
Setelah sampai di rumah sakit Monic segera turun dari Mobil Reno tanpa menunggu sang pengemudi. Dia terus berjalan cepat menuju ke ICU.
"Fi... bagaimana Raka Fi," Monic menghampiri Sofia dengan paniknya. Sofia yang melihat Monic segera memeluknya.
"Raka sudah melewati masa kritisnya Mon, Raka akan segera sembuh Tenanglah." Sofia mengelus bahu Monic, Monic yang mendengar itu langsung menghembuskan nafasnya lega, Meski tidak sepenuhnya tenang setidaknya sang anak telah melewati masa kritisnya.
Reno yang baru datang langsung menghampiri Jonathan yang sedang duduk tidak jauh dari ruang tunggu.
"Bagaimana." Reno langsung the do point tanpa menanyakan kabar sang sahabat terlebih dahulu.
"Apanya."
"Ck, kau ini, ya jelas putraku lah." Sewot Reno.
"Sudah lewat masa kritisnya. Ngapain kamu lama sekali kesininya, jangan aneh aneh dalam keadaan begini"
"Heh ogeb gue bahkan lebih sadar dari lo
À" Reno berdiri dan berjalan ke arah Monic. Reno memberi isyarat pada Sofia untuk pergi. Sofia yang paham langsung menunduk hormat dan berlalu dari sana. Lebih tepatnya duduk di dekat Jonathan.
"Tuan saya duduk sini ya."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Jonathan, Sofia langsung duduk."heh mata empat, jauh jauh kamu dari saya."
"Diam lah tuan. Nanti mulutmu saya latban, disini anda bukan atasan saya. saya sedang lelah, jangan mengajak berdebat." Sofia langsung menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tunggu dan menutup matanya. Karena memang ini sudah sangat malam.
"Dasar mata empat." Gumamnya.
"Kamu istirahatlah, biar aku yang menjaga Raka, kamu sudah sangat lelah." Reno mengelus punggung Monic dan membawa bersandar ke bahunya.
Setiap kali Reno mengajak Monic bicara, Monic tidak menjawab dia hanya melihat, tapi Reno memaklumi atas sikap Monic padanya semua karena salahnya.
Tidak lama Monic tertidur di bahu Reno, Reno yang merasakan itu segera memperbaiki posisi Monic.
"Dok besok saya akan memindahkan putra saya ke DM Hospital, apakah bisa?"
"Tentu tuan, disana akan lebih cepat sembuhnya karena itu rumah sakit terbaik di kota ini." Jelas sang dokter. "Kalau begitu saya permisi" dokterpun berlalu dari sana.
Seorang suster sedang mendorong brankar untuk memindahkan Raka, Reno mengekor di belakang setelah membangunkan Monic.
Setelah mereka sampai di ruang rawat susterpun berlalu dari sana. Sofia, Jo masih berada di sana.
"Fi sebaiknya kamu pulang saja tidak papa, besok kesini lagi."
__ADS_1
"Tapi Mon. Kamu nanti sendirian di sini, tidak aku di sini saja sama kamu, mana mungkin aku ninggalin kamu sendirian"
"Pulanglah, Monic sama saya di sini, saya yang akan menjaga Monic dan putra saya." Belum sempat Sofia menjawab tangannya sudah di tarik keluar sama Jo.
"Hey apa apaan anda tuan, saya belum bicara sama teman saya" sewot Sofia.
"Belum selesai bicara dodol bukan belum bicara,apa kamu tidak bisa bedakan kalimat, sejak tadi kamu sudah bicara." Jo menonyor kening Sofia, Sofia yang di tonyorpun langsung menepis tangan Jo dari keningnya.
"Iya itu maksud saya, kan sama saja." Sofi berjalan menjauh dari Jo dan berjalan kelaur dari RS itu.
Reno
"Antarkan teman Monic pulang ke kostnya, jangan biarkan pulang sendiri, ini sudah malam, dan besok Raka gue pindah ke DM hospital."
Belum sempat Jo menjawab tlfonpun sudah mati dan itu sukses membuat Jo melongo dengan kelakuan Raka, "dasar ogeb.!" Jo langsung memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celananya.
Jo pun segera berlari mencari si mata empat, "kemana si mata empat, cepat sakali hilangnya" Jo celingak celinguk mencari Sofia, tidak lama Jo melihat Sofia yang sedang duduk memainkan Ponselnya. Jo pun menghampiri. "Heh mata empat. ayo aku antar pulang."
Sofia mendongak dan melihat Jonathan di depannya, "tidak terima kasih tuan. Pasti tidak gratis, anda mana pernah iklas menolong orang." sewot Sofia
"Hey untuk kali ini gratis, asal mau masakin aku di apertemen besok pagi"
__ADS_1