KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-31


__ADS_3

Jo mengulum senyumnya, sepertinya dia punya mainan baru untuk menghilangkan kesalnya. "emang anda bisa memberi apa pada saya?" tantang Jo.


"maaf tuan saya tak punya apa apa tuan, Bahkan saya tidak punya uang untuk mengganti rugi."


"ck.... Ada syaratnya. Tidak akan gratis. Syaratnya anda harus menuruti apapun titah CEO kita." tunjuk Jo pada Reno. Monic pun melihat kemana alarah telunjuk Jo. Dan dia paham sekarang."dan sekarang kamu harus meminta maaf padanya, karna dia CEO di sini.


Monic mengarahkan pandangannya ke kursi besar di depannya, Monic bingung kenapa sang atasan tidak memutar kursi menghadap ke arahnya, apa mungkin sang bos tidak suka melihat bawahannya, tapi ya sudahlan untuk apa di pikirkan. Monic lebih mendekat lagi ke kursi besar itu. Lebih tepatnya Monic berdiri tidak jauh dari meja sang CEO.


"Maaf tuan, saya ke sini untuk mengantarkan kopi sekalian ingin meminta maaf atas teman saya. Dia tidak sengaja tuan menumpahkan kopi di jas tuan." Monic melihat ke arah Jo, Jo yang di lihat paham .


"Jonathan." sela Jo dengan cepat.


"tuan Jonathan," lanjut Monic. Monic menundukkan kepala setelah berbicara terhadap sang CEO.


Menunggu dengan cemas. Sambil meremas kedua tangannya.

__ADS_1


"ck, tuan Jonathan, dia bahkan akan menjadi bawahanmu setelah kau menjadi milikku" batin Reno.


Apa Reno segitu yakinnya Monic mau kembali padanya. Yang benar saja.


Reno membalikkan kursinya, dia menatap wanita di depannya dengan seksama, ada kebahagian tersendiri ketika berdekatan dengan sang wanita.


Monic tidak sadar sedang di tatap sedemikian rupa oleh sang pemilik mata di depannya.


Reno menatap Jo, dan memberi isyarat dengat alisnya untuk keluar dari ruangannya. Dan menyuruh jo untuk tidak ada yang mengganggu. Mereka sudah seperti memahami keinginan masing masing.


Jo segera beranjak dari sofa dan menuju pintu untuk keluar, ketika Jo sudah keluar, Reno pun berdiri dan mendekat ke Monic, tepat di depannya. Monic belum berani mengangkat wajahnya. Dia masih menunduk dengan keringat di dahinya.


Saat Monic akan menghindar, Reno segera menarik tangannya dan langsung mendekap erat Monic. Sangat erat seakan akan dia takut kehilangan, sedangkan Monic hanya diam terpaku, pelukan ini, hangatnya pelukan ini, aroma ini, seakan akan menghilangkan kesadaran Monic. sesaat mereka hanya diam menikmati pelukannya, hanya Reno yang menikmati tidak dengan Monic, bahkan saat Monic tersadar dia langsung mendorong dengan kuat tubuh kekar yang saat ini memeluknya.


"tolong jaga sikap anda tuan, ujar Monic dengan tatapan kebenciannya. Monic segera melangkah keluar dari ruangan itu, saat akan memegang gagang pintuk Monic diam terpaku saat mendengar ancaman suara bariton itu

__ADS_1


"Jika kamu keluar dari ruangan ini saya pastikan temanmu akan di pecat dan tak bisa bekerja di manapun!!!" ancamnya. Reno berjalan mendekat terhadap Monic dan memeluknya dari belakang. "Apa kita bisa bicara sebentar,ku mohon,..." pinta Reno,luar biasa bukan seorang Reno darmawan. Setelah mengancam habis itu ingin bicara dengan suara yang begitu lembut.


Monic tidak menjawab, dia hanya berusaha melepas pelukan Reno dari tubuhnya, Monic tak sanggup jika harus berdekat dengan Reno seintim ini. Dia sangat lemah jika Reno sudah mulai menyuntuhnya walau hanya sekedar pelukan.


Setelah mereka duduk, Monic hanya menunduk dan tak berminat melihat ke arah cintanya itu, dia tidak ingin lemah terus. Sudah cukup semuanya yang lalu.


Reno mendekat dan berniat memegang tangan Monic, Monic yang melihat itu segera menjauh, dia harus bisa menjaga jarak dari Reno apapun alasanya.


"Apa yang ingin anda katakan tuan. Segeralah karna tugas saya masih banyak tuan."


"Maafkan aku, kumohon, tolong maafkan kesalahanku di masalalu." tatap Reno dengan sendunya. Reno berharap Monic akan memaafkannya dan mau kembali padanya. Setidaknya maaf dulu harus Reno dapatkan. Masalah bersama nanti akan bertahap.


"Saya sudah memaafkan anda, dan mari hidup dengan tenang tanpa saling menyapa atau merasa pernah kenal, yang lalu biarlah berlalu itu juga salah saya, saya yang terlalu murahan akhirnya hanya tetaplah murahan Bukan begitu tuan?"


"Jangan bilang begitu, maafkan aku, ku mohon, Ak..."

__ADS_1


"Sudahlah tuan, memang semua salah saya! Saya permisi Dan sekali lagi maafkan teman saya," Monic beranjak dari tempat duduknya dan berlalu dari sana.


"Jangan sebut saya Reno jika tak bisa mengendalikan mu sayang." gumam Reno sambil melihat Monic yang berlalu dari ruangannya.


__ADS_2