KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-81


__ADS_3

"Tidak mana ada. Dad tidak keberatan." Tuan Darmawan meneruskan makannya tanpa berkomentar lagi, dia hanya menahan senyum melihat kekesalan di wajah sang keponakan.


"Sudah sudah ayo makan. Setelah ini istirahat." Nyonya Darmawan menengahi mereka.


Keesokan harinya di pagi yang cerah Monic tengah bersiap untuk mengantar Sofia ke bandara. Kini dia sedang mematut dirinya di cermin, dia harus bisa mengimbangi penampilannya dengan sang suami sekarang. Bukan merasa sombong atau bagaimana, dia hanya ingin di pandang pantas jika bersanding dengan Reno. Dan tidak membuat sang suami malu.


"Sudah sayang." Monic menoleh setelah mendengar suara sang suami dari arah pintu.


"Sudah kak, ayo." Monic menggandeng tangan sang suami untuk turun bersama, mereka akan mengantar Raka dulu sekolah, baru mengantar Sofia.


"Mamah ayo nanti Raka terlambat,."


"Iya sayang."  Akhirnya mereka.bertiga pergi bersama, mereka keluar dengan bergandengan tangan satu sama lain dan Raka di tengah.


Tidak lama mereka masuk ke dalam mobil yang di kendarai sang supir. Karena nanti Monic pulang sama supir. Mau tidak mau Reno pergi dengan supir.

__ADS_1


"Yah nanti Raka boleh main ke rumah teman Raka,?"


"Dimana rumahnya jagoan." Raka mengusap kepala sang putra yang duduk di tengah tengah antara mereka berdua di dalam Mobil itu.


"Di belakang sekolah yah. Nanti teman Raka mau main ke sana semua, Raka di ajak. Jadi Raka mau main kesana yah."


"Tentu. Nanti biar di jemput sopir ya jagoan ayah.  Ingat jangan kemana mana kalau pak ali belum datang. Mengerti.?"


"Mengerti ayah, terima kasih," Raka memeluk sang ayah setelah di beri ijin. Monic yang melihat itu merasa lega dengan keputusannya telah menerima Reno kembali. Setidaknya sang anak sekarang punya ayah.


"Siap mamah."  Raka memberi hormat seperti seorang polisi, Monic yang melihat itu tersenyum. Monic mengantar Raka kedepan sekolah dan melihatnya sampai menghilang dari pandangannya baru di tinggal.


"Kamu kenapa sayang." Reno mengelus pipi Monic. Dari tadi Reno memperhatikan Monic terus tersenyum sepanjang jalan.


Monic menoleh dan menggeleng." Tidak ada." Monic menyandarkan kepalanya di bahu Reno. Reno dengan sigap mengelus kepala Monic yang bersandar di bahunya.

__ADS_1


"Hati hati ya kak. Semangat bekerjanya." Monic mencium punggung tangan Reno. Reno menatap sang supir yang melihat mereka dari kemudi mobilya. Sang supir yang paham pun keluar dari Mobil sang tuan muda. Ketika melihat sang supir sudah pergi Reno segera melupat habis bibir sang istri yang slalu menjadi candunya. Mereka menghirup oksigen se banyak banyaknya ketika tautan bibir mereka terlepas.


"Sudah kak, nanti kakak tidak kerja kerja, dan aku akan telat pergi mengantar Sofia." Monic mendorong tubuh Reno yang sedikit menindihi tubuhnya.


"Nanti malam ya sayang. " Reno mengusap bibir Monic yang masih terlihat sedikit basah akibat ulahnya.


"Sepuasnya kakak." Reno tersenyum sumringah mendapat lampu hijau dari sang pemilik hati. Reno pun bergegas keluar setelah mencuri kecupan di bibir sang istri.


"Hati hati bawa mobilnya. Jaga istri saya dengan baik. Dan laporkan apapun yang terjadi."


"Baik tuan." Sang supir mengangguk Hormat setelah mendapat titah dari sang tuan muda


Reno segera bergegas dari sana setelah mendengar jawaban supir sang istri.


Tidak lama pun Monic beserta sang supir berlalu dari kantor sang suami, untuk mengantar Sofia ke bandara 

__ADS_1


__ADS_2