KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-74


__ADS_3

Kini Monic sudah duduk di sebelah Reno, Monic menjadi salah tingkah di pandang seperti itu oleh Reno sang calon suami yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Ehem." Sang penghulu berdehem karena sedari tadi seperti tidak di hiraukan oleh penganten prianya. "Apa sudah bisa di mulai, nanti di lanjut lagi mas memandang istrinya."


Blusss, Monic yang mendengar itu langsung merah padam mukanya. Sedangkan keluarga yang lainpun tertawa mendengar ucapan pak penghulu.


Sedangkan di sudut lain ada  sepasang mata yang melihatnya dengan tatapan sedihnya, "semoga kalian bahagia," Cindy segera menetralkan prasaannya dan kembali tersenyum. Cindy berbalik untuk pergi ke taman. Supaya suasana hatinya tidak memburuk.


"Bagaimana saksi sah?"


Sah... sah...sah. 

__ADS_1


Akhirnya Monic dan Reno kini sah menjadi suami istri. Monic segera menyodorkan tangannya dan Reno mencium kening Monic dengan penuh haru. "Kamu sudah menjadi milikku sayang. Maka bersiaplah." Bisik Reno persis di dekat telinga Monic. Sedangkan Monic langsung memalingkan wajahnya karena malu.


"Huhh menyusahkan sekali, siapa mereka sebenarnya. Setahuku Reno sudah memberi peringatan pada ZDNIG." Jo sangat jengkel. Yang seharusnya bersenang senang di pernikahan sang sahabat ini malah mengurus penyusup yang menurutnya bodoh. "Menambah pekerjaan saja." Jo segera membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya yang terkena noda darah, tidak lama Jo segera kembali ke Hotel tempat dimana di adakannya pesta pernikahan sang sahabat.


"Siapa pria itu, Jo mengepalkan tangannya erat ketika melihat Sofia yang sedang bercanda ria dengan Devan sahabat Romi. Sedangkan Romi sendiri sedang menyuapi sang istri yang sedang menggendong sang buah hati.


"Selamat ya kak, semoga selalu bahagia." Cindy berjalan bersama kedua orang tuanya ke arah Reno dan Monic yang sedang menyambut para tamu yang mengucapkan selamat termasuk kolega bisnisnya.


"Terimaksih Cindy, apa kamu baik baik saja.?" Reno takut Cindy masih berharap lebih darinya. Reno tidak ingin ada masalah di kemudian hari, terutama persahabatan sang mamah.


"Tentu kak, memangnya aku kenapa." Cindy mengerutkan alisnya tanda bingung dengan perkataan Reno sedangkan kedua orang tua Cindy merasa lega mendengar jawaban putrinya.

__ADS_1


"Tidak. Sini." Reno merentangkan tangannya dan Cindy memeluk Reno dengan sayang. Cindy hanya belum sadar kalau yang iya rasakan bukan cinta melaikan sebuah sayang sebagai seorang kakak.


Sedangkan Monic biasa saja melihat itu. Bukannya Monic tidak sayang. Hanya saja Monic merasa Reno memang harus meluruskan semuanya agar tidak ada yang tersakiti. Monic yakin meskipun Cindy terlibat angkuh tapi dia sebenarnya baik. Monic berharap Cindy menemukan pria yang baik yang bisa membuatnya bahagia.


"selamat ya kak Monic." kini Cindy beralih memberi selamat pada Monic. Dan di balas dengan senyum teduhnya oleh Monic.


"terima kasih ya." Monic mengelus tangan Cindy yang masih setia di tangannya. Semoga kamu akan menemukan pria yang baik kelak. Dan maafkan kami.


"hey, jangan begitu kak, aku akan menemukan pria kaya dan tampan. Dan aku pastikan kak Reno tidak ada apa apanya." kelakar Monic dan itu sukses mendapat geplakan dari sang mamah yang berada di sebelahnya. Sedangkan yang lain tersenyum melihat kelegaan Cindy yang mau menerima Monic menikah dengan Reno.


"apa kamu tidak ingin memelukku cantik." tante Lidya ikut menimpali pembicaraan Monic dan Cindy yang saling menerima.

__ADS_1


"tante..." Cindy segera berhambur ke pelukan sahabat sang mamah.


__ADS_2