KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-85


__ADS_3

ting


"nanti malam kesini ya dek, kak Reno ada perlu denganmu jangan sampai lupa."


Hah Fatih menaruh ponselnya kembali di meja balkon kamarnya, setelah membalas pesan sang kakak. dia terus kepikiran sama Keyla, atas kesalahannya yang melukai hatinya. Atas kata katanya yang baru ia sadar kalau sungguh keterlaluan.


"aku tidak yakin dia tidak akan menggangguku lagi, tapi aku harus minta maaf padanya atas semua perkataannku tadi siang." Fatih beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk bersiap ke rumah sang kakak ipar.


"sayang."


"Monic menoleh mendengar suara sang suami yang memanggilnya. "iya kak."


"kita kekamar yuk." Reno mendusel duselkan wajahnya di bahu sang istri. Tanpa peduli kedua orang tuanya yang berada di sofa depan TV sedang bersantai.


"lihatlah kelakuan anakmu mah." sang mamah mencebikkan bibirnya tanda mencemooh sang suami.


"seperti tidak sadar saja yang bicara." Sang mamah beranjak untuk kembali ke kamar. Karena waktunya mandi. Hari sudah semakin sore.


"mah tunggu." sang papahpun menyusul sang mamah yang sudah berlalu.


"kak jangan seperti ini. Geli." Monic berusaha menghindar dari kenakalan tangan sang suami.

__ADS_1


"makanya sudah dulu bekerjanya, biarkan di kerjakan bibik."


"baiklah baiklah. Lepas dulu." Reno bersorak dalam hati berhasil menghentikan aktifitas sang istri.


Mereka pun kembali ke kamar untuk mandi. "kak Raka pergi sama siapa? Kok gak pulang pulang."


"ikut Key tadi. Katanya mau beli eskrim sekalian ke taman kota,"


jam sudah menunjukkan jam setengah 7 malam. Fatih sedang di jalan menuju kediaman Reno. Tidak lama Fatih pun sampai. Kini dia sedang turun dari motor sportnya.


Dari belakang terlihat Mobil yang memasuki halaman luas mansion Reno. terlihat Keyla turun dari mobil itu di susul Raka di belakangnya.


Deg.


"Nona," Keyla menghentikan langakah nya dan menoleh di panggil sang supir ketika hendak masuk.


"iya pak."


"apa anda akan keluar lagi atau tidak Nona, jika tidak saya masukkan Mobilnya."


"masukkan saja pak saya tidak ke mana mana." sang supirpun mengangguk dan segera bergegas kembali ke tempat mobil sang Nona berada.

__ADS_1


"ayo tampan kita masuk." mereka berjalan beriringan sambil berpegangan tangan.


"om Fatih." Raka berlari setelah melihat sang om berada di depan pintu masuk dan meninggalkan Kayla begitu saja di belakang.


"hohoho jagoan Om." Fatih merentangkan tangannya agar Raka memeluknya. pandangan Fatih beralih menatap Keyla yang mulai mendekat padanya.


"tunggu Key." Keyla yang hendak masuk berhenti tanpa menoleh kebelakang. "aku minta maaf atas perkataanku, aku tidak bermaksud mengatakan hal yang menyinggung har-"


Keyla masuk tanpa mendengarkan sampai selesai perkataan Fatih. Dia sungguh harus berusaha untuk tidak peduli lagi pada Fatih. Makanya dia ingin segera pergi dari sana. Karena janyungnya tidak baik baik saja.


"key tu-"


"sudah sampai sini Fatih." Fatih yang mendengar suara sang kakak ipar pun tidak melanjutkan mengejar Key yang terlihat tergesa gesa pergi dari sana.


"ah iya kak. Baru saja sampai." Fatih segera berjalan menghampiri sang kakak ipar yang sedang berdiri di dekat tangga.


"tunggulah sebentar, kakakmu sedang bersiap."


"memang kita mau kemana kak.?"


"kita akan pergi makan malam."

__ADS_1


Fatih tidak bertanya lagi. Dia hanya diam sambil menunggu sang kakak.


Tidak lama sang kakak menuruni tangga. "sudah di sini kamu dek." Monic menuruni tangga dengan gaun malamnya yang sangat indah dan terlihat begitu cantik.


__ADS_2