
"Sayang kita akan hanymoon kemana. ?" Reno bertanya sambil memeluk Monic dari belakang dan melihat indahnya malam dari balkon kamar mereka.
Ya sekarang Monic tinggal dengan kedua orang tua Reno, walau bagaimana pun Reno anak tunggal dan Monic juga harus ikut suami. Bagaimana pun seorang istri harus ikut suaminya.
"Kalau kita tidak kemana mana bagaimana kak." Monic berbalik dan membalas pelukan hangat sang suami. Dan menghirup harum tubuh sang suami yang akan slalu menjadi candunya.
"Kenapa.?"
"Tidak ada alasan, hanya ingin di rumah saja kak. Bagiku bersamamu sudah cukup kak." Monic hanya ingin di rumah saja. Jika memang suatu saat dia ingin maka dia akan pergi.
"Baiklah, titah tuan putri yang utama." Kelakar Reno dengan memper erat pelukannya. Mungin Monic belum ingin pikir Reno.
__ADS_1
"Kak, Sofia besok akan pergi, apa kita bisa bertemu kembali ya kak.?" Monic sedih ketika tadi siang Sofia pamit akan pergi untuk tinggal dengan keponakannya di amerika. Karena bagaimana pun 7tahun mereka bersama dan saling ada saat membutuhkan.
"Tentu. Kalian akan sering bertemu, nanti jika kakak ada pekerjaan di prusahaan cabang yang ada di amerika kita akan berkunjung menemui Sofia. Jangan sedih. Ok." Monic tidak menjawab dia hanya mengangguk dalam pelukan Reno dan memper erat pelukannya. Sedangkan Reno mengelus lembut rambut Monic.
"Aku harap ini bukan karenanya. Jika benar habis kamu sama ngab" Batin Reno.
"Ini akan ku simpan di tempatnya,dan aku akan mengembalikannya diam diam. Semangat Fi." Ya Sofis akan pergi besok dan meninggalkan negaranya.
"Fi besok aku yang mengantarmu ya.. dan tunggu aku. Jangan nekat pergi tanpa bertemu aku dulu. Atau aku akan marah.!"
Sofia yang membaca pesan dari Monic tersenyum dengan mata yang berkaca kaca. Dan hanya membalas dengan imoji hati. karena Sofia tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
Sofia mulai menangis, dia hanya tidak menyangka akan ada di titik ini, dimana dia memilih mundur. Tanpa harus ada yang tersakiti. "Sakit ini belum apa apa, karena sebelumnya aku pernah lebih sakit dari ini." Gumam Monic sambil membereskan barang barang.
"Na na na na." Keyla masuk kedalam mansionnya dan bersenandung, dia bahagia hari ini karena dari pagi sampai sore slalu bersama Fatih. Perlu di garis bawah,i bahwa Keyla saja yang senang tidak dengan Fatih. Pagi pagi sudah berada di apartemnya, siang di ruangannya. Sore di depan ruangannya. Oh Keyla kau sungguh menyusahkan. Dan itu semua sukses membuat Fatih uring uringan.
"Kesambet setan di mana Key, apa kamu habis lewat dekat kuburan." Cibir Reno. Reno heran melihat Keyla yang aneh, tiba tiba saja tersenyum.
"Ah kakak ipar... " Keyla segera menghampiri semua keluarga yang ada di meja makan dan memberi ciuman sayang pada Monic sang kakak iparnya. Keyla bahlan sengaja tidak menghiraukan sang kakak, Reno. Tuan dan nyonya Darmawan yang melihat itu hanya menggeleng. Manjanya Key tidak pernah hilang, meskipun sudah sedewasa ini.
"Hey jangan cium cium istri kakak," Reno memberikan jarak antara Key dan istrinya.
"Astaga kak pelit sekali, aku tidak akan memakannya." Keyla melengos melihat sang kakak yang begitu posesif. Dasar bucin.
__ADS_1
Kini Keyla bergantian mencium momnya,(nyonya darmawan) dan pandangannya tidak sengaja bertemu sang dady. "Apa dady juga akan marah aku mencium Mom," kini tatapan Keyla tertuju pada sang tuan Darmawan.