KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
Novel baru


__ADS_3


blurrrrr


"bagaimana saksi sah.?"


"sah," jawab serentak pada para tamu yang hadir di ballroom hotel itu.


Pak penghulu pun memimpin para saksi untuk memanjatkan doa. 


Tidak ada resepsi sama sekali, hanya sekedar ijab kobul. Karena mempelai pria tidak ingin seluruh rekan bisnis di kantornya tahu.  Setelah makan makan akhirnya para tamu pergi satu persatu, kini hanya tinggal kerabat dekat saja.


tuan Mahendra berjalan mendekati Ziko anderson. Suami sang putri. Cindy putra mahendra.


"nak Ziko, papah titip putri kami satu satunya, bahagiakan lah dia. Mungkin dia akan sedikit menyusahkan nak Ziko. Jika putri papah berbuat salah maafkanlah dia nak. Dan didiklah dia ke jalan yang lebih baik lagi." tuan Mahendra menepuk pundak menantunya tanda jika dia berharap banyak pada menantunya itu.


Ziko hanya mengangguk tanpa ada senyum di wajahnya, karena memang Ziko itu orang yang dingin dan tidak suka basa basi. Meskipun itu dengan yang lebih tua.

__ADS_1


"tenang Mahen, putraku akan selalu menjaga putri mu dengan Baik," timpal tuan Angga anderson, ayah dari Ziko anderson.  Ya ketika melihat sang Anak hanya diam saja, tuan Anderson turut menimpali karena merasa tidak enak dengan besanya sekaligus sahabatnya, atas sikap sang putra.


"Nis saya titip putri ku ya, sayangi dia seperti putrimu sendiri. Dia akan jauh dari kami, biasanya dia akan bermanja dengan kami jika di malam hari, tapi kini putri kami sudah menjadi menantu. Kami harap dia tidak akan mengecewakan keluarga kalian."


"tenanglah Nov kami akan menyayangi nak Cindy seperti putri kami sendiri." ujar nyonya Nisa, ibu Ziko.


Kini Cindy tengah berpelukan dengan kedua orang tuanya, karena Cindy akan langsung ikut sang suami ke kota S. "mamah Cindy ingin tinggal di sini saja, Cindy gak mau mah tinggal di kota J." bisik Cindy ketika berpelukan dengan mamahnya.


"tidak boleh begitu sayang. Kamu harus ikut suamimu." mamah novipun mengelus kepala putrinya dengan sayang.


"terus mamah bagaimana, siapa yang akan menjaga mamah sama papah.?" ya Cindy takut meninggalkan kedua orang tuanya karena mereka anak tunggal.


Cindy memandang sang mamah untuk beberapa saat, dan akhirnya mengangguk dengan mata yang berkaca kaca.


"Nov kita langsung ya. agar tidak terlalu malam sampai sana." pamit Nisa pada sahabatnya Novi, orang tua Cindy.


"terima kasih ya, karena sudah menyayangi putriku dan juga menerimanya." Novia memeluk sahabatnya sebelum mereka semua pergi.

__ADS_1


"tentu saja, sekarang dia juga anakku. Kamu jangan khawatir."


Akhirnya keluarga anderson meninggalkan kediaman kelaurga Cindy, dengan membawa Cindy bersama mereka.


4jam berlalu, seluruh keluarga Anderson telah memasuki mansion megah kediaman keluarga besar Anderson.  Cindy terdiam di depan mansion milik suaminya.


"Aku akan memulai kehidupan yang baru disini, semoga aku bisa menjalani semua ini," gumam Cindy sambil mengikuti semua orang yang sudah masuk kedalam mansionnya.


"Sayang kamu langsung istirahat ya, biar bibik yang mengantarmu ke kamar Ziko."


"Iya mah. Terima kasih." Cindy pun berlalu dari sana bersama ART mansion Anderson.


"Kamarnya sangat luas, bahkan ini dua kali lipat dari kamarku," gumam Cindy sambil melihat lihat kamar Ziko.


Ya setelah Cindy sampai ke kamar Ziko dia langsung terpana dengan desain kamar Ziko.


Tidak lama Cindy pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kini Cindy tengah berada di kucuran sower. Dia memikirkan segalanya yang seperti mimpi baginya.

__ADS_1


Yuk mampir ke novel baru Author, semoga suka ya dengan ceritanya


__ADS_2