KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-51


__ADS_3

"Jangan panggil aku tuan. Panggil aku Reno, seperti dulu."


"Maaf saya gak bisa, bagaimanapun kita sudah berlalu, dan itu cukup di masalalu, Tolong mengertilah"


Tak lama Reno pun memencet tombolnya kembali dan semuanya kembali seperti semula, Monic pun segera berlalu dari sana, Reno yang melihatnya hanya bisa menatap nanar.


"Mon nanti kamu jadi ngajak Raka jalan jalan? kan dia besok pulang" Tanya Sofia.


Monic segera menghapus air matanya, "Nanti jadi, kamu ikut gak nanti?"


"Tentu, Ke taman hiburan aja ya," pinta Sofia.


"Ok."


Kini Monic dan Sofia serta Raka sedang bersiap pergi ke taman hiburan, Raka sangat antusias berasa di taman hiburan, Merak menghabiskan waktu membeli makanan kaki lima aneka jajanan di sana.


"Tuan anda di sini?" Sofia bingung orang tanpa expresi bisa berada di taman hiburan untuk apa Pikir Sofia, Tak lama Sofia terkekeh.


"Bukan urusanmu, Lagian kamu ngapain di sini Ikut-ikutan saja!" Dengus Jonathan.


"Hey tuan! ini tuh tempat umum, Bebas dong orang mau disini," Jawab Sofia "Kalau tuan baru aneh ada disini, lucu saja gitu."

__ADS_1


"Apanya yang lucu!" Plotot Jonathan.


"Tidak tuan, tidak apa apa, Kalau begitu saya permisi tuan" Sofia berlalu dari sana, Tapi Jo menahannya.


"Temani saya di sini,"


"Enggak! saya mau nemanin teman dan keponakan Saya tuan, Lagian saya bosan setiap hari melihat tuah," Celetuk Sofia tanpa sadar


"Apa kamu bilang!"


"Tidak bilang apa apa tuan" ujar Sofia cepat, "Bisa mati aku kalau sampai dia dengar" batin Sofia.


"Sudah jangan di ladeni Fi, nanti lama, ayo kita kesana" bisik Monic, Sofia mengangguk dan mereka berlalu dari sana.


"Raka mau beli apa nak?" Monic bertanya sambil melihat lihat makanan yang berjejeran di sana.


"Itu mah, gulali," Tunjuk Raka, "Raka mau yang upin ipin mah" Raka sangat antusias. melepas tangan sang mamah lalu berlari ke tempat gulali, Raka tidak melihat kiri kanan


Bruckkkk...tiba tiba ada Mobil melaju kencang dari arah berlawanan.


"Rakaaaa," teriak Monic dan Sofia bersamaan, Mereka berlari menghampiri Raka yang tergletak di jalan.

__ADS_1


"Wah gawat bisa di amuk warga aku, Mending aku pergi dari sini," yang menabrak pun segera berlalu dari sana, Tanpa merasa bersalah sekalipun.


"Hik...hik...hik. tolong, siapun tolong... Raka, bangun sayang ini mamah nak, ayo bangun nak" Monic tak mampu menahan perih di hatinya. Melihat sang buah hati tergeletak bersimbah darah,


"Mon, ayo mon segera bawa Raka ke rumah sakit" Teriak Sofia, "tolong telfonkan ambulan." Ujar Sofia lagi, Air mata Sofia tak kalah derasnya dari Monic, "Bertahan sayang bertahan ku mohon," Gumam Sofia sambil terisak, sedangkan Monic sudah sangat kacau, Monic bahkan tak bisa berkata kata, Dia hanya terisak sambil memangku Raka.


"Ada apa" Suara bariton itu mengalihkan pandangan Sofia.


Sofia menoleh ke belakang. "Tuan tolong antarkan Keponakan saya ke rumah sakit." Pinta Sofia ketika melihat Jo dibelakangnya. Tanpa kata Jo langsung memgambil Mobilnya dan kembali ketempat kejadian.


"Ayo."


"Baik tuan," Sofia mendekat untuk mengambil Raka dari pangkuan monic. "Mon ayo Mon kita bawa Raka ke rumah sakit, Kalau nunggu ambulan kelamaan Mon," Monic yang tersadar segera berdiri dan mesuk kedalam mobil Jo.


Tidak lama mereka sudah sampai di rumah sakit terdekat, Monic segera turun di susul Sofia, Monic segera berlari dan memanggil petugas di sana.


Monic berteriak teriak memanggil dokter untuk segera menangani sang anak, Baju Monic bahkan sudah berubah warna menjadi merah.


Kini Raka sudah berada di IGD, Monic mondar mandir menunggu hasil pemeriksaan.


sang dokter kini keluar dari IGD, Monic segera menghampiri, "bagaimana dok??" tanya Monic dengan paniknya.

__ADS_1


Sang dokter hanya menghela nafas panjang sebelum menjawab. "untuk saat ini pasien masih kritis. Semoga ada keajaiban, pasien banyak mengeluarkan darah akibat benturan keras di kepalanya. Kita harus segera melakukan operasi, karena kemungkinan ada pembekuan darah di otaknya." Monic yang mendengar itu bagai tersambar petir. Monic langaung terduduk lemas.


__ADS_2