KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-67


__ADS_3

"Hey kenapa." Monic merasa aneh melihat raut wajah Keyla yang seperti marah. Ada apa dengan anak ini pikirnya


"Tidak," Monic hanya menepuk jidat melihat cara Keyla ngambek.


"Ayo ikut kakak ke dapur buat minum untuk mereka," Monic beranjak dari duduknya di susul Keyla di belakangnya.


"Kak itu siapa?" Keyla menunjuk ke arah belakang yang memperlihaykan Fatih yang sedang memberi makan kucing.


"Ow itu adik kakak, namanya Fatih, memang kamu belum pernah bertemu dengannya?" Monic balik bertanya, karena seingat Monic mereka pernah bertemu di RS waktu Raka di rawat.


"Belum kak, aku hanya tau bibik sama paman saja. Tampan ya kak" Keyla senyum senyum sendiri melihat Fatih yang sedang asyik mengelus kepala kucing kesayangannya.


"Hey sudahan lihatnya nanti naksir baru tau rasa kamu." Monic membuyarkan hayalan Keyla yang berkelana kemana mana.


"Sepertinya aku memang naksir kak." Keyla langsung berjalan menghampiri Fatih.


"Hay..." Fatih terkejut medengar suara asing yang tiba tiba terdengar di belakangnya.


"Eh iya," Fatih langsung.berdiri dan melihat Keyla di depannya. "Ada yang anda perlukan Nona?"


"Tidak tidak, aku hanya tidak sengaja melihatmu bersama kucing disini ketika membuat minuman bersama kak Monic."

__ADS_1


"O"


"Hanya O. Astaga aku sedang gugup dan dia sesantai itu." Batin Keyla.


Monic yang melihat Keyla salah tingkah hanya menggeleng. "Dasar Keyla." Gumamnya.


"Dek bawakan minum ini ke depan ya. Kakak tidak bisa membawa semuanya." Monic menyuruh Fatih membantunya.


"Siap kak, apa anda masih mau di sini Nona,?"


"Ah tidak, aku akan ikut kak Monic saja." Keyla langsung bergegas membuntuti Monic di belakangnya.


"Aku mau minta maaf," Sofia menoleh mendengar suara Jo di belakangnya.


"Lupakan, bukankah itu yang kamu katakan waktu itu." Sofia berbalik dan segera masuk ke dalam rumah Monic. Niat hati ingin menikmati suasana di sore hari di sebelah rumah Monic yang terdapat bunga bunga yang segar. E malah ada yang merusak moodnya.


"Hufff aku merindukan sifat jailnya." Gumam Jo. Jo mendesahkan nafas panjang dan ikut masuk menyusul Sofia di belakangnya.


"kita sepakat ya untuk merayakan pernikahan Monic dan Reno 1 bulan lagi."


Iya tentu, nanti akan ada yang menjemput kuluarga anda pak dari ibu kota" timpal tuan Darmawan.

__ADS_1


"bagaimana kalau ijab saja mah, pah." Monic memberi usul, karena bagaimanapun Monic malu jika harus di rayakan. Apa lagi statusnya kini sudah punya anak dan bagaimana nanti cibiran orang orang yang bekerja di prusahaan Darmawan grup, seorang CEO menikah dengan OB, yang benar saja.


"apa yang kamu cemaskan sayang hem?" Reno menggenggam tangan Monic. Yakinlah semua akan baik baik saja. Percayalah."


"tapi-"


"apa kamu masih ragu denganku.?"


"tentu tidak, aku sudah sangat yakin sekarang. Hanya saja-"


"berarti kita tetap pada rencana kedua orang tua kita untuk merayakan pernikahan ini." sela Reno cepat, karena ingin Monic di kenal banyak orang sebagai istrinya. "Aku ingin semua orang tau kalau kamu adalah istri dari seorang Reno Darmawan."


"baiklah..." akhirnya Monic mengalah. Dan semua orang yang mendengarnya pun bernapas dengan Lega.


"horeeee." tiba tiba Keyla bersorak kegirangan.


"kamu kenapa.?" Reno memicingkan alisnya melihat reaksi Keyla. "yang menikah aku sama Monic, kenapa kamu yang kegiran."


"tentu kak aku bahagia, karena nanti di pesta kakak akan banyak pria tampan." dasar kamu ini. Reno langsung menonyor kening Keyla. Kerja yang bener dulu.


Fatih yang mendengar itu hanya geleng geleng kepala. "dasar gadis aneh"

__ADS_1


__ADS_2