KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-23


__ADS_3

3hari berlalu dan Monic pun kini di terima bekerja ditempat Sofia bekerja. Besok Monic sudah mulai bekerja.


Monic kini sedang mempersiapkan segalanya untuk besok, sambil bersenandung ria. Monic sangat bersyukur karna di terima kerja. Akhirnya dia bisah bemberi yang baik buat sang putra dan kedua orang tuanya.


Monic juga memberi tahu kepada sang adik jika sudah di terima kerja. Sang adikpun sangat bahagia, begitupun Sofia sang sahabat.


keesokan harinya Monic sudah mulai bekerja. Monic sangat bahagia karna sebagian temannya banyak yang baik. Meski ada juga yang menatapnya sinis. Wajar sih ya, karna memang karyawan baru akan seperti itu. Apa lagi OB, pasti di pandang sebelah mata.


Tapi Monic tak sakit hati apa lagi minder. Dia tetap semangat bekerja. Apa lagi di kota kehidupan memang kejam. Jika tidak menindas akan tertindas.


"Hey kau kemari" panggil karyawan senior sambil melambiakan tangannya. "belikan kita berempat makanan di deket gedung ini sebelah kiri." sang karyawanpun menyebutkan pesanan yang harus di beli.

__ADS_1


Monic tak membantah, dia bergegas membelikan makanan pesanan seniornya itu. Monic tak ingen mencari masalah di hari pertama bekerja. Memang beginilah menjadi OB di suruh sana sini.


tak terasa kini Monic sudah jam istirahat. Monic dan Sofia membawa bekal, akhirnya mereka berdua makan di taman kantor. Mereka lebih milih memasak, karna kalau setiap hari beli boros juga.


"Fi capek sekali ya. Di suruh beli ini itu sama karyawan lain" Adu Monic, dia baru kali ini kerja sambil di suruh suruh.jadi maklum ya kalau agak kaget. dulu di tempatnya kerja semua sama tak ada bedanya. Sekalinya di bedadakan Monic kaget. Tapi mau membantah juga sadar diri dia siapa. hanya sebagian debu saja.


"Maklum pertama kerja Mon, nanti lama lama juga terbiasa. di suruh suruh tuh biasa bahkan dulu aku sampai sakit gara gara ke capek,an." balas sang sahabat. "tapi mau gimana lagi, memang ini pekerjaan kita. Semangat aja sih. Bayangin aja mikir kebutuhan yang menumpuk. Nanti pasti semangat kerjanya." lanjut sang sahabat.



__ADS_1


"Reno!" triak sang mamah. Cepat nak siap siap! kita ke tempat tante winda buat fiting baju, pasti Cindy sebentar lagi sampek sana nak sama tante novi" lanjut sang mamah.


Sang mamah sungguh bahagia, anak semata wayangnya 2 bulan lagi akan menikah, bahkan sang mamah sangat antusias menyiapkan segalanya untuk pernikahan sang anak.


Tanpa sang mamah tau, bahwa Reno terpaksa menerima perjodohan ini. Hatinya masih sangat berharap ketemu sang kekasih yang telah iya sakiti. Sudah bertahun tahun mereka tak pernah bertemu lagi. Tapi tak ayal Reno slalu berdikir Monic pasti sudah berkeluarga.


Reno menghembuskan nafasnya. Lalu keluar dari kamar. Siang ini Reno memang tak berangkat ke kantor, karna permintaan sang mamah.


"Mah acaranya kan masih lama, buat apa fiting baju sekarang. Nanti kalau sudah kurang 2 minggu kan sama saja mah" sambil menggrutu Reno turun ke lantai bawah mengekori sang mamah.


"Bukannya lebih cepat lebih baik. Lagian sekrang apa nanti sama saja gak ada bedanya." ujar sang mamah. "Ayo pah kita pergi sekrang, setelah nemenin Reno fiting baju nanti kita jalan jalan sekalian, sudah lama lo pah kita gak jalan bareng"

__ADS_1


Sang papah hanya mengangguk, tanpa berkomentar apapun, jika ratu sudah bertitah tak ada bantahan.


__ADS_2