KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-97


__ADS_3

Semua keluarga Reno dan Monic kini berkumpul di kamar rawat Monic. Setelah seluruh keluarga mendapat kabar bahwa Monic telah sadar, semuanya mendatangi rumah sakit, demi untuk menemui sang menantu dan putri.


"Hallo sayang, akhirnya menantu mamah sadar juga."


"Mah, pah" Monic tersenyum melihat mertuanya juga berada di sana. "Maafkan Monic ya, merepotkan mamah menjaga Raka."


"Kamu ini ngomong apa nak, Raka itu cucuku, jadi aku bahagia bisa merawatnya. Apa lagi akan ada dua cucu lagi di keluarga ini."


Ya mamah Lidya begitu antusias saat mendapat kabar bahwa Monic mengandung anak kembar. Dan dia sendiri yang akan menyiapkan semuanya untuk calon cucunya yang sekarang. Karena dia tidak ingin melewatkan moment dengan sang cucu seperti sebelumnya.


"Apa mamah bahagia.?"


"Tentu sayang. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi mamah melihat semua keluarga sehat dan berkumpul kembali."


Monic yang mendengar semua itu sangat bahagia, dia di terima dengan baik oleh keluarga suaminya. "Monic sayang mamah dan papah."


Mamah Lidya yang mendengar itu langsung mencium kening sang menantu. Dia akan bahagia selama anaknya juga bahagia.


"Mamah." Monic tersenyum melihat Raka juga ada di situ. Dan kini sedang berjalan menuju dirinya bersama Keyla.


"Hallo sayang, apa Raka senang tinggal dengan Opa oma.?"


"Tentu mah, mamah tau, Vio pernah menelfon Raka. Dan dia bahagia di sana bersama dadynya dan momsnya."


"Benarkah sayang, mamah ikut bahagia kalau Vio juga bahagia."


"Kapan kapan kita berkunjung ke tempat Vio ya mah."


"Kalau itu bicara sama papah." Raka mengangguk tanda setuju.


Sedangkan Fatih terus menatap Keyla yang sedang berbincang dengan Riki, entah kenapa suasananya menjadi panas ketika Fatih menatap Keyla dengan kobaran matanya.

__ADS_1


Keyla yang sadar di pandang oleh Fatih pura pura tidak tahu, "kakak ipar, kemana kak Reno. Dari tadi tidak terlihat."


Demi menghidar tatapan yang menakutkan Keyla pura pura bertanya keberadaan sang kakak, padahal Keyla tahu di mana keberadaan Reno.


"Ah dia ada perlu katanya Key. Key tadi kakakmu cerita, katanya kamu akan kembali ke singapur. Apa itu benar."


"Rencananya sih kak, tapi mungkin masih lama, dua bulan lagi mungkin,"


"Dia di suruh pulang sama papinya Mon, kata papinya dia ingin di jodohkan."


Keyla yang mendengar itu langsung merengut. "Mom... mana ada, papi tidak mengatakan apapun, dia hanya menyuruh Key pulang."


Tante Lidya hanya tersenyum geli bisa mengerjai sang keponakan. Beda dengan Fatih. Yang kini menatap Key dengan tatapan yang entah.


"Nak apa tante dan Om bisa masuk."


Monic menoleh dan tersenyum, Monic merasa aneh dia merasa asing dengan orang yang ada di depannya, karena Monic merasa tidak kenal. Beda dengan keluarga Monic. Yang melihat dengan pandangan tidak suka.


Nyonya Dara dan tuan agung yang mendengar Monic telah sadar dari anak buahnya, segera bergegas ke rumah sakit, untuk meminta maaf pada Monic secara pribadi. Ya orang itu adalah kedua orang tua Tere. Mereka tidak ingin keluarga Darmawan menaruh benci pada keluarganya akibat sang putri. Meskipun tuan agung tahu, kalau taun Darmawan tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan prusahaan, beda dengan Reno yang nekat tanpa memikir siapa yang salah dan tidak.


Sedangkan Monic yang melihat itu terdiam dan bingung ingin bicara apa. Dia ingin marah tapi untuk apa. Semuanya sudah berlalu. Toh sekarang dia baik baik saja.


"Om tante, Monic sudah memaafkan Tere, dan Monic juga sudah tau apa yang terjadi pada Tere sekarang. Monic juga minta maaf, jika Monic telah merusak kebahagian Tere."


Monic juga tidak ingin membenarkan dirinya sendiri, Monic memaklumi kemarahan Tere padanya, pasti karena dirinya bersama Reno sang suami. Monic juga berharap Tere menemukan pria yang akan mencintainya kelak dengan tulus. Dan bisa berubahnya menjadi lebih baik.


"Tidak nak, ini bukan salahmu, jodoh sudah ada yang mengatur.Om dan tante berharap kamu akan selalu bahagia nak."


Kedua orang tua Tere tidak menyangka Monic berhati baik, wajar saja jika Reno meninggalkan putrinya dan memilih wanita di depannya ini, pikir tuan Agung.


"Kalau begitu kami permisi ya nak. Semoga lekas sembuh, sekali lagi maafkan putri kami nak." Monic mengangguk dan tersenyum pada kedua orang tua Tere.

__ADS_1


Monic berharap tidak akan ada dendam di kemudian hari dan jika suatu saat di pertemukan kembali mereka sudah bisa melupakan masalah di antara mereka. Dan berteman.


"Kakak itu bagaimana, kenapa mudah sekali memaafkan kak Tere, dia itu perlu di beri pelajaran kak." Keyla merasa geram dengan kakak iparnya. Beri pelajaran sedikit kek, kan seru. Pikir Keyla.


"Sudah tidak usah menjadi kompor kamu Key. Atau mom jewer." Mamah Lidya melotot pada sang keponakan yang selalu saja membuat ulah.


Keyla yang dapat teguran hanya menyengir kuda. "Mom key mau pergi dulu ya sama Riki."


"Hem barhati hatilah. Jangan malam malam pualangnya." Keyla hanya mengangkat jarinya membentuk O.


"Om, tante. Pinjam Keylanya ya."


Hati hati nak Riki, dia itu croboh dan suka semaunya, jagalah anak itu, atau dia kan membuat kekacauan." Seluruh keluarga yang mendengar kelakar nyonya Lidyapun tertawa, kecuali satu orang, siapa lagi kalau bukan Fatih.


"Sudah mom jangan mengejek Key terus." Keyla segera menarik tangan Riki agar segera berlalu dari sana. "jika di dalam terus, bisa keluar semua keburukanku nanti, apa lagi ada kak Fatih di salam kan malu," grutu Keyla turut jalan dengan masih menggandeng Riki, sedangkan Riki yang mendengar itu hanya tersenyum geli.


"apa..!!! Jangan menertawanku seperti itu, sangat menjengkelkan."


Keyla sebenarnya tidak masalah keluarganya mengejeknya, tapi ini ada Fatih, dia malu, karena dia tidak ingin selalu terlihat buruk di depan Fatih.


"sudah sudah jangan marah marah, ayo aku traktir apapun keinginanmu.."


"tunggu tunggu, roman romannya ini ada yang tidak beres. Mana ada seorang Riki akan mentratirku jika tidak butuh bantuan."


Riki langsung tertawa terbahak bahak. Ini yang membuat keduanya awet bersahabat sampai sekarang, selalu kocak dan saling ada satu sama lainnya.


"kamu memang pintar Key." keyla langsung menepis tangan Riki yang mencubit kecil hidungnya.


"ayo cepat."


"memang kita mau kemana."

__ADS_1


"eh iya ya, kita mau kemana." Keyla menghentikan langkahnya. "ah sudahlah, yang penting tidak di dalam sana, aku jadi berkeringat kalau ada di sana."


"memang kamu ngapain, sampai berkeringat." goda Riki. Dan itu sukses membuat Keyla mendelik.


__ADS_2