
"Sayang apa yang ingin kamu beli nak di sini?" Monic bertanya sambil mengelus kepala sang anak yang sedang bergandengan tangan dengan Sofia.
"Raka ingin mencoba permainan yang itu mah." Tunjuk Raka ke tempat permainan. Monicpun bergegas kesana untuk menemani sang anak.
Raka terlihat sangat bahagia mencoba semua permainan, hal yang wajar bukan, karena di desa tidak ada tempat bermain seperti di mall.
Tak terasa dua jam berlalu, akhirnya Monic mengajak sang anak untuk menyudahi permainanya. Jika di turuti maka sang anak bisa seharian di tempat ini. "Ayo sayang Raka sudahan dulu mainnya. Kita makan dulu ya, kasian tuh tante Sofia sudah sangat lelah," tunjuk monic pada Sofia yang sedang duduk di kursi tunggu anak anak. "pasti tante Sofia lapar." Raka menatap sang tante, sang tantepun memasang wajah lelahnya dan akhirnya Rakapun mau menyudahi mainnya. Monic menuntun sang anak untuk ke tempat makan, Raka sangat menyukai chicken jadi Monic mengajak untuk makan chicken.
Raka sangat bahagia dan berlari kesana kemari ketika melihat banyak mainan yang dia lewati sepanjang jalan. Sang mamah sudah berjanji akan membelikan mainan setelah makan. Akhirnya Raka mau makan dan segera membeli mainan.
Bruckkkk.. Raka yang menabrak seseorang yang sedang melintas di depannya langsung ketakutan "Maafkan Raka nek, Raka tidak sengaja." Raka langsung menunduk setelah minta maaf, seseorang yang di tabrak Raka langsung mensejajarkan tingginya dengan sang anak. "Tidak apa apa nak, sama siapa kamu di mall ini," tanya sang nenek yang melihat kiri kanan mencari seseorang, dan tak lama terlihat Monic dan Sofia berlari ke arahnya.
"Raka," panggil Monic dan Sofia bersamaan, dan mereka segera menghampiri Raka. "lain kali jangan lari lari lagi nak. Mamah sangat takut kamu hilang disini." Monic langsung memeluk sang anak dengan erat, namanya seorang ibu pasti sangat khawatir terjadi sesuatu dengan sang anak.
__ADS_1
"Mah Raka menabrak orang" ujar Raka lirik, Raka langsung menatap sang nenek, Monic yang mengikuti pandangan sang anak terkejut, Monic segera berdiri "maafkan anak saya tante lidya," Monic menunduk hormat. Dan menyodorkan tangannya. Tante lidya pun menerima uluran tangan Monic.
"Tidak masalah, Apa ini anakmu nak?"
"Iya tante, Tante belanja?"
"Sperti yang kamu lihat, Ini kalian bertiga mau kemana?" Tante lidya bertanya sambil merapikan barang belanjaannya.
"Kami akan makan siang tante di sana." Tunjuk Sofia. Dan Monic ikut mengangguk menyetujui ucapan Sofia.
Mereka berempat akhirnya berjalan bersamaan untuk makan siang, Kini mereka sudah duduk berempat, dan menunggu pesanan datang, Tante lidya selalu menatap Raka dengan intens.
"Kenapa anak ini sangat mirip dengan Reno ya." Batin tante lidya.
__ADS_1
"Ah anak ini siapa namanya tadi.?"
"Raka nek," jawab Raka.
"Panggil oma sayang," ujar oma lidya sambil mengelus kepala Raka. entah kenapa oma lidya merasa sangat menyayangi Raka.
"Hore chickennya datang mamah," Raka sangat antusias ketika pesananya dateng. Setelah cuci tangan raka segera memakannya.
Tak lama mereka selesai makan. "Tante terima kasih banyak sudah di traktir ya tante," ujar Monic.
"Iya tante Sofia juga makasih ya tan."
Tante lidya tersenyum "sama sama, Ayo main kerumah tante yuk, ini kan weekend." Pinta tante lidya.
__ADS_1
"Maaf tante ini kami ingin membeli mainan dulu buat Raka," Monic merasa tidak enak hati sama tante lidya, tapi Monic sendiri juga harus membeli mainan untuk sang anak.
"Tidak masalah, tante temanin sekalian" Tanpa di komando sang tante lidya langsung menggandeng tangan Raka. Untuk menuju tempat mainan. Sebelum itu tante lidya menyuruh sang bibik dan sopirnya untuk pulang terlebih dahulu.