KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-53


__ADS_3

Tidak lama penjaga itu kembali lagi dan mempersilahkan Monic masuk.


Monic berjalan masuk dengan tergesa gesa. Monic melihat Reno yang membelakanginya menghadap kolam.


"Ada apa kamu mencariku malam malam begini?" Suara bariton itu membuat Monic kaget.


"Aku mau minta tolong, aku butuh pendonor darah O rhesus negatif, kamu kan darahnya O rhesus nehatif, ja-"


"Kamu ingin aku mendonor darah untuk Raka begitu?" Sela Reno cepat sebelum Monic menyelesaikan perkataannya.


Monic hanya diam saja tanpa berkata apapun. Monic takut Reno akan menolaknya.


"Kenapa diam saja?" Reno bertanya sambil membalikkan badan dan berjalan mendekati Monic.


Deg


Reno begitu kaget melihat penampilan Monic yang penuh dengan darah. Tapi Reno pura pura tidak peduli.


Reno melewati Monic begitu saja dan duduk di kursi dekat kolam renangnya. Monic yang melihat itu mengekori Reno dari belakang.


"Ren..." monic memanggil Reno dengan sangat pelan.


"Hem"


"A-aku butuh bantuanmu Ren. Tolong Raka, karena keadaannya sangat kritis, dia butuh pendonor darah sekarang." Air mata Monic mengalir deras dengan sendirinya, Dia memikirkan nasib putranya sekarang Dia harus segera membawa Reno ke sana, Sebelum semuanya terlambat.

__ADS_1


"Kenapa tidak meminta papahnya Raka untuk mendonorkan darah buat anaknya, pasti dia bersedia kan jika anaknya dalam keadaan kritis, Kalau darah ibunya tidak cocok, pasti ayahnya cocok" Tandas Reno, Reno ingin melihat sampai mana keberanian Monic untuk Raka, Demi putranya apa Monic akan jujur kalau Raka anak Reno.


"I-itu, a-anu,..."


"Sudah malam sebaiknya kamu pulang," sela Reno, "dan ya bersihkan dirimu dulu, bajumu penuh dengan darah" lanjut Reno, Reno beranjak berdiri dan berjalan masuk.


"Tunggu Ren," Monic segera mengejar Reno dan meraih lengan pria itu, " Ren... tolong Ren, Ku mohon... Raka butuh kamu sekarang" Monic sudah tidak bisa lagi manah isak tangisnya, Monic terduduk di depan Reno yang sedang berdiri, "kumohon bantu aku Ren"


"Tap-"


"Dia anakmu Ren, dia anakmu!" Teriak Monic. "Dia.." monic tidak bisa meneruakan perkataannya lagi, karena suaranaya tenggelam dalam isak tangisnya.


Reno membantu Monic berdiri dan memeluknya dengan Erat, akhirnya Monic mau mengakui Raka kalau itu anaknya.


"Kenapa Mon, harus menunggu keadaan seperti ini untuk memberitahuku, kenapa tidak jujur dari awal" Reno melepas pelukannya dan menatap dalam mata Monic.


"Husttt... sudah sudah, iya aku tau, aku yang salah, maafkan aku" Reno kembali memeluk Monic, "Menikahlah denganku Mon, mari kita hidup bersama"


Monic langsung melepas pelukannya dan menggeleng, "tidak Ren, kamu akan menikah, tolong jangan membuatku menjadi wanita perusak hubungan orang."


"Menikah denganku atau aku akan mengambil hak asuh Raka," Ancam Reno.


"bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan mana mungkin aku merusak kebahagian orang lain tidak tidak, aku tidak sejahat itu" batin Monic


"mengertilah Ren, posisiku akan menjadi buruk jika aku menyetujui menikah denganmu" Monic yakin dirinya akan dihujat banyak orang nantinya. Apa lagi Reno akan menikah denga keluarga terpandang.

__ADS_1


"Mon..."


"ayo Ren kita segera ke rumah sakit, Raka membutuhkan kamu," Monic menarik tangan Reno untuk mengajaknya ke rumah sakit. Monic tidak ingin membahas ini untuk saat ini, yang dia pikirkan hanya Raka, dia dalam keadaan kritis sekrang.


Reno mengajak Monic ke kamarnya untuk membersihkan diri. "tidak usah buru buru, aku sudah dari rumah sakit tadi, Dan sudah mendonorkan daraku untuk anak Kita, saat kamu sampai di rumah sakit aku juga di sana Karena aku sudah dapat kabar dari Jonathan, Sekrang bersihkan dulu badanmu, aku akan pinjamkan baju ke mamah."


Reno berlalu dari sana untuk ke kamar sang mamah.


Tok...tok...tok "mah..."


Tidak lama sang mamah membuka pintu "ada apa Ren."


"besok saja mah ceritanya, Reno mau pinjam baju buat Monic."


"Dia ada disini." mamah Reno terkejut. mamah Reno heran kenapa Monic malam malam begini ada di sini pikirnya.


"intinya Raka kecelakaan mah, sekarang ada di RS. Aku akan kesana sama Monic."


"mamah ikut ya Ren." pinta dang mamah


"tidak perlu mah. Besok saja ya. Mamah istirahat dulu, besok baru kesana sama papah."


Setelah mendapatkan baju ganti Reno segera berlalu dari sana dan kembali kekamarnya, tak lama Monic slesai dan mereka segera berlalu untuk kembali ke rumah sakit.


selama perjalanan Reno tak melepas genggaman tangannya dari tangan Monic Reno melihat keresahan di wajah Monic.

__ADS_1


"tanang Raka akan baik baik saja." Monic hanya memandang sekilas terhadap Reno, dan kembali memandangi jalanan.


__ADS_2