
Huffff Monic beranjak dari tempat duduknya untuk menuju tempat kerjanya kembali, setelah sedikit menenangkan diri. Monic berjalan tergesa gesa untuk segera sampai di pantry.
"dari mana kamu,"
Monic sangat terkejut mendengar suara yang ada di belakangnya, Monic segera menoleh dan betapa terkejutnya Monic melihat ibu indah di belakangnya.
Ibu indak melipat kedua tangannya di depan dada sambil memandang Monic dengan tatapan marah nya.
"Ah maaf ibu tadi dari taman sebentar bu," Monic menunduk untuk menghindar tatapan tajam dari ibu indah. Ibu indah yang tinggi dan badan yang berisi mampu membuat lawan bicaranya merinding.
"Segera kerjakan tugasmu dan satu lagi, kalau bukan jam istirahat di larang bersantai di taman mengerti!!?" Ibu indah segera berlalu setelah memberi nasehat kepada bawahannya.
__ADS_1
Monic langsung terjatuh duduk di kursi setelah ibu indah pergi, sungguh sangat menakutkan ibu indah ketika berbicara. Tak ayal jika di jadikan atasan para OB.
Kini Monic dan Sofia sedang makan bekal yang mereka bawa dari tempat kerjanya. Tak lama terdengar suara dering Ponsel di saku Monic. Monic segera mengambilnya, setelah di lihat ternyata yang menelfon Raka sang buah hati, Monic segera menggeser tombol hijau , tak lama senyum Raka langsung mengembang setelah melihat wajah sang mamah.
"Mamah..., mamah kapan pulang mah? Raka kangen mamah, apa mamah tau tadi Raka punya teman baru di sekolah, dan dia sangat crewet sekali mamah," Raka begitu antusias menceritakan kepada sang mamah kegiatan sehari harinya, Monic yang mendengar sang anak menceritakan kesehariannya begitu senang. Setidaknya sang anak bahagia bersama nenek kakeknya.
"Ah anak tampan mamah, sebentar lagi nak mamah pulang, oh iya, siapa sayang nama teman Raka, apa dia baik, dan iya kalau di sekolah Raka jangan nakal ya nak sama teman temannya Raka, Mengerti sayang?"
"mengerti mah, Raka main dulu ya mah, bey mamah muach" Raka berlari keluar untuk bermain, sedangkan Monic hanya tertawa melihat tingkah sang anak, namanya anak anak kalau cerita giliran di tanya hanya menjawab bagian belakangnya saja.
"pak, buk, apa kabar?" tanya Monic sambil tersenyum, Monic berharap semoga kedua orang tuanya selalu di beri kesehatan.
__ADS_1
"Baik nak, bagaimana pekerjaanmu nak, lancar?"
"iya bu lancar, dan sekarang Monic lagi makan siang sama Sofia," Monic mengarahkan ponselnya kepada Sofia. Sofia melambaikan tangan sambil tersenyum
"Ibu, Bapak, apa kabar bu?" sapa Sofia.
Orang tua Monic tersenyum melihat Sofia, gadis baik yang telah membantu anaknya ketika berada jauh dari mereka. Tak dapat di pungkiri orang tua Monic berhutang banyak pada Sofia.
"Baik nak, Mainlah kesini kalau Monic pulang. Pulanglah ke sini nak, anggap kami orang tuamu juga ya, jangan sungkan, Apa kamu tidak merindukan kesayanganmu Rak itu,"
"Sangat bu, Sofia sangat merindukan keponakan tampan Sofia itu," ujar Sofia dengan tawa renyahnya, Sofia bersyukur bisa kenal keluarga Monic yang begitu hangat dan baik padanya, Di saat ibu dan kakaknya telah tiada masih ada orang orang baik di sekitarnya, Tak bisa di pungkiri juga kalau Sofia sangat merindukan Viola, Tapi sayang karna Ponsel Sofia hilang jadi dia kehilangan jejak sang keponkan. Sofia berharap sang keponkan bahagia di ansterdam sana bersama sang deddy nya.
__ADS_1
"baiklah nak, kalau begitu ibu tutup dulu tlfonnya, jaga kesehatan kalian di sana ya, jangan banyak main di luar gak baik. "
"iya ibu" jawab Sofia dan Monic bersamaan Setelah itu monic memasukkan ponselnya kembali di kantong celananya, dan meneruskan makan mereka. Karena sebentar lagi jam istirahat usai.