KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-60


__ADS_3

Satu bulan berlalu, sejak kejadian waktu itu. Kini Monic sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Dan Raka sudah pulang kekampung halaman Monic. Meski mamah Reno memberi penjelasan pada Monic tetap saja Monic tidak mau kembali lagi sama Reno. Sampai akhirnya Reno menyerah dan lebih memilih menjaga jarak dengan Monic.


Flasback


"Mon kembalilah pada Reno nak, dia sudah menyesali perbuatannya dan ingin menebus semua kesalahannya di masalalu." Mamah Reno berharap Monic mau melupakan masalalu dan mau menerima sang putra kembali, apa lagi sudah ada Raka di antara mereka.


"Maafkan Monic tante, Monic belum bisa terima Reno, Monic masih ingin sendiri dan tidak ingin berumah tangga dulu. Biarlah Monic membesarkan Raka dulu."


"Kamu bisa kok sayang membesarkan Raka bersama Reno, dia kan ayahnya."


"Maafkan Monic tante" mamah Lidya yang mendengar penuturan Monic sudah tidak ingin melanjutkan lagi untuk berbicara, sudah bisa di pastikan semuanya akan sia sia.


Flasback off.


Tok...tok...tok..


"Masuk,"


Permisi pak, saya mau mengantarkan makan siang anda." Reno mengernyitkan kedua alisnya, pertanda bingung, perasaan Reno tidak memesan makan siang, tapi kenapa di anteri makan siang pikirnya.


"Siapa yang pesan makan siang. Saya tidak pesan makan siang hari ini. Karena saya mau makan di luar bersa--"

__ADS_1


"Kakakkkkk, jadi makan siangnya??"


"Ow kau sudah datang, naik apa kesini?" Reno beranjak dari duduknya dan melewati Monic begitu saja untuk menghampiri keyla yang berada di dekat Pintu ruangan Reno.


"Di anter supir moms tadi, ayo kak katanya mau menghabiskan waktu denganku hari ini"


Deg


"Menghabiskan waktu bersama. Siapa wanita ini." Batin Monic.


"Dengan senang hati princess"


"Kamu ngapain masih di sini?? Apa ada yang ingin kamu sampaikan lagi" Monic yang mendengar suara Reno langsung gelagapan dan segera pamit dari sana. "Ini kan yang kamu inginkan Mon, maka itu yang akan terwujud." batin Reno


Reno hanya mengangguk tanpa menjawab, pikirannya masih berpaud dengan raut wajah Monic tadi.


"Really??" Keyla yang merasa di abaikan langsung menginjak kaki Reno.


"Auwww, apa kamu sudah gila Key." Reno meringin karena kakinya di injak dangan heals yang Keyla gunakan.


"Salah sendiri aku di cuekin." Keyla terkekeh setelah mengatan itu. Mereka berjalan beriringan keluar ruangan Reno kini mereka sudah keluar dari lief kusus CEO.

__ADS_1


Keyla tersenyum sumringah dan menyikut lengan Reno ketika matanya tidak sengaja melihat Monic memperhatikan mereka di lobi. "Kak lihat ke arah jam 9." Bisik Keyla.


Reno merasa heran melihat tingkah Keyla yang berbisik, tapi akhirnya Reno menoleh, setelah melihat Monic, Reno segera merangkul Keyla, Reno ingin memastika sesuatu.


"Yessss." Keyla menautkan alisnya melihat tingkah Reno.


"Kakak kenapa." Keyla bertanya sambil memicingkan matanya.


"Tidak.! Ayo kita makan siang." Reno menarik Keyla untuk mengajaknya makan sambil matanya tidak lepas melirik Monic yang berdiri dekat tembok. Senyumnya terus merekah melihat raut cemburu di  wajah Monic. Itu tandanya wanita itu masih sangat mencintainya.


Disisi lain Monic yang melihat itu ada yang sakit di hatinya. "Apa Reno sudah memiliki calon yang lain, wanita yang sangat cantik dan manis. Jauh sekali denganku, apa lagi aku hanya OB di sini." Gumam Monic sambil kembali ke pantry untuk mengajak Sofia makan siang.


"Kenapa tuh muka lecek banget  belum di gosok?" Kelakar Sofia, Sofia tau apa yang menyebabkan Monic seperti ini, karena Sofia sempat melihatnya tadi. "Makanya, kalau mau, terima aja, jangan sok nolak, toh tuan Reno udah berjanji mau berubah dan membahagiakan kamu."


"Aku takut Fi, kamu tau sendiri apa yang aku alami selama ini." Ujar Monic lirih


"iya aku tau." Sofia menggengam tangan Monic dan mengajaknya duduk deket panty. "Mon, jika kamu takut melangkah, maka kamu tidak akan pernah merasa bahagia, kamu akan slalu takut dan takut, ingatlah kesakitan itu bagian dari hidup, karena hidup tidak akan selalu bahagia."


Monic yang mendengar itu langsung menangis.. "Fi."


Sofia langsung memeluk Monic. "Ingat Mon, mungkin dulu hingga sekarang kamu merasa lelah den kecewa, tapi satu hal yang perlu kamu tahu. Allah tidak akan memberikan kesedihan tanpa merencanakan kebahagian setelahnya."

__ADS_1


"Fi..." Monic semakin mempererat pelukannya pada Sofia. Kini dia yakin untuk menerima Reno kembali jika nanti Reno mengajaknya menikah lagi. Tapi sekarang Monic ragu karena tadi Monic melihat sendiri Reno bersama wanita. Meski Monic belum tau siapa wanita itu, tapi Monic yakin dia bukan adik Reno karena Reno anak tunggal.


__ADS_2