
Kini Fatih dan Reno sudah berada di Mobil.Reno terus uring uringan, dia menyesal tidak mengantar Monic ke dokter. "seharusnya aku kembali tadi. Ahhhh semoga istriku baik baik saja."
Dreztttt
Reno mengambil ponselnya di saku celananya, "iya ada apa.?"
"Ren istrimu mengalami kecelakaan di jalan ×××××× dan Monic kini di larikan di rumah sakit DM hospital."
"jangan bercanda Jo, ini tidak lucu. Tidak kamu pasti membual." tidak Reno tidak akan percaya karena memang Jonathan suka bercanda mana mungkin pikirnya.
"heh sialan, aku tau waktu aku bercanda dan serius. Jika kamu tidak percaya. Terserah." Jo langsung menutup panggilannya.
"Jo.!! Sial..! " Reno membanting ponselnya di dalam Mobil. "Fat cepat ke rumah sakit DM hospital." Fatih langsung tancap gas menuju rumah sakit.
Tidak lama mereka sampai di rumah sakit. Reno langsung berlari untuk menuju IGD. "Bagaimana istri saya dok.!" Reno setengah membentak sang dokter karena panik.
"Nyonya muda dalam keadaan kritis tuan. Kita sedang berusaha." Ujar Sang dokter yang baru dari IGD
"Lakukan apapun yang terbaik buat istri saya." Sang dokter pun mengangguk dan berlalu dari sana.
__ADS_1
"Jo.!!!"
"Baik tuan." Jo yang sudah tau maksud sang tuanpun segera pergi dari sana. Menyisahkan Fatih dan Reno. Fatih terlihat hancur melihat keadaan sang kakak. Dia bahkan meneteskan air mata.
"Berani sekali kalian mengusik seorang Reno. Astaga apa yang akan terjadi nanti." Jo segera bergegas menelfon orang orang kepercayaannya untuk di tugaskan mencari tahu siapa penyebab semua ini. Dia bahkan takut sesuatu yang ingin di tinggal harus terpaksa kembali lagi.
"Gas segera ke markas kita harus bicara." Jo menaruh ponselnya kembali di saku celananya dan segera menuju markas.
"Ada apa dengan Jo. Kenapa seperti ada sesuatu yang penting.bahkan dia langsung menutup tlfonnya tanpa menjawab pertanyaanku" bagas hanya duduk santai sambil menikmati kopinya.
"Bagaimana keadaan Monic Ren." Reno.menoleh mendengar suara kedua orang tuanya.
"Tuan." Reno segera berdiri dan mengusap air matanya.
"Bagaimana dok."
Sang dokter diam sesaat, dan menarik nafasnya dalam. " istri anda saat ini sedang hamil tuan. Ta-"
"Apa.!!! Istri saya hamil. Terus bagaimana kandungannya dok.."
__ADS_1
"Kandungannya tidak papa, tapi saat ini istri anda dalam keadaan kritis. Apa anda setuju jika janinnya kami angkat."
"Apa janinnya akan mengganggu pengobatan istri saya dok. Jika tidak di angkat apa akan membahayakan.?"
"Tidak tuan. Janinya sangat sehat, hanya saja ada obat yang tidak bisa di gunakan pada ibu hamil."
"Kalau begitu biarkan kandungannya dok. Jika tidak membahayakan istri saya." Reno tahu seberapa penting janinnya untuk sang istri. Selama tidak menghalangi pengobatan maka Reno tidak akan membuat sang istri bersedih. Jika sampai janinnya harus di angkat.
"Baik tuan. Kami akan berusaha semampu kami."
"Tunggu dok." Reno menghentikan sang dokter yang akan berlalu dari sana. "Apa saya bisa menemui istri saya."
"Bisa tuan, tapi hanya satu orang. Dan tidak boleh lebih dari 1 jam." Sang dokterpun kembali berjalan.
"Mah. Pah" Reno menoleh pada sang mamah. Sang mamah pun mengangguk
"Masuklah nak." Reno pun segera memasuki ruangan ICU. Melihat sang istri terbaring lemah rasanya Reno ingin sekali menggantikan posisi sang istri.
"Sayang..."
__ADS_1