KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS- 86


__ADS_3

Reno yang melihat itu begitu terpesona. "kamu dari dulu selalu cantik sayang." bisik Reno. Monic yang dapat pujian dari sang suami langsung salah tingkah.


sedangkan Fatih sedari tadi melihat ke atas, menunggu Keyla keluar dari kamarnya. Tapi tidak kunjung keluar. "kemana dia. Kenapa tidak keluar keluar dari tadi."


"kak, mana Key sama Raka dan mamah papah.?" Monic melihat kesana kemari mencari keluarga yang kain.


"mamah sama papah tidak ikut sayang. Ada pertemuan penting. Sedangkan Raka lagi siap siap sama bibik. Kalau Key coba kamu panggil."


Monic berjalan menuju kamar Keyla. "Key, apa kamu sudah siap.?" Monic berteriak dari luar kamar Keyla.


"kakak ipar." Monic melongo melihat penampilan Keyla yang hanya menggunakan hot pants sangat pendek sekali.


"hey kenapa kamu belum bersiap, kita akan segera berangkat." Monic mengomeli Keyla yang masih amburadul.


"kak, aku tidak ikut ya, aku lelah, dan sangat mengantuk" Keyla memasang tampang melasnya agar tidak di paksa, bicara sendiri sama kakakmu." Keyla melenggang pergi begitu saja untuk mengatan pada sang kakak untuk tidak ikut.

__ADS_1


"kakak, Key tidak ikut ya." semua mata tertuju pada sumber suara. Dan Fatih yang melihat itu langsung mendelik. Mana mungkin bisa Keyla begitu santai memakai baju seperti itu, didepan banyak pengawal pula. Dan lihatlah sang kakak diam saja melihat adiknya seperti itu.


"kamu harus ikut Key. Ayo di rumah tidak ada orang." Keyla langsung memberengut. Jika kakaknya bilang harus ya harus.


"ya sudah tunggu, aku akan mengambil jaket dulu." keyla berbalik hendak mengambil jaket.


"tunggu dulu, apa maksudmu jaket, ganti bajumu itu. Tidak sopan pakai pakaian seperti itu." Keyla yang mendengar Fatih bicara seperti itu merasa heran. Untuk apa dia melarangnya, pikir Keyla.


"tidak ada urusannya dengan anda kak. Memang anda siapa." Fatih yang mendapat jawaban menohok itu pun langsung terdiam. Iya dia siapa, untuk apa dia marah melihat Keyla begitu terbuka. Tapi tetap saja Fatih tidak suka.


Kini mereka semua sudah berada di resto bintang lima dan sedang makan di room VIP 1. Dengan banyaknya drama yang terjadi sebelum berangkat.


Monic merasa canggung makan di tempat semewah ini, dan ketika melihat makanan yang begitu enak dia jadi teringat sang sahabat. Bagaimanapun juga dulu mereka akan sangat senang jika bisa membeli makanan seenak ini. Itu pun harus merencanakan jauh jauh hari.


"kamu kenapa sayang." Monic menoleh dan tersenyum pada Reno

__ADS_1


Monic membalas pegangan tangan sang suami. "tidak kak, aku hanya teringat Sofia." Reno mengecup kening sang istri dan mengelus pipinya.


"kapan kapan kita ke sana sayang." Monic yang mendengar itu langsung menghambur ke pelukan sang suami. "terima kasih kak."


"ehemm. Jadi tidak kita makannya." Keyla menggoda sang kakak yang bermesraan dengan sang kakak ipar. Keyla berharap semoga pernikahan mereka langgeng.


"tentu, ayo kita makan." Monic malu sendiri di goda sang adik, dia lupa kalau sedang bersama keluarganya.


"Fatih, ini kado dariku dan kakakmu." Fatih menerima kotak kecil itu dan membukanya.


Fatih langsung mendelik melihat kunci Mobil mewah itu. "kak, ini terlalu berlebihan. Tidak perlu kak."


"jangan menolak. Atau kami akan marah." Fatih langsung melihat sang kakak dan kakak iparnya bergantian.


"kak," Monic yang mengerti ketidak enakkan sang adikpun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2