KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-59


__ADS_3

"Tap--"


"Hustt...:Reno mengeratkan pelukannya dan menggiring Monic untuk duduk.


Kini mereka berdua duduk di sofa. Lebih tepatnya Monic di sofa Dan Reno bertumpuh di bawah dengan kedua lutunya.


"Mon... menikahlah denganku, kumohon berikan aku kesematan ya.?" Reno menggenggam erat tangan Monic untuk menyalurkan kesungguhan di dalam hatinya.


"Maaf Ren, aku tidak bisa, mana mungkin aku merusak kebahagian wanita lain. Biarkan seperti ini saja, kita cukup berperan menjadi orang tua Raka saja, tanpa harus melibatkan prasaan."


"Dengar, aku sudah menyelesaikan masalahku dengan keluarga Cindy. Aku sudah membatalkan pernikahanku dengan Cindy. Itu sebabnya aku babak belur sekarang. Mari kita mulai semua dari awal." Pinta Reno.


"Ren... a-aku tidak bisa."


"Mon aku tidak menerima penolakan!!." Tegas Reno. "Aku akan memberimu waktu untuk menjawab tapi aku tidak menerima penolakan. Paham!" Hilang sudah kelembutan Reno yang di pertahankan selama ini untuk Monic. Sudah berkali kali Reno memintanya baik baik tapi Monic masih saja menolaknya. Apa dengan cara kasar Monic akan menerimanya, atau dengan ancaman, entahlah.

__ADS_1


"Aku akan pulang dulu, nanti akan kesini lagi, maafkan aku dan jaga dirimu baik baik," Reno mencium kening Monic dan berjalan menuju ke tempat Raka dan menciumnya juga. "Cepat sembuh jagoan ayah. Dan segeralah sadar nak, bantu ayah meluluhkan hati mamahmu yang keras itu" bisik Reno. Reno pun berlalu dari sana.


Reno kini sudah memasuki mansion megahnya. Dan melihat kedua orang tuanya sedang bersantai. "Mah,pah." Reno duduk di depan kedua orang tuanya yang hanya di batasi meja ruang tamu itu setelah menyapa sang ortu.


"Katakan!" Suara tuan darmawan yang menggeleggar membuat sang istri terkejut.


Mamah Lidya yang terkejutpun menjiwit kecil lengan sang suami. "Papah, biasa saja ngomongnya. Bikin mamah terkejut saja." Omel sang istri.


Tuan Darmawan terkekeh mendengar omelan sang istri. "Katakan Ren."


Plakk, sang mamah langsung berdiri dan menghampiri Reno dengan cepat dan memukul lengannya dengan sangat kuat.


"Aku jadi Monic jangankan untuk bersamamu lagi bahkan melihatmu saja tidak sudi. Kamu itu sebelas dua belas dengan papahmu dulu" sungut sang mama


"Mah."  Tegur sang papah.

__ADS_1


"Apa!! Memang benarkan papah dulu seperti itu. Biarkan saja Reno tau kelakuan papah juga di masalalu yang sama dengan anak nakal ini." Sungut sang mamah.


"Iya iya sudah jangan marah marah lagi, papah dulu memang gak baik." Barulah sang istri tenang setelah mendengar sang suami mengaku salah, Reno yang melihat itu berusaha menahan tawanya.


"Apa yang kamu ketawakan" Reno gelagapan mendengar sang papah menegurnya.


"Ah tidak pah, mana ada, Reno diam saja dari tadi." Tuan Darmawan yang mendengar Reno berbohong hanya mendengus sebal. Sudah bikin keributan antara dia dan istri tercintanya kini malah mengejek dirinya.


"Terus apa yang akan kamu lakukan Ren.?"


"Aku akan membuat Monic mau menerimaku mah, meski sangat yakin akan sulit."


"Pasti susah Ren, apa lagi Monic tau kamu akan menikah. Dia pasti tidak ingin menyakiti wanita lain."


"Itu masalahnya mah, aku sudah jelaskan kalau sudah membatalkan peenikahan kita baik baik, tapi Monic masih saja menolak." Ujar Reno sambil mengusap wajahnya kasar. "Bantu aku mah." Melas  Reno pada sang mamah.

__ADS_1


"Huffff... mamah akan mencoba bicara dengan Monic nanti. Kamu sekarang istirahat lah. Setalah itu kita ke rumah sakit lagi."


__ADS_2