
Keesokan harinya Monic dan Sofia bergegas untuk pulang. Ketika berjalan ke luar tiba tiba ponsel Monic berdering... setelah dilihat ternyata Reno yang menelfonnya. Monic tidak berniat untuk menjawab, dia mengabaikan panggilan dari Reno. Dan memasukkan kembali ponselnya dalam tas.
Mereka berdua berjalan beriringan sambil bergurai. Dan ponsel Monic kembali berdering, Monic mengambil ponselnya kembali ternyata sekarang bukan telfon melaikan pesan. Sambil menggrutu Monic membuka pesan itu.
Setelah membukanya, Monic langsung mendelik ketika membaca pesan dari Reno.
"Berani sekali mengabaikan telfon dari saya."
Monic celingak celinguk mencari sosok yang baru saja mengirim pesan. Tapi tidak terlihat dimana pun.
Ponsel Monic kembali berdering, dan untuk kali ini Monic terpaksa mengangkatnya.
"Tunggu saya 5 menit. Kita pulang bersama."
__ADS_1
Sebelum Monic mengeluarkan suaranya. Reno bersuara terlebih dahulu.
"Maaf tuan saya tidak bisa" Karena saya buru buru.
"Tidak menerima bantahan!" tut
Monic mengumpat sang bos yang berlaku sesukanya. Tapi jangan salahkan Monic jika kali ini harus bertindak lebih, karena dia tidak ingin selalu di permainkan oleh Reno.
"Aku juga langsung ke apartemen tuan Jonathan Mon, untuk bersih bersih. " mereka berpelukan sebentar lalu perpisan di depan lobi prusahaan.
Kini Monic sudah duduk di mobil Reno. Reno yang ingin mengatakan sesuatu tidak jadi ketika mendengar Monic berbicara terlebih dahulu.
"maaf tuan Reno yang terhormat! saya tidak bisa memenuhi keinginan anda untuk menuruti anda di luar jam kerja, anda seseorang yang berpendidikan bukan? Pasti anda tahu mana yang benar dan tidak.
__ADS_1
Jangan seperti orang bodoh tuan.
Mungkin dulu saya akan bahagia ketika anda pemaksa seperti sekarang, karena saya merasa saya berharga tapi setelah tahu semuanya sepertinya tidak. Mungkin anda hanya ingin mengulang yang dulu mencari kehangatan di atas ranjang bukan? Atau mau menggilir saya terlebih dahulu baru anda tidak akan mengganggu saya begitu!" Karena sekalinya berengsek akan terus berengsek, bukan begitu tuan. Ya mungkin saja ada yang bisa berubah, tapi sepertinya tidak untuk anda. Dan ya satu lagi, saya harap anda bijak membedakan mana pekerjaan dan mana bukan. Permisi!!"
Monic segera bergegas keluar dari mobil Reno dan membanting pintu Mobil Reno dengan sangat kuat, sungguh Monic lega mengatakan semuanya. Terserah Reno mau memcatnya atau tidak, Monic tak peduli, toh Sofia tidak jadi di pecat.
Nafas Monic naik turun menahan amarah. Mungkin di lingkungan kantor dia masih bisa sopan terhadap Reno, karena bagaimana pun Reno bosnya. tapi tidak di luar kantor atau luar jam kerja. Meski Monic masih mencintai Reno tapi sakit hati Monic lebih dalam. Apa lagi dia sudah nyaman hidup berdua dengan buah hatinya.
Monic kini sudah sampai di kost, Monic benci dengan keadaan seperti ini yang selalu menguras tenaga dan fikirannya. Huffff "lupakan Monic lupakan." gumamnya.
Reno kini sudah tiba di mansionnya. Reno langsung saja naik ke atas menuju kamarnya, Reno tak mempedulikan mamahnya yang terus memanggilnya. Reno marah kenapa Monic tidak seperti dulu yang sangat penurut dan manis. Kini Reno melihat Monic seperti kobaran apa. Bahkan nada bicaranya berubah ketika di luar. Sedangkan di prusahaan Monic sangat penurut tapi di luar, bahkan Reno tak menyangka Monic akan meninggikan suara di depannya. "ahhhh kenapa kamu sangat berubah sekarang Mon!!" Reno marah dengan keadaan yang seperti ini.
Kata kata Monic terngiang ngiang di fikiran Reno menggilir saya terlebih dahulu baru anda tidak akan mengganggu saya. tangan Reno terkepal erat mengingat kata itu.
__ADS_1