KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-30


__ADS_3

Monic dan Sofia hari ini mulai bekerja. mereka berdua berjalan menuju tepat OB berada. Mereka hanya perlu beradaptasi dengan lingkungan kerja saja, kalau masalah pekerjaan mereka sudah sangat paham. Sofia sedang membuatkan minuman untuk para staf uang meminta di buatkan minuman. Sedangkan Monic sendiri sedang mebersihkan kaca dan lain lainnya. Setelah mereka slesai mereka kembali untuk meminta tugas kembali.


"eh ada neng Momon sama neng Fi Fi," ujar teman kerja sesama OBnya. Sambil menaik turunkan alisnya di sertai senyum narsisnya, Monic dan Sofia hanya menanggapi dengan senyuman dan geleng kepala. Tapi Monic dan Sofia tidak merasa terganggu, anggap saja hiburan saat bekerja.


Disisi lain Jonathan sedang menahan amarah, karna sang kekasih malah memperpanjang kontraknya untuk 1 tahun lagi, Jo merasa di permainkan oleh kekasihnya sendiri. Setiap di ajak serius jawabannya setelah kontrak slesai, seperti itu terus. Bagaimana mau slesai jika setiap kontrak habis slalu di perpanjang. Jo bertekat setelah ini dia tak akan peduli pada sang kekasih, terserah mau bagaimana saja. Jo akan mencari hiburan sendiri di sini. Sampai kekasihnya kembali dengan sendirinya.


"Fi antar Kopi ini di lantai 8, di ruangan CEO." perintah bu indah pada Sofia.


Monic menjawil lengan sang sahabat ketika bu indah memanggil untuk mengantar kopi ke ruangan CEO.


"Baik bu," Sofia segera bergegas mengantar kopi keruangan CEO di lantai delapan. Dia menakan liif untuk lantai delapan. lif pun terbuka. Sofia segera keluar dari lif dan brukkk


"Maaf tuan maaf," Sofia segera mengelap jas Jonathan dengan lap kaca yang berada di pundaknya. Sofia gemetar, Sofia bahkan belum melihat siapa yang di tabraknya. Ketika mendongak. betapa terkejutnya Sofia, hilang sudah pekerjaannya kali ini, kenapa slalu bertemu dengan keadaan yang slalu menyulitkannya.

__ADS_1


"Apa kau buta!! Apa matamu ada di belakang kepalamu hah!! Kenapa kau slalu ceroboh sekali, kenapa orang sepertimu bisah di terima bekerja. Bahkan melihatmu rasanya saya muak." setelah memaki Sofia dengan sadisnya Jo langsung pergi dengan amarah yang bertambah. Belum slesai dengan masalah sang kekasih, di tambah lagi dengan OB gila menurutnya.


Sedangkan Sofia langsung menangis. Dia kembali ke pantry sambil berderai airmata, kenapa bisa ada orang se kejam itu dalam berkata kata. sepertinya maaf tidak berarti buat orang seperti Jo itu.


Monic yang melihat Sofia menangis bingung. Ada apa dengan temannya ini, kenapa tiba tiba nangis begitu. Monic berjalan menghamliri Sofia. Dan dia bertanya, "ada apa Fi?" tanya Monic sambil menyatukan alisnya. "Apa ada yang mengganggumu di sini, atau bagaimana" lanjut Monic. Bagaimana tak bingung tiba tiba Sofia menangis sampai seseguk,an begitu.


"Mon apa kamu tau, aku tadi ketemu orang yang pernah aku tabrak di tempat kerja kita yang dulu. Dia ada di sini Mon, dan tadi aku tidak sengaja menumpahkan kopi di jasnya. Bagaimana ini Mon?" Sofia takut masalahnya berkepanjangan. Meski tidak sengaja di akan tetap salah bukan. kalau cuman di hukum tak apa,semoga saja gak sampai di keluarkan dari tempat kerjanya.


"Biar aku yang antar kopinya, kamu tenangkan dulu dirimu itu, jangan panik, semua akan baik baik saja," sebenarnya Monic tak yakin, tapi dia akan berusaha membantu Sofia sebisahnya..


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk," setelah terdengar suara dari dalam Monic segera membuka pintu.


Monic menunduk "Permisi tuan, saya kesini untuk megantar kopi." kebetulan sekali di sana ada Jonathan,Reno sedang menghadap ke belakang. Tapi Reno tau kalau itu Monic, dia sangat hafal dengan suara itu. dia tidak menoleh. Reno tetap menghadap belakang. Reno ingin tau apa yang akan Monic bicarakan. Jika dia menoleh sudah bisa di pastika Monic akan segera kelaur dari ruangannya.


"taruh saja di meja." Jo yang menjawab karna dia tau kalau Reno memang sengaja untuk tidak memperlihatkan wajahnya.


"Baik tuan, maaf tuan saya mau minta maaf atas apa yang terjadi kepada tuan, yang di sebabkan teman saya tuan. Tolong teman saya jangan di pecat ya tuan." Mohon Monic, hanya ini yang bisa iya lakukan untuk sang teman.


Jo mengulum senyumnya, sepertinya dia punya mainan baru untuk menghilangkan kesalnya. "emang anda bisa memberi apa pada saya??" tantang Jo.


"maaf tuan saya tak punya apa apa tuan. Bahkan saya tidak punya uang untuk mengganti rugi."

__ADS_1


"ck.... Ada syaratnya. Tidak akan gratis. Syaratnya anda harus menuruti apapun titah CEO kita." tunjuk Jo pada Reno. Monic pun melihat kemana arah telunjuk Jo. Dan dia paham sekarang."dan sekarang kamu harus meminta maaf padanya, karna dia CEO di sini.


__ADS_2