KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-42


__ADS_3

"Baik tuan, saya permisi. Eh iya tuan, sisa makannanya saya bawa ya tuan. eman tuan kalau di buang sisanya. Kan lumayan buat makan di rumah sama teman saya tuan." Sofia meringis ketika mengatakan itu. Biarlah dia malu malu,in  toh sayang kan kalau makanan masih enak di buang. Sofia membungkun dan keluar dari apertemen Jo, tanpa menunggu jawaban dari yang punya tempat.


Jo yang melihat kelakuan asli Sofia hanya geleng geleng kepala, "dasar wanita aneh." Jo pun akhirnya tidur dan akan bertugas kembali besok.





Hampir 2bulan berlalu, hubungan Monic dan Reno semakin dingin. Reno yang selalu ingin mendekat, Monic yang selalu menolak. Pada akhirnya Reno menyerah dan akan menjaga jarak dari Monic, bukan Reno tak ingin berjuang kembali, tapi sepertinya semua sudah sia sia, karena Monic benar benar membencinya sekarang. Reno tidak ingin Monic pergi jauh, lebih baik Reno menjaga jarak.


"Tok...tok...tok.. Permisi tuan, saya mengantarkan kopi, Monic berjalan kearah meja Reno dan meletakkan Kopinya di sana, Monic masih berdiri di sana karena biasanya Reno akan melarangnya pergi terlebih dahulu. Reno yang melihat Monic masih di sana mengernyitkan alisnya.


"Kenapa masih disini bukannya kopi sudah di meja saya?"

__ADS_1


Monic yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya diam mematung, kenapa Reno jadi dingin seperti ini.


"Ah iya tuan, saya permisi." Monic segera berlalu dari ruangan Reno.


Reno hanya menatap punggung Monic tanpa berniat mencegahnya seperti biasa. "Ini kan yang kamu inginkan sayang, semoga aku bisa mengendalikan inginku untuk selalu bersamamu" batin Reno.


Ting.


Monic segera mengambil ponselnya ketika mendengar suara pesan masuk.


"Nanti jam makan siang kita ketemu ya di resto dekat kamu bekerja. Sekalian ajak temanmu Sofia, buksnnya kalian kerja di tempat yang sama"


"Ok"


Monic segera memasukkan ponselnya ke laci pantry setelah dapat balasan dari Romi.

__ADS_1


"Fi kak Romi di indo lo. Nanti kita di ajakain makan siang bersama deket kantor. Di Resto cilki"


"Ah bener? Ada apa kak Romi di sini, bukannya keluarganya sudah pindah ke luar negeri?


"Mungkin ada urusan disini, Sudah yuk kerja lagi sebentar lagi jam istirahat."


▪︎


Kini Monic dan Sofia sedang duduk di Resto cilki menunggu Romi sang kakak. Tak lama Romi datang dan langsung duduk di depan dua sahabat itu. Monic dan Sofia yang melihat langsung kegirangan. Karena kakak baik hati yang selalu membantunya kini duduk di hadapan Mereka.


"Kakak..." ujar mereka berdua dengan suara kerasnya. Sampai pengunjung yang lain menoleh kearahnya. Tak terkecuali 3 orang yang sedang duduk membelakangi mereka.


"Kampungan sekali mereka, memalukan!" Cemo'oh Cindy yang sedang makan siang bersama Reno dan Jonathan.


"Hey anak anak nakal jangan keras keras suaranya," ujar Romi sambil terkekeh.

__ADS_1


Mereka berdua yang di panggil anak anak malah cemberut bersamaan, dan itu sukses membuat Romi tertawa terbahak bahak. Romi berdiri dan mencium kening mereka bergantian sebagai tanda sayangnya kepada mereka berdua.


Reno yang melihat itu langsung mengepal tangannya dengan kuat dan rahang yang mengeras, hingga otot ototnya terlihat. Reno tidak terima ada yang menyentuh Monicnya. Meski hanya tangan saja. Ini malah cium kening yang benar saja.


__ADS_2