
Seluruh stasiun TV kini memberitakan tentang bangkrutnya prusahan anderson crop. Tuan agung anderson terkena serangan jantung, akibat prusahaannya yang tiba tiba bangkrut. Dan para klien yang tiba tiba membatalkan kerja samanya.
"dimana Tere tan.?" Ziko kini tengah mengunjung rumah omnya, karena dia harus memberi pelajaran pada adik sepupunya itu.
"Entahlah, semenjak mendengar ke bangkrutan ayahnya dia pergi pagi pagi sekali dengan menangis."
mamah Tere kini juga tengah sedih dengan keadaan yang terjadi. Suaminya tengah berbaring di rumah sakit akibat serangan jantung.
Ziko duduk di sebelah tantenya dan menarik nafasnya dalam. "apa tante tahu, ini semua ulah Tere, dia telah membuat istri dari Reno Darmawan celaka, kini istri Reno tengah koma di rumah sakit. Dan bangkrutnya prusahaan om Agung Reno yang melakukannya. Karena ingin membalas perbuatan Tere, bahkan Reno juga menghancurkan gedung senjataku Tan."
Mamah Tere yang mendengar itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menyangka sang anak yang mereka banggakan selama ini ternyata sejahat itu pada orang lain. "apa kamu tidak berbohong Zik.?"
Ziko menggeleng dan memberikan semua buktinya. Ziko sebenarnya juga kasian pada Tere akibat cintanya pada Reno dia bisa senekat ini. Ini sebabnya Reno sangat tidak menyukai wanita. Baginya wanita hanya benalu dalam hidupnya.
"antarkan tante menemui keluarga Reno Darmawan Zik, tante akan memohon maaf pada keluarga itu atas perbuatan Tere. Tante mengerti jika Reno melakukan ini, apa lagi ini menyangkut nyawa istrinya."
"baik tan, tapi tidak sekarang tunggu aku membereskan masalah ini,."
"Baiklah nak. Sekarang tante akan ke rumah sakit. Menemani suami tante. Tante pulang hanya untuk mengambil sesuatu."
"biar aku yang mengantar tan, sekalian aku mau melihat keadaan om Agung." Ziko berdiri dari duduknya dan berjalan keluar beriringan dengan sang tante.
Tidak lama mereka sampai di rumah sakit tempat pak Agung di rawat. "pah, bagaimana keadaan papah.?"
"sudah membaik mah. Dimana Tere, kenapa tidak ikut bersama mamah." pak agung tidak melihat putrinya sama sekali sedari pagi. Biasanya sang putri akan bermanja padanya.
"papah harus tahu sesuatu pah. Dan papah harus tenang. Agar jantung papah tidak kambuh lagi."
__ADS_1
"ada apa mah,? katakan saja, papah baik baik saja."
Nyonya Dara menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya. Nyonya Dara memulai ceritanya seperti yang di ceritakan Ziko padanya. Sama halnya nyonya Dara yang terkejut. Tuan agung pun sama terkejutnya. "kita harus segera menemui keluarga Darmawan mah."
"tentu pah."
•
Empat bulan berlalu. Sejak kejadian itu semuanya berubah. Reno seperti tidak memiliki gairah hidup, melihat sang istri yang masih sama. Sedangkan Tere di asingkan oleh keluarganya sendiri dan menjalani hidup tanpa fasilitas dari keluarga anderson.
tuan Agung Anderson sangat berat mengasingkan sang putri, tapi itulah sarat yang di berikan keluarga Reno. Dari pada harus masuk penjara. Mungkin ini juga cara agar putrinya bisa berubah menjadi lebih baik lagi.
"sayang, kapan kamu akan bangun, ini sudah empat bulan sayang, bangunlah," Reno terus meracau tidak karuan setiap harinya. melihat sang istri tidak berdaya, dengan perut yang semakin membuncit. Ya kandungan Monic kini berjalan 5bulan. Dan ajaibnya kandungan Monic masih sehat sampai sekarang.
"kak pulanglah, biar aku yang menjaga Kak Monic. kakak sudah empat bulan jarang pulang kerumah. Raka juga butuh kakak, kasian dia kak, tidak ada mamahnya setidaknya ada ayahnya."
Reno tetap diam tidak bergeming mendengar perkataan Keyla. Sedangkan Keyla merasa sangat kasihan melihat kakaknya yang seperti hidup tapi tak bernyawa.
Tidak lama datang juga kedua orang tua Monic. 1bulan sekali mereka akan ke kota untuk melihat kondisi sang putri.
"lihatlah bu menantu kita, kasian Reno mah. Dia pasti sangat terpukul. Apa lagi penyebab kecelakaannya akibat ulah mantan kekasihnya."
Bapak Monic pun tidak tau lagi harus memberi tahu menantunya seperti apa. dia bahkan sudah berkali kali mengatakan untuk tidak merasa bersalah. karena ini sudah takdir. Tapi tetap saja Reno selalu menyalahkan dirinya sendiri.
Semua keluarga Monic dan Reno yang berada di rumah sakit pulang satu persatu. Kini hanya tinggal Reno sendiri seperti biasa.
jam sudah menunjukkan jam 11 malam. Reno tertidur di dekat Monic dengan posisi duduk di kursi tunggu dekat brankar Monic.
__ADS_1
"haus..." setelah sekian lama Monic pun akhirnya terbangun. Dia mengerjab ngerjabkan matanya karena merasa sangat lengket. Perlahan lahan mata itu mulai terbuka sempurna. di melihat sekekeliling ruangannya dengan lampu tamaran. Tangan kanannya tidak sengaja mengenai Reno yang sedang tertidur.
Monic terkejut, setelah di lihat ternyata sang suami, akhirnya Monic mengelus kepalanya. Reno yang mendapat sentuhan langsung terbangu.
"sayang...!!" tanpa sadar Reno berteriak. saking bahagianya melihat sang istri yang sudah terbangun dari tidur panjangnya.
"aku haus kak..." Reno yang mendengar Monic haus segera mengambilkan Minum untuk sang istri, bahkan Reno belum bisa berkata kata melihat sang istri yang kini sudah sadar.
Sayang akhirnya kamu sadar, kakak bahagia sekali sayang. Lihat ini." Reno membawa tangan Monic menyentuh perutnya sendiri yang sudah semakin besar. "apa kamu bisa merasakannya sayang."
"kak kenapa kandunganku sudah sebesar ini,."
"kamu koma selama 4bulan sayang. Dan hebatnya anak kita kuat. Sampai sekarang mereka sangat sehat sayang."
Monic yang mendengar itu merasa tidak percaya, dia koma selama itu dan anak didalam kandungannya baik baik saja. "Maha kuasanya sangat indah" gumam Monic. Dia mengelus elus perutnya dengan mata berkaca kaca. "sayangnya mamah." lanjut Monic.
Reno mengabari seluruh keluarga atas sadarnya sang istri, tidak ketinggalan juga keluarga Monic. Reno menyuruh Jonathan untuk membagikan sedekah pada fakir miskin dan beberapa panti, sebagai bentuk syukur atas sadarnya sang istri.
"kamu tahu sayang, nyawaku seperti mau lepas dari tempatnya ketika mendengar kamu celaka, bahkan aku ingin menghancurkan segalanya."
"kamu baik baik saja kak.??"
"tentu, aku akan selalu baik baik saja selama ada kamu di sampingku,."
"kakak tahu tidak, kalau kakak terlihat sangat tua dengan bulu bulu yang ada di wajah kakak. Apa kakak tidak mencukurnya.?"
"Besok sayang, akan kakak cukur. Dan akan terlihat sangat tampan, kita lihat besok bagaimana.?"
__ADS_1
"tentu dan kakak harus tampan." Reno tersengum geli melihat Monic yang terlihat menggemaskan
"kakak akan panggil dokter dulu." Reno memencet tombol yang ada di dekat berankar Monic. Tidak lama dokter pun datang. Dan memeriksa keadaan sang istri.