KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-43


__ADS_3

Mereka berdua yang di panggil anak anak malah cemberut bersamaan, dan itu sukses membuat Romi tertawa terbahak bahak. Romi berdiri dan mencium kening mereka bergantian sebagai tanda sayangnya kepada mereka berdua.


Reno yang melihat itu langsung mengepal tangannya dengan kuat dan rahang yang mengeras, hingga otot ototnya terlihat. Reno tidak terima ada yang menyentuh Monicnya. Meski hanya tangan saja. Ini malah cium kening yang benar saja.


"Apa kak Romi ada kerjaan di indo? Apa bagaimana, kan kakak sudah pindah keluarnegri." Monic bertanya sambil memakan makanan yang ada di depannya. Sofia yang melihat Romi diam saja menyenggol lengannya.


"Apa sih inces, nyenggol nyenggol," Sofia hanya menunjuk dengan dagunya ke arah Monic. "Iya kakak sudah tau sabar lagi ngunyah ini, dasar"


"Iya ada kerjaan sekalian kesini ketemu kalian Dan ini kakak juga bawa oleh oleh untuk kalian, lebih tepatnya dari kak anita.


"Horeeee" ujar mereka berdua.

__ADS_1


"Eitt jangan dibuka disini, di kost kalian saja nanti" Romi mengambil kembali kadonya agar tidak di buka di tempat umum. "Bagaimana kabar raka Mon Dan kalau viola kan sudah di bawa ayahnya ya cis?"


"Baik kak, Raka sekarang sama kakek neneknya Lagian satu bulan sekali pasti aku pulang."


"Viola sudah bahagia kak sama ayahnya, dan ibu sambungnya juga sayang kata viola, jadi aku agak tenang kak,"


Romi menatap Monic dengan dalam, Lalu Romi menggenggam tangan Monic. "Mon apa kamu tidak berniat mempertemukan Raka dengan ayahnya? Ini sudah tuju tahun lo Mon"


Sedangkan di sebrang meja ada sepasang mata yang mengepal erat tangannya di bawah meja. "Siapa pria itu" gumam Reno "berani sekali menyentuh Monicku." Umpatnya.


Entah apa yang di bahas Monic, Romi dan Sofia mereka sedari tadi tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


Hingga ada yang begitu panas sampai mengeluarkan kepulan asap dari kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Reno darmawan.


"Kak kita kembali kerja dulu ya, ini waktunya sebentar lagi habis, Takut di marahin sama atasan." Ujar Monic. Mereka beranjak dari tempat duduk, Tak lama setelah itu mereka berpelukan bergantian, Ketika giliran Monic, tiba tiba ada yang menggebrak meja, Monic yang mendengarnya pun menoleh Betapa terkejutnya Monic ketika melihat Reno.


Reno yang melihat itu segera berlalu dari sana tanpa menghiraukan Cindy dan Jonathan, Sepanjang jalan Reno mengepalkan tangannya begitu kuat, Reno tidak terima, Reno marah, tapi tidak bisa berbuat apa apa. Reno sangat marah melihat semua itu.



Setelah sampai ruangannya Reno langsung membuang semua yang ada di meja kerjanya untuk meluapkan emosinya. "Achhhh siapa pria tadi berani sekali dia." Reno masih belum bisa meredakan amarahnya, Reno memencet tombol didekatnya "Jo!!"


Jonathan yang mendegar suara keras sang bos langsung pergi keruangan sang atasan. Jonathan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan bosnya. Apa lagi ruangan yang seperti dihuni anak bayi yang baru belajar jalan. "Ada apa? Apa kau butuh info ini?" Tanpa diminta Jo tahu apa yang harus iya lakukan, setelah melihat kejadian di resto tadi.

__ADS_1


__ADS_2