
"Ren ayo kita makan siang bersama Cindy, Kebetulan dia berada di cafe dekat sini, Kalau bukan mamah yang menjemputmu langsung, pasti kamu banyak alasan."
Reno terkejut melihat sang mamah sudah berada di ruangannya, Reno tak menjawab, Reno hanya melihat sekilas dan kembali membuka berkasnya.
"Ren apa kamu it~~"
"Sudahlah mah, Reno sedang banyak kerjaan, sama mamah saja" Reno langsung memotong perkataan sang mamah. Jika terus diam sudah bisa di pastika sang mamah akan terus bicara.
"Ayolah nak, ini waktunya istirahat." Sang mamah berjalan ke kursi sang anak dan menarik tangannya untuk di ajak makan siang bersama.
"Huf" Reno akhirnya beranjak dari kursi kebesarannya untuk mengikuti kemauan sang mamah.
•
Monic dan Sofia sedang bersiap untuk pulang, seperti biasa meraka berpisah arah, Karena Sofia masih harus bekerja di apartemen tuan Jonathan.
__ADS_1
Monic dan Sofia saling melambaikan tangan, Setelah Sofia berlalu tiba tiba ada yang menarik tangan Monic dan di masukkan kedalam Mobil mewah.
"Apa yang anda inginkan!!" Bentak Monic sambil menghempas tangan Reno dari lengannya.
"Tolong Monic jangan seperti ini, sudah cukup kita seperti ini, dan mari kita mulai semuanya dari awal, Aku akan menebus semua kesalahanku di masalalu padamu ku mohon."
Reno memohon sambil memengang tangan Monic dengan erat. Ini belum ada tiga bulan tapi Reno sudah kelimpungan, Bagaimana dengan Monic yang dipermainkan selama 1 tahun dan menanggung semuanya selama bertahun tahun.
Monic melepas genggaman tangannya dari Reno, Sungguh Monic tidak bisa jika harus bersama lagi sama Reno, meski cintanya tak bisa pudar dari hatinya.
"Ren aku mohon menjauhlah dari hidupku, Anggap kita tidak pernah kenal, Cukup atasan dan bawahan saja. Aku sudah sangat berusaha melupakanmu Ren, Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa jika harus menjalin hubungan kembali denganmu. Sudah cukup semua ini Ren. Aku tidak bisa bersikap garang karena memang aku tidak bisa, tapi aku juga tidak bisa baik seperti dulu lagi. Apapun yang terjadi kumohon menjauhlah." Monic melihat kearah jendela tanpa mau menatap Reno. Matanya sudah berkaca kaca. Tapi Monic menahan agar tidak menangis. Biarlah semuanya seperti ini saja, ini lebih baik. "Saya permisi tuan"
Tes. Air mata Monic menetes dan berhasil membuat Reno melepas tautan bibirnya. "Maafkan aku sayang, aku tidak berma~~"
Plakkk, monic langsung menampar Reno. "ini lah yang anda inginkan dari saya bukan! hanya untuk ini bukan? Jika anda ingin semuanya baik baik saja, jangan pernah lagi mengganggu saya!!"
__ADS_1
Tanpa pamit Monic langsung keluar dari dalam mobil Reno dan berlari, Monic tak bisa membendung air matanya. Dia semakin merasa jika dirinya hanyalah sebatas itu saja untuk Reno. Monic mengepal tangannya erat, dia marah dengan dirinya sendiri.
"apa yang kau masak." Jo bertanya sambil berjalan kearah meja makan di apartemnnya ketika Sofia memanggilnya untuk makan malam. Jo pun segera duduk dan bersiap untuk makan.
"saya masak tumis kangkung dan goreng ikan jaer tuan."
"kampungan sekali masakanmu, apa kau tidak pernah makan di resto bintang 5 sehingga kau masak makanan kampungan seperti ini?"
"Di coba dulu tuan, lagian di dalam kulkas tidak ada apapun yang bisa saya masak jadi terpaksa beli di tukang sayur keliling tuan, Dan tolong nanti uang saya di ganti ya tuan, Buat belanja sayuran ini tadi Semua totalnya duapuluh sembilan ribu tuan."
Jonathan melongo mendengar penjelasan Sofia, perhitungan sekali wanita di depannya ini, Jo segera menyelesaikan makannya dan bergegas naik ke atas, Tiba tiba Jo menghentikan langkahnya dan menoleh, "sebelum kamu pulang panggil saya, Mengerti?" tanpa menunggu jawaban Sofia Jonathan langsung bergegas ke atas.
Setelah Jonathan tidak terlihat Sofia segera membereskan meja makan dan membersihkan semuanya, Sofia juga membawa sisa makanan yang masih banyak, Lumayan buat makan dirumah bersama sang sahabat, pikir Sofia, toh disini juga akan di buang bukan keesokan harinya.
"tok..tok..tok..tuan" Sofia kembali mengetuk pintu dan tak lama kamarpun terbuka, "tuan saya mau pulang ini sudah waktunya untuk pulang tuan."
__ADS_1
"tunggu," Jo bergegas masuk kembali untuk mengambil sesuatu, Tidak lama Jo keluar lagi dan memberikan uang untuk Sofia. Yang ini untuk bayar hutang belanja tadi, sisanya buat kamu, Dan ini untuk belanja besok di supermarket buat kebutuhan dapur, jangan beli makanan kampungan, Mengerti?"
"Baik tuan, saya permisi, Eh iya tuan, sisa makannanya saya bawa ya tuan, eman tuan kalau di buang sisanya Kan lumayan buat makan di rumah sama teman saya tuan." Sofia meringis ketika mengatakan itu, Biarlah dia malu malu,in toh sayang kan kalau makanan masih enak di buang. Sofia membungkun dan keluar dari apertemen Jo, tanpa menunggu jawaban dari yang punya tempat.