kami baik baik saja. Kan kakak tau sendiri Key memang sengaja agak menjaga jarak, agar bisa melupakan adik kakak yang 1 itu"
__ADS_1
"Hey,, adik kakak memang hanya dia." Dan mereka pun tertawa bersama.
Sedangkan Fatih terus mencuri pandang pada Keyla yang sama sekali tidak melihat kearahnya. "Kenapa dia sama sekali tidak melihat kemari. Apa dia sudah melupakan prasaannya padaku." Batin Fatih.
"Kak, Key akan lama tidak berkunjung ke negara ini, karena papi menyuruh Key serius mengelola prusahaan yang ada di sana. Sedangkan kak Richad mengelola prusahaan pusat. Jadi pasti aku akan sangat merindukan kakak." Keyla memeluk Monic dan di balas pelukan hangat oleh Monic.
Ya Keyla akan menetap di negaranya dan meneruskan usaha keluarga,.
"Tidak masalah." Monic mengelus tangan Keyla dengan sayang. "jika Ava sama Avi besar kami akan berkunjung ke negara A."
"Benarkah kak. Key akan sangat bahagia dan senang jika kakak akan ke rumah keluarga Key di sana."
3tahun berlalu, tidak terasa sudah tiga tahun umur ke 2 anak kembar Monic. sedangkan Raka yang mulai menginjak remaja dan memiliki teman bermainnya sendiri. Sedangkan anak kembar Monic sedang banyak banyaknya polah dan kelucuan bicara dengan banyaknya keingin tahuannya.
Reno sendiri setiap jam 4 sore kini sudah di rumah dan menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.
Fatih sendiri kini semakin sukses dan menjadi direktur. Dengan kesuksesan yang di raihnya kini dia banyak di gandrungi para gadis dari kalangan atas. Tidak sedikit pula anak dari rekan bisnisnya yang ingin menjodohkan Fatih dengan putrinya.
Tapi tidak dengan Fatih. Selama 3 tahun ini dia tidak bisa melupakan sosok gadis onar menurutnya. Bahkan dia tidak tahu kabar wanita yang tidak pernah iya inginkan itu.
"papah, papah," anak kembar Monic berlari ke arah papahnya yang baru memasuki mansion dan menemui putranya yang berada di taman.
"oh jagoan jagoan papah." Reno menggendong ke dua jagoannya dan membawanya menuju sang istri yang sedang duduk di gazebo taman.
"oma sama opa kapan pulang pah.?" ya kini Monic memanggil sang suami dengan sebutan papah agar anak anaknya juga ikut memanggil papah.
"masih lama sayang. Lagi betah katanya di luar negri sama saudara saudaranya."
Nyonya Lidya dan tuan Darmawan kini berada di negara A untuk berlibur, sekalian berkunjung ke tempat saudarinya yang berada di sana.
"kakak mana sayang. Apa belum pulang, ini sudah sore lho mah." ya Raka tidak terlihat di sana, biasanya ketika Reno pulang pasti dia sudah melihat putranya sedang bersama dan bermain.
"Raka akan pu-"
Assalamualaikum, mah, pah "
"tuh dia. Baru juga di bicarakan kak. Dari mana saja kak." terlihat Raka berjalan menghampiri kedua orang tua dan adik kembarnya.
"main di rumah temen sebentar pah, mah." Ujar Raka sambil menyalimi kedua orang tuanya.
"ya sudah ayo kita masuk. Hari sudah semakin sore."
Mereka semua akhirnya masuk dengan si kembar di gendong Reno dan Raka yang bergandengan tangan dengan sang mamah.
...'The End'...
...****************...
__ADS_1
Akhirnya cerita Monic dan Reno sudah usai. Terima kasih buat yang sudah mendukung cerita ini. Dan maaf jika ada salah kata dan ceritanya membosankan. Harap dukungannya selalu buat author pemula ini.
Marhaban ya ramadhan para readers. Mohon maaf lahir dan batin 💞💞🙏🙏