
"Tidak masalah, tante temanin sekalian." Tanpa di komando sang tante lidya langsung menggandeng tangan Raka. Untuk menuju tempat mainan. Sebelum itu tante lidya menyuruh sang bibik dan sopirnya untuk pulang terlebih dahulu.
Monic merasa tidak enak hati karena semua mainanya yang membayar tante lidya. "Tante seharusnya Monic saja yang membayarnya, malah ngerepoti tante terus."
"Ais kamu ini.. tidak masalah, lagian uang tante juga banyak dan tante mau menghabiskannya. Biar suami dan anak tante yang mencari uang, dan tante yang menghabiskannya. Ujar tante lidya sambil tertawa keras, Monic dan Sofia pun ikut tertawa.
•
Tidak lama mereka kini sampai di rumah tante Lidya. Setelah turun dan mobil Raka langsung kegirangan melihat rumah sebesar ini. "Mah rumahnya besar sekali, seperti rumah kerajaan" oceh Raka. Tante Lidya yang mendangar hanya terkekeh.
Monic dan Sofia juga sangat kagum melihat mansion mewah di depannya. Gerbang yang menjulang. Interior yang luar biasa, tempat yang nyaman.
"Mon kita kerja seumur hidup belum tentu bisa membuat rumah sebesar ini, jangankan rumahnya prabotannya mana bisa" bisik Sofia, Sofia terkekeh setelah mengatakan itu.
Monic yang mendengar seloroh Sofia, mencubit gemas sang sahabat."husss, jangan malu malu,in"
Sofia hanya tertawa terbahak bahak.
"Kamu tau Mon, aku bahkan setiap hari malu malu,in, karena selalu membawa sisa makanan setiap hari dari rumah tuan Jonathan." Sofia kembali terkekeh setelah menceritakannya. Dasar Sofia urat malunya sudah putus.
Mereka sampai di depan mansion megah itu, tante Lidya langsung membukanya, akhirnya mereka semua masuk. Raka langsung loncat loncat kegiranga. "Dimana tuan bi,?" Tante lidya bertanya sambil berjalan ke arah dapur setelah mempersilahkan tamunya duduk, sambil mengeluarkan kue kue yang di beli tadi di jalan. "Sajikan ini semua pada mereka ya bi. Saya mau ke kamar dulu menemui tuan, dan buatkan mereka jus ya." Setelah mengatakan itu tante Lidya berlalu untuk naik kekamarnya.
__ADS_1
Tidak lama tuan besar dan nyonya Lidya turun ke bawah untuk menemui tamu mereka. "Kanalkan ini suami tante."
Monic menyodorkan tangan terlebih dahulu di susul Sofia, dan trakhir Raka. Tuan besar yang melihat Raka langsung menoleh terhadap istrinya, sang istri hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun. "Silahkan duduk." Tuan Darmawan duduk di susul mereka semua. "Kalian kerja di mana.?" Tanya tuan Darmawan.
"Prusahaan Darmawan corp tuan" jawab Monic
"Panggil Om nak"
"Baik om, Sambung Sofia."
"Apa kalian tau siap pemiliknya?" Lanjut tuan Darmawan
Tuan Darmawan menghela nafas panjang, tuan Darmawan yakin mereka tidak tau siapa dirinya.
"Apa kalian tau nama pemiliknya?" Lanjut tuan Darmawan.
"Reno namanya tuan. Ujar Monic. "Laki laki menyebalkan. " gumam Monic yang masih bisa di dengar oleh tuan dan istrinya. Tuan darmawan mengangkat alisnya tanda bertanya pada sang istri, nyonya Lidya hanya mengendihkan bahunya. Tanda tidak tahu.
"Anak tampan kemari sayang." Panggil tuan besar sambil melambaikan tangannya kepada Raka "Kenapa ayahmu tidak ikut?"
"Raka tidak punya ayah opa, Raka hanya punya mamah," jawab Raka, dan itu sukses membuat Monic berkaca kaca, apa yang harus Monic katakan kelak.
__ADS_1
"Ayo kita makan yuk ini sudah hampir sore." Nyonya Lidya segera mengalihkan pembicaraan sensitif ini, Mereka semua menuju ruang makan yang sangat mewah itu.
Setelah selesai mereka berbincang beberapa saat tak lama Monic, Sofia dan Raka pamit pulang.
"Kenapa buru buru, tidur disini saja ya nak," pinta tante Lidya, Lidya berharap Reno bertemu Raka, namun harapan tinggal harapan ternyata Reno keluar bersama Jonathan.
"Maafkan kami tante, Kami harus pulang, besok keluarga Monic mau berkunjung ke kost Monic.
"Apa cucu Opa ini tidak ingin menginap di sini??" Tanya tuan Darmawan, Raka hanya memeluk Opanya itu sambil menggeleng. Tuan Darmawan yang mendapat pelukan dari Raka entah kenapa rasanya ada sesuatu di hatinya.
"Kalau begitu kami pamit ya Om,tante." Mereka salim bergantian.
"Biarkan sopir mengantar kalian ya,"
"Terimakasih tante."
"Dada Oma, Opa." Raka melamabaikan tangannya dan di balas lambayan tangan dari tuan Darmawan dan ibu lidya.
"Apa mungkin itu anak Reno." Batin tuan Darmawan
Raka berjalan keluar dengan berlari, dan sambil bernyanyi. Dia sangat bahagia, pergi jalan jalan, di belikan mainan banyak dan di kasih makanan enak enak sama Oma, Opa barunya.
__ADS_1