KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-77


__ADS_3

Reno berjalan mendekati Monic yang sedang duduk di meja rias hotel mewah itu. Sedangkan Monic yang melihat itu semakin gugup. "Kenapa rasanya seperti mau perang saja. Huffff" Monic menarik nafas panjang dan menghembuskannya.


"Kamu kenapa sayang. Kenapa kaku begitu." Reno memeluk erat Monic dari belakang. Sambil mencium pundak Monic yang hanya tertutup bathrobe.


"Tidak." Monic berusaha menetralkan detak jantungnya yang bertalu talu.


Reno membalikkan tubuh Monic menghadap ke arahnya. Reno membelai pipi Monic perlahan turun ke bibir. Dan di usapnya bibir Monic yang terlihat seksi itu. Reno semakin mendekatkan wajahnya terus mendekat hingga bibir Reno menempel di bibir Monic. Reno diam sejenak. Tidak lama. Reno ******* perlahan bibir itu. Monic hendak menghindar. Cepat cepat Reno menahan tengkuk Monic dan memperdalam ciumannya. Reno tidak ingin kehilangan Momen MPnya meskipun masih ada hari esok tetap saja Reno ingin melakukan sekarang. Tanda bahwa ini masih malam pengantinnya.

__ADS_1


Ciuman yang awalnya pelan kini perlahan berubah panas dan menuntut ketika Monic membalasnya. Reno seperti mendapat angin segar ketika Monic mebalasnya.


Tangan Reno tidak tinggal diam. Tangan nya mulai menjalar ke gundukan kembar Monic. Dan itu sukses membuat Monic melenguh. "Kak..."


"Nikmatilah sayang." Reno semakin kuat meremas gunung kembar itu bergantian. Pelan pelan Reno menurunkan bathrobe Monic hingga terjun bebas ke bawah, Reno mengangkat Monic untuk di dudulukan di meja yang berada di kamar itu, Reno berhenti sejenak untuk menyatukan keningnya dengan kening Monic. "Oh sayang hanya kamu yang bisa membuatku begini." Monic yang mendengar itu tidak menjawab. Dia masih mengatur nafasnya.


"Achhh kak..." Monic terus mendesah tidak karuan ketika Reno mengulumnya bergantian. Seperti bayi yang begitu kehausan. Reno yang mendengar ******* Monic semakin bersemangat.

__ADS_1


Tangan Reno menari nari di gua rimbun itu dengan lincahnya. Dan itu sukses membuat Monic mendesah sangat kuat. Monic terus membusungkan dadanya seperti meminta lebih. Reno yang melihat gunung semakin menantang tidak tinggal diam. Tangan satunya menempelkan tubuh Monic kedadanya, sadangkan mulutnya terus menyesap kuat gunung itu, "oh kak... pleasee"


"Iya sayang. Keluarkanlah." Tidak lama Monic mendesah panjang tanda mencapai kenikmatan pertamanya. Monic ngos ngosan mengatur nafasnya.


"Awwww kak..." Monic kembali berteriak ketika sesuatu yang basah berada di bawah guanya. Reno terus menyasap sesuatu yang seperti biji kacang itu dengan kuat. Dengan tangan yang meremas kedua gunung kembar itu.


"Milikmu sangat nikmat sayang." Mulut Reno masih setia mengobrak abrik gua rimbun itu dengan sesekali memasukkan lidahnya sampai ke dalam dan menyesap biji kacang itu dengan kuat.

__ADS_1


"Jangan kak, itu Jorok." Monic berusaha menghentikan kegiatan sang suami. Tapi Reno tidak membiarkannya. Karena Reno sangat suka melihat wajah Monic yang penas penuh kenimatan itu. Tidak lama Monic kembali mendesah panjang mencapai nirwana yang ke 2 kalinya. "Kakkkkk." Monic memegang rambut Reno dengan kuat untuk memper dalam kegiatannya karena ingin segera mencapai puncak.


__ADS_2