KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-88


__ADS_3

"Key apa benar kamu bekerja dengan kak Reno. bukannya keluargamu punya prusahaan sendiri di negara A."


"tentu, aku ingin mencari pengalaman saja. Seperti apa kerja sama orang."


"hey kamu itu sama saja bohong. Orang tempat kamu sekarang sama saja tempat keluarga."


"hahaha beda lah, kan sekarang aku dapat gaji, dan asal kamu tahu aku kerja sebagai staf biasa nyet."


"bagus donk, itu namanya baru bekerja. Aku kira kamu kerja seenak kamu sendiri."


"mana ada, bahkan aku pulang dan berangkat sama kayak karyawan lainnya. Heh dari tadi kamu bertanya tentangku terus. Bagaimana denganmu.?"


"aku sedang mencari seseorang di sini, tapi belum ketemu juga." Riki frustasi karena pencarianya belum juga membuahkan hasil. Keyla yang melihat itu malah tertawa terbahak bahak.


"wah wah wah, uangnya sama kekuasaannya di pakai bos. masak mencari satu orang saja tidak bisa." kelakar Keyla.


"dasar." merekapun kembali tertawa bersama sambil saling menggeplak. tanpa mereka sadari ada seseorang yang terbakar amarah melihat kedekatan mereka. Ya Fatih ternyata berada di tempat yang sama dengan Keyla yang sedang bertemu janji dengan sahabatnya Riki.

__ADS_1


Sejak Keyla tidak lagi mengganggunya Fatih merasa kehilangan, di setiap harinya Fatih selalu menunggu saat dimana Keyla akan datang dan membuat Onar, tapi penantian tinggallah penantian karena Keyla benar benar menepati janjinya untuk tidak lagi mengganggunya.


"siapa pria itu. Kenapa dia bisa sebebas itu menyentuh rambut dan tangan Keylaku."


Deg "apa tadi keylaku, ah entah kenapa aku tidak suka ada pria sedekat itu dengan Keyla." Fatih merasa ada yang tidak beres dengan hatinya.


"aku ke toilet dulu ya. Jangan pergi dulu nanti aku yang akan mengantarmu kembali ke kantor." Keyla hanya mengangguk sambil menikmati makanan yang masih tersisa di piringnya, Riki pun berlalu dari sana untuk pergi kekamar kecil.


"saya ke kamar mandi dulu pak, anda bisa mengobrol dulu sama teman saya Siska."


"baik pak Fatih silahkan." Fatihpun segera pergi dari sana.


"Key jawab kakak!!." Fatih memegang tangan Keyla agar melihat dirinya. Dan benar saja Keyla melihat Fatih dengan tidak suka.


"bukan urusan kakak, dan kakak tidak perlu tahu siapa dia." ya begitulah Keyla setiap berbicara dengan Fatih sekarang. Terkesan angkuh dan malas.


"kakak berhak tau Key."

__ADS_1


"memang kakak siapa ingin tahu tentang siapa yang dekat denganku!!. Apa kakak lupa siapa aku bagi kakak. Apa kakak lupa ak-"


"cukup Key!!, Iya kakak salah, maafkan kakak, tolong jangan seperti ini."


"seperti ini bagaimana kak, memang Key kenapa.? Bahkan Key sudah tidak mengganggu kakak lagi."


"Key, kakak tidak suka kamu dekat deng-"


"Key siapa dia." Keyla menoleh kebelakang melihat Riki yang sudah berada di belakangnya.


"ah dia adik dari kak Monic, istri kak Reno."


"oh kenalkan saya Riki."


"Fatih."


"anda sedang makan siang, kalau iya mari bergabung dengan kita."

__ADS_1


"ah dia buru buru katanya Rik. Lagian dia tidak ingin mengganggu kita. Jadi biarkan dia pergi." Keyla tidak ingin satu meja dengan Fatih karena dia sangat gugup jika harus lama lama dengan Fatih.


__ADS_2