KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-89


__ADS_3

"ah baiklah kalau begitu." Fatih berlalu dari sana dengan mengepal erat tangannya. Dia marah dengan keadaan ini, kenapa semuanya jadi begini.


"kamu kenapa sayang. Kenapa wajahmu pucat sekali, apa kamu sakit." Reno yang melihat wajah Monic dari ponselnya merasa khawatir, karena terlihat pucat. "aku akan segera pulang sayang, tunggulah habis ini kita ke rumah sakit."


"tidak perlu kak, aku akan ke Rumah sakit sama sopir tidak papa. Kakak bekerjalah, lagian rumah sakitnya dekat,"


"tunggu sayang. Aku akan pulang."


"kak tidak perlu. Atau aku tidak akan ke rumah sakit." monic tidak ingin Reno tidak tenang hanya karena dia pusing yang tidak seberapa.


Reno menarik nafasnya dalam, "baiklah. Tapi setelah itu kabari kakak apa kata dokter ya." Monic hanya mengangguk lewat sabungan VC itu.


kini Monic sudah berjalan masuk kedalam rumah sakit keluarga Reno. Seluruh karyawan menunduk hormat ketika melihat Monic menantu sang pemilik rumah sakit


"Nona, target sudah masuh rumah sakit. Apa perlu bertindak sekarang."


"tunggu sampai dia keluar."


"baik Nona,"


"ingat jangan sampai gagal, atau nyawa kalian taruhannya."


"siap Nona," telfonpun di tutup oleh si penelfon.

__ADS_1


"akhirnya akan ada kesempatan dimana aku bisa menghabisimu wanita sialan."


Sedangkan di rumah sakit.


"nyonya ada yang bisa kami bantu."


"begini dok, saya sering pusing di pagi hari. Dan rasanya sangat berat."


sang dokter mengangguk. "Kalau begitu mari berbaring Nyonya muda" Monic pun mulai berbaring dan sang dokter langsung memeriksa Monic.


"semuanya Normal Nona. Kami saran kan anda memeriksa ke dokter obgyn lebih jelasnya." sang sokterpun membantu Monic untuk duduk. Dan mengantar untuk bertemu dokter Obgyn terbaik di sana.


Monic hanya menurut tanpa banyak protes. Tidak lama mereka sampai di ruangan dokter Obgyn. "dok tadi saya sudah menghubungi anda, ini nyonya Monic."


"baik dok." susterpun mengoleskan Jel diperut Monic.


"kapan terakhir menstruasi nyonya,?"


"lupa dok, karena memang saya tidak tratus. Jadi tidak pernah mengingat tanggal berapanya."


"baik nyonya, lihat ini nyonya. Anda sedang mengandung. disini terlihat ada 2 kantung dalam rahim , tapi baru bisa di pastikan ketika kandungan berumur 8minggu Nona. Dan pusing yang anda alami ini wajar bagi ibu hamil. Meskipun tidak semua kebanyakan ibu hamil akan mengalaminya."


Monic yang mendengar itu langsung berkaca kaca, sungguh sang kuasa sangat baik, baru 3bulan menikah dia sudah di karuniai 2anak kembar. Monic tidak sabar ingin memberi tahu Reno sang suami, dia bahkan meneteskan air mata. "terima kasih tuhan atas karuniamu." gumam Monic.

__ADS_1


"Nona anda baik baik saja." Monic terjaga dari lamunan kebahagiannya.


"ah tentu, apa saya sudah bisa pulang.?"


"tentu Nona, setelah vitamin anda di antar kemari, jadi anda tidak perlu mengantre di kassa obat."


"baik terima kasih." Monic tidak sabar menunggu, dia ingin sekali segera sampai di kantor sang suami. "pasti kak Reno sedang makan siang."


Drezzt


"baru di batin sudah menelfon." Monic segera mengangkat telfonnya, dan memberi tahu kalau dia tidak apa apa. Monic berencana memberikan kejutan pada sang suami langsung di kantornya.


Kini Monic sudah berada di jalan untuk menuju kantor sang suami, bersama sang supir. "pak berhenti di tempat pembungkusan kado ya.."


"baik nyonya." tidak lama mereka sampai di tempat pembungkusan kado.


"tolong hias ini dengan sangat indah ya, dan berikan tulisan, ( ayah i'm coming)" Monic begitu bahagia dengan kehamilan yang ke dua. Dan dia pun bersyukur karena kehamilan kali ini Reno bersamanya.


"ayo pak kita segera ke kantor kak Reno." mobilpun melaju dengan kecepatan sedang. Monic terus tersenyum sepanjang jalan.


Bruckk "awww ada apa pak.?"


"tidak tahu Nona, sepertinya Mobil di belakang sengaja ingin mencelakai Kita."

__ADS_1


__ADS_2