
"terima kasih banyak kak." Fatih merasa kurang pantas atas kado yang di berikan oleh sang kakak ipar. Tapi mau bagaimana lagi.
"key kamu mau kasih apa buat Fatih." sang kakak kini menggoda adiknya. Ya Reno tau seperti apa prasaan Keyla untuk Fatih. Meskipun terkesan cuek dengan keadaan sekitar tapi Reno tau apa yang terjadi pada keluarganya.
"ah tidak kak, aku lupa kalau kak Fatih ulang tahun, lagian walaupun aku ngasih belum tentu juga dia mau." Keyla sengaja berbicara seperti itu karena ingin menyindir Fatih. Bagaimana pun keyla masih marah atas sikap Fatih padanya siang tadi.
"ya ya ya ya, terserah padamu saja, sudah ayo segera makan." mereka semua akhirnya menyelesaikan makannya.
"kamu yakin tidak ingin tidur di rumah kak Reno dek.? Waktu sudah malam lo." ya kini mereka semua sudah berada di depan Mansion Reno, merak baru sampai beberapa menit lalu.
"yakin kak, ini juga baru jam 10, santai saja kak, aku akan baik baik saja." Fatih pun menyalami seluruh keluarga yang ada di sana untuk pamit pulang.
"hati hati di jalan Nak. Ini sudah malam." orang tua Reno put baru saja kembali dari pertemuannya, dan berpapasan degan Fatih yang hendak pulang.
__ADS_1
"baik Om, tante.kalau begitu saya permisi." mereka semua mengangguk kecuali Keyla, karena gadis itu sudah tidak terihat batang hidungnya.
2bulan berlalu, hubungan Keyla dan Fatih semakin kesini semakin Jauh, Fatih merasa ada yang hilang 2bulan ini, Keyla benar benar tidak pernah mengganggunya lagi. dan itu sukses membuat Fatih uring uringan.
"sudah 2bulan ini aku selalu menunggunya di pagi hari. Dan aku sengaja membuat nasi goreng kesukaannya, tapi kenapa dia tidak pernah datang." akhirnya Fatih memilih segera pergi untuk kekantor dan berharap kali ini bisa bertemu Keyla dan berbicara dengan gadis itu. sungguh ini membuatnya tidak nyaman.
"kemana dia kenapa tidak terlihat sama sekali," sudah jam makan siang tapi dia tidak melihat Keyla melintas didepan ruangannya, dia terus berjalan kesana kemari, tapi yang di tunggu tidak kunjung datang.
"Fatih, ayo kita makan siang bersama."
"kenapa jadi Siska, aku pikir Keyla." Batin Fatih. sedangkan dari kejauhan Keyla mendengar perkataan Fatih yang baru saja melintas di depan ruangan Fatih. Fatihpun melihat Keyla yang sempat berhenti di depan ruanganya, dia merasa tidak enak hati pada Keyla.
Keyla segera berlalu dari sana, dan mempercepat langkahnya. "tenang Key, ini hanya masalah waktu." gumam Keyla untuk menenangkan hatinya. "ternyata mereka sekarang sudah sangat dekat."
__ADS_1
"maaf Sis, aku ada janji dengan klien untuk sekalian membicarakan pekerjaan." ya Siska sudah bekerja di sana sekitar 1bulan yang lalu, dan itu atas rekomendasi dari Fatih.
"kalau begitu aku ikut ya."
hufff Fatih memandang Siska sesaat, "baiklah, ayo segera berangkat." mereka berdua berjalan beriringan untuk makan siang sekalian bekerja.
"sudah lama menunggu bos.?"
"gayamu lho Key," mereka berdua tertawa bersama setelah kepala Keyla di toyor oleh sang sahabat.
"kapan kamu pulang dari inggris.?" Keyla berkata dengan mulut penuh makanan, dan hal itu langsung mendapat geplakan dari sang sahabat.
"habiskan dulu makannya baru bicara."
__ADS_1
"ok ok ok titah sang bos mutlak" dan mereka kembali tertawa.