
Besok adalah hari di mana yang di tunggu tunggu Reno dan semua orang. Yaitu pernikahan seorang Reno darmawan. Seluruh krabat Reno yang dari luar negeri pun sudah datang.
"Apa kalian tahu seperti apa calon Reno kita." Semua tante Reno sedang berkumpul di ruang tengah sambil membicarakan calon Reno.
"Tidak tau, yang tahu kak Lidya, orang dia calon mertuanya. Denger denger sih dia mantan Reno dulu waktu di kampusnya."
"Ya siapapun dia semoga Reno bahagia bersama calon istrinya itu."
Drezttt...
"Tuan ada 3 orang yang sedang mengawasi Nona muda. Dan sepertinya mereka dari ZDNIG."
"Awasi terus mereka, jangan sampai lengah, dan jangan sampai Nona muda hilang dari pengawasan kalian."
__ADS_1
"Baik tuan."
Reno menaruh ponsel di meja balkon kamarnya. "Untuk apa dia mengawasi Monic, lagian apa hubungannya dengan Monic. Apa Monic ada masalah dengannya." Gumam Reno "sepertinya aku harus menemuinya langsung" Reno beranjak dari duduknya untuk menemui seseorang.
"Jo carikan no Pribadi ZDNIG. Aku tunggu sekarang." Reno menelfon Jo sambil berjalan menuruni tangga. Setelah berada di bawah Reno melihat semua keluarganya sedang berkumpul.
"Mau kemana Ren, jangan kemana mana, besok kamu akan menikah." Peringat sang mamah. Sang mamah sepertinya termakan mitos yang katanya kalau mendekati hari H kalau keluar nanti ada masalah.
Ting, tidak lama terdengar pesan masuk dari Jonathan yang memberi tahu No ZDNIG.
Setelah mendapat No telfonya Reno segera menghubungi untuk membuat janji dengan ketua ZDNIG. Setelah mendapat balasan Reno segera berangkat ke tempat janji temu mereka.
Setelah setengah jam perjalanan Reno sampai di markas ZDING dan di sana sudah ada ZDNIG yang sudah menunggu.
__ADS_1
"Untuk apa anda ingin bertemu dengan saya." ZIko bertanya setelah Reno duduk di hadapannya.
"Bisa jelaskan ini," Reno melempar beberapa Foto yang di kirimi anak buahnya. "Apa hubungan anda dengan calon istri saya." Tanpa basa basi Reno langsung pada inti pertemuannya.
"Saya sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Dunia bawah, saya harap anda tidak mengganggu ketenangan saya. Dan keluarga serta orang yang saya sayangi."
"Apa anda ada masalah dengan Tere?" Reno yang mendengar itu langsung tau siapa yang menyuruh seorang Ziko anderson.
"Sudah saya duga, setelah melihat nama belakang anda yang tidak asing." Reno menarik nafas panjang dan menghembuskannya. "Sepertinya saya tidak perlu cerita tentang saya dan Tere di masa lalu. Karena saya bukan orang yang ingin membicarakan hal pribadi dengan orang yang saya tidak kenal, dan lagi ini masa lalu yang bagi saya sudah tidak penting lagi. Tapi anda bukan orang bodoh yang hanya percaya begitu saja dengan cerita orang tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Karena ZDNIG tidak mungkin berdiri hanya dengan tenaga dan otot. Bukan begitu."
Reno berdiri dari tempat duduknya dan memasukkan tangannya kendalam saku celananya. "Sepertinya itu saja yang perlu saya katakan. Ingat pesan saya baik baik, permisi" Reno berlalu dari sana tanpa menoleh dan terus fokus berjalan dengan mata yang terus menatap ke depan. Setelah ini dia berharap semuanya akan selesai tanpa harus ada pertumpahan darah, karena Monicnya tidak suka sesuatu yang berbau perkelahian.
Sedangkan Ziko yang melihat Reno pergi tidak berniat mencegahnya atau bertanya, Ziko tahu sekarang apa yang harus iya lakukan. Karena rasa sayangnya terhadap Tere dia lupa bahwa dia harus melakukan semua dengan akal sehat. Ziko mengambil ponsel dekat kopi yang terletak di mejanya. "Suruh Jay ke markas sekarang." Tanpa menunggu jawaban Ziko segera menutup telfonnya
__ADS_1