KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-40


__ADS_3

Keesokan harinya


Pagi ini  seperti biasa Reno meminta kopi. hingga kopi ke 4 masih saja tidak ada yang cocok. Sepertinya Reno memang sengaja ingin mengerjai Monic, tapi sayang Monic yang patuhpun tetap membuatkan lagi dan lagi. Monic hanya akan menurut ketika sedang di kantor.  Akhirnya Monic yang kesal kembali lagi ke pantry untuk membuatkan kopi lagi.


"Ck sepertinya Reno sengaja mengerjaiku. Mana mungkin 5kali kopi tidak ada yang cocok yang benar saja. Kopi yang aku buat sesuai perintahnya tapi kenapa tidak ada yang cocok." Saking kesalnya Monic berdiam diri di pantry, tak sengaja tatapannya melihat sesuatu, dengan senyum lebarnya Monic mengambilnya. Tak lama Monic kembali ke ruang CEO dengan kopi yang ke enam.


"Tok...tok...tok"


Monic langsung membuka pintu ruangan Reno setelah mengetuknya. "Permisi tuan." Monic berjalan ke arah Reno dengan membawa secangkir kopi, "kalau begitu saya permisi tuan"


"Siapa yang menyuruhmu pergi, tunggu dulu." Reno menyeringai Reno berencana mengerjai Monic kembali. Sebelum itu dia meminum kopinya, tak lama "byurrrr, apa yang kau lakukan, kenapa kopinya bisa asin, kamu mengerjaiku hah!!"

__ADS_1


"Tidak tuan," dengan santainya Monic menjawab, menahan tawa.  "saya pikir anda akan suka dengan kopi garam, karena dari tadi yang ada gulanya anda tidak suka slalu buat ulang, jadi saya berinisiatif menambah garam saja. Siapa tau anda suka."


"Apa kau gila!" Geram Reno. Reno manatap tajam Monic. Berani sekali Monic ganti mengerjainya. Reno berdiri dan berjalan perlahan menuju Monic sabil bersedekap. Tak lupa tatapan garangnya. Monic yang tau Reno berjalan ke arahnya hanya menunduk santai tanpa gentar. Setelah Reno mendekat ia hendak menggapai pinggang Monic, namun naas Monic segera menginjak kaki sang atasan dengan sepatu kerjanya.


"Auwww, kau,"


"Maaf tuan saya permisi, dan saya akan meminta OB lain untuk membuatkan kopi untuk anda."belum selesai Reno berkata Monic segera pamit keluar. Monic bergegas keluar sebelum Reno bertindak jauh. "Hufff akhirnya, dasar bos gila," umpat Monic.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?? Maaf, maklum orang tua agak pelupa" ujar tante lidya sambil mengingat ingat, "ahhh tante ingat sekarang kamu kan yang bantu tante di mall membawakan barang barang tante itu ya."


Sambil tersenyum Monic menganggukkan kepala, dan menjawab."iya tante. Tante ada keperluan apa di sini"

__ADS_1


"Ah tante sedang ingin bertemu an~~"


"Mon ayo udah jam istirahat nih." Sofia menyusul Monic karena menunggu dari tadi tak kunjung datang. "Eh ada tante lidya," Sofiapun menyalami tante lidya. "Apa kabar tante" lanjut Sofia.


"Baik kalian apa kabar,"


"Kami baik tan. kalau begitu kami pamit dulu ya tan mau makan siang" Sofia segera menarik tangan Monic untuk di ajak ke taman deket kantor.


"Anak anak yang baik" gumam tante lidya sambil berlalu dari sana untuk keruangan sang anak.


"Ren ayo kita makan siang bersama sama Cindy. Kebetulan dia berada di cafe dekat sini. Kalau bukan mamah yang menjemputmu langsung pasti kamu banyak alasan.

__ADS_1


__ADS_2