
"dia meninggalkan ku begitu saja. Dia yang mengajakku, tapi malah aku di tinggal." keyla menggrutu sambil berjalan menghampiri Fatih.
"Eh mas Fatih, lama tidak ke sini mas,tambah keren saja."
"ah mang Jojo bisah saja, sekarang saya sudah kerja mang, jadi agak jauh dari sini. Saya pesan seperti biasa ya mang. 2 porsi, sama jeruk hangat 2."
"baik mas, di tunggu." Keyla masuk dan duduk di sebelah Fatih dengan wajah di tekuk. Bahkan dia tidak mau melihat ke arah Fatih.
"Kamu kenapa, apa kamu tidak mau makan di tempat seperti ini. Jika iya, mari kita pindah." Fatih melihat wajah Keyla yang seperti kesal. Jadi Fatih berfikir Keyla tidak mau makan di tempat seperti ini.
"Tidak perlu, kita makan disini saja."
"Kamu yakin.?" Keyla hanya mengangguk tanpa berniat menjawabnya.
Tidak lama, makanan mereka datang. "Pacarnya mas.? Kok bening bener."
"Ah di-"
"Hanya teman pak, yang kebetulan pulang bersama. Lagian mana mau laki laki sebaik dia sama saya pak. Seleranya itu yang santun dan baik pak. Bukan saya, saya hanya gadis urakan yang tidak tau malu." Keyla berujar sabil tersenyum manis pada mang Jojo. Dan setengah menyindir Fatih.
"Ah kalau begitu saya akan ambilkan pesanan yang lain." Mang Jojo segera berlalu dari sana, ketika merasakan suasana yang kurang baik.
Sedangkan Fatih langsung menatap Keyla dengan tatapan marahnya, kenapa Keyla masih saja mengungkit kesalahannya, dan terkesan masih sangat marah padanya. Mereka berdua pun makan dengan diam, tanpa ada yang berbicara. Keyla terlihat antusias memakan makanan yang ada di depannya, meskipun awalnya terlihat ragu. Tapi lihatlah, sekarang bahkan makanannya sudah hampir habis.
Sedangkan selera makan Fatih menguar begitu saja. Yang awalnya lapar. Jadi kenyang. Dia justru ngalamun.
"Ada apa dengannya. Apa dia sedang kepikiran kekasihnya. Ah sudahlah, untuk apa aku peduli." Batin Keyla.
Dretzzz. Ponsel Keyla berbunyi. Ada panggilan masuk. "Iya Riki, ada apa malam malam begini menelfonku.?"
"Apa kamu besok ada acara. Kita jalan jalan yuk, aku bisan nih tidak ada kegiatan."
"Ah kau ini. Aku lihat besok ya, soalnya kakak iparku ada di rumah sakit, sedang di rawat."
"Baiklah, ingat aku tidak mau ada kata tidak."
"Hey sama saja itu pemaksaan namanya."
"Biarkan saja. Kamu harus bisa."
"Baiklah baiklah. Ya sudah, aku mau pulang dulu,." Keyla menutup ponselnya dan meneruskan makannya.
"Siapa.?" Fatih bertanya sambil menatap Keyla dengan tatapan intimidasi.
"Teman."
__ADS_1
"Yang kemaren.?"
"Hem."
"Jangan keluar dengannya.!"
Keyla yang mendengar itu, mengernyitkan alisnya. "Kenapa,? Lagian aku tidak perlu ijin kak Fatih."
"Aku bilang tidak ya tidak."
"Terserah aku lah, apa urusannya sama kakak."
"Key,! Jangan berdebat dengan kakak,"
Keyla akhirnya memilih diam. Toh Fatih tidak akan tahu kalau dia akan keluar besok, apa lagi besok kantor libur. Karena tanggal merah.
"Ayo kak kita pulang. Key ingin segera istirahat." Keyla dan Fatih pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar bersama setelah membayar makanan mereka.
Sedangkan di rumah sakit Reno kini sedang memandangi sang istri sambil mengelus rambutnya. "Sayang apa kamu tahu, ibu bapak ada di sini lho, apa kamu tidak ingin bertemu mereka. Bangunlah sayang." Reno terus saja mengajak Monic bicara.
Dua hari berlalu, keadaan Monic masih sama saja tidak sadarkan diri, Reno pun tidak mau bergeming dari sisi sang istri. Dia terus menjaga Monic, Reno ingin ketika Monic sadar dia orang pertama yang di lihat sang istri.
"nak bagaimana keadaan Menantu mamah." Reno menoleh dan melihat sang mamah memasuki ruangan rawat sang istri bersama sang papah.
"masih sama mah. Tidak ada prubahan."
Drezttt...
"katakan.!" setelah Reno tahu siapa sang penelfon dan langsung mengangkatnya, sambil berjalan keluar, agar semua keluarga tidak mendengar pembicaraannya. "aku akan kesana."
Reno bergegas masuk kembali "mah titip Monic, Reno ada perlu sebentar mah." tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya, Reno segera pergi dari sana.
Tidak lama Reno sampai di markas yang sudah lama iya tinggalkan. "setelah 4tahun akhirnya aku harus kembali ke tempat ini lagi." gumam Reno, Reno berjalan memasuki markas. Disana sudah terlihat anak buah Reno yang berjejer rapi memberi Hormat pada mantan ketua Mafianya.
"bagaimana.!!" tanpa basa basi Reno langsung pada tujuannya datang ke markas itu.
Bagas langsung memberika foto Vidio dan seluruh bukti lainnya. "Apa.!!" Reno langsung berdiri dan menggebrak Meja si sepannya. "Apa ini tidak ada kesalahan.?!!"
"Tidak tuan. Semua ini benar. Anak buah yang ada di dalam sini, tidak lain dari ZDNIG,"
"Sial, berani sekali Ziko mencari masalah denganku. Segera siapkan semuanya, kita akan ke sana sekarang juga. Bawa anak buah yang di perlukan." Reno ingin segera menghajar si pelaku, yang sudah berani mencelekai sang istri tercinta.
"Tenang Ren. Kita temui dia baik baik dulu, siapa tahu bukan dia."
"Bukan dia bagaimana.!!! Sudah jelas mereka semua anak buahnya."
__ADS_1
"Baiklah baiklah." Jonathan lebih memilih mengalah. Karena Reno sangat bahaya jika sudah marah.
"Gas.!!!"
"Tentu." Bagaspun segera mempersiapkan segalanya.
Sedangkan di tempat lain. "Tuan, ada beberapa mobil menuju ke markas kita."
"Siapa.?"
"Sepertinya dari RDdro."
"RDdro.!!? Untuk apa, kita tidak ada masalah dengannya."
"Mungkin masalah Nona Tere yang sudah mencelakai Istri dari pemimpin RDdro."
"Tere,!!!kau benar benar membuatku dalam masalah." Geram Ziko. "Kita temui mereka." Zikopun segera bergegas untuk menyambut tamunya.
"oh, ada tamu besar kemari rupanya. Mari silahkan masuk." Ziko berusaha tenang menghadapi Reno yang terlihat sangat di penuhi amarah.
"tidak perlu basa basi!!!. Katakan saja, apa yang akan menjadi jaminan untukku.!!"
"apa maksudmu!"
Tidak perlu basa basi. anda pasti tahu tujuan saya ke mari.!!"
Hufff, " ok, kita bicarakan ini baik baik, tanpa harus ada pertumpahan darah."
"tidak.!! Mana ada seperti itu, anda pikir saya terima.!! Jangan harap.!"
"akan saya beri tahu pelakunya, tapi jangan lukai dia. Bagaimana.?"
"hahahha kamu pikir saya masih bisa membuat dia baik baik saja, bahkan nyawanya bisa saja pergi dari raganya.!!"
"kalau begitu saya tidak akan memberi tahu.!"
"tidak perlu.!! Karena saya sudah tahu siapa orangnya." Reno berbalik melihat pada bagas dan Jonathan. "bagas.! Jo.!"
"baik tuan." mereka berdua segera melakukan tugas mereka.
"kita lihat, anda akan datang pada saya dengan sendirinya." Reno segera berlalu dari sana, untuk kembali menemui sang istri.
"tunggu,!!! Apa yang kau lakukan.?"
Reno tersenyum semk. "hanya bermain dengan tikus God." Reno kembali berjalan untuk segera keluar dari sana.
__ADS_1
Duarrrr. Tidak lama terdengar suara ledakan dari gedung paling belakang markas ini. "sial. Ternyata dia menghancurkan gudang senjataku,!!! Tere awas kamu." ya Ziko sangat marah dengan sifat adiknya yang bisa berbuat senekat itu.