KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-70


__ADS_3

"Untuk apa kamu mengajakku kemari. Kalau cuman mau ngopi kenapa gak di kantor saja." Grutu Reno ketika menyadari Jo hanya mengajak ke cafenya yang belum buka.


"Dia belum siap menikah denganku. Sedangkan orang tuaku mendesakku untuk menikah." Jo bercerita sambil mengeluarkan minuman beralkohol. "Hanya ada waktu 1tahun Ren."


"Kenapa tidak menikah dengan perempuan yang kamu ceritkan waktu itu"


"Mana mungkin, aku bahkan tidak tertarik sama sekali dengannya, yang benar saja."


"Yakin... bahkan kamu sering menceritakan tentangnya tanpa sadar." Ejek Reno. Reno tau Jo sudah mencintai gadis rahasianya itu. Hanya saja Jo gengsi untuk mengakuinya.


Jo tidak menghiraukan perkataan Reno. Jo tetap saja diam sambil menikmati minumanya dengan pikiran entah kemana.


Dreztt. Reno merogoh kantongnya ketika mendengar ada pesan di ponselnya. Ketika di lihat ternyata pesan dari cintanya.


"Kak nanti Monic mau keluar sama Sofia ya, mau ke mall sama Fatih juga. Sekalin beli kado buat kak nita."

__ADS_1


"kakak antar ya sayang?" Reno segera membalas pesan dari sang pujaan, siapa tau Monic ingin di antar olehnya. Ceilah berharap


"Tidak perlu kak, Monic tidak mau kalau Fatih dan Sofia merasa canggung kalau ada kakak."


Lemas sudah Reno membaca balasan Monic. "Tapi ya sudahlah. Toh besok juga akan ketemu." Gumam Reno.


"Baiklah, hati hati sayang. Jangan terlalu malam ya." Akhirnya Reno mengalah.


"Jo aku pulang dulu. Kalau kamu masih mau di sini terserah." Reno akhirnya memilih pulang ke Mansionnya dari pada nemanin Jo yang gak jelas maunya.


"Hallo jagoan ayah." Reno berjalan menghampiri keluarganya yang sedang berada di ruang tengah.


"Ayah,"Raka berlari dan melompat kepangkuan sang ayah yang baru saja duduk di sebelah Keyla.


Reno memberi usapan di kepala Raka sambil mendekapnya. "Sebuah kebahagian yang tidak pernah aku tau sebelumnya." Batin Reno.

__ADS_1


"Tadi main apa saja di timezone jagoan ayah ini?" Reno bertanya sambil mengacak acak rambut Raka yang lebat dan hitam itu seperti rambut dirinya.


"Banyak sekali ayah. Raka main semuanya. Dan apa ayah tau, tadi Raka beli hadiah buat Oma, tapi uangnya pinjam dulu sama Opa." Cerocos Raka tanpa jeda. Sedangkan Reno yang mendengar hanya terkekeh. Mendengar kepolosan sang anak.


"Baiklah baiklah. Sekarang mandi ya sama bibik." Raka mengangguk dan berlalu dari sana bersama bibik yang kerja di sana.


"Kenapa kamu sudah pulang Ren. Ini baru setengah empat. Biasanya kan kamu kalau pulang jam 5." Kini giliran sang mamah yang bertanya, karena tidak biasanya Reno pulang jam segini.


"Setelah makan siang Reno tidak ke kantor mah. Reno ke Cafe kita sama Jo." Reno memang tidak pernah berbohong terhadap sang mamah. KecualiĀ  masalalunya sama Monic dulu memang sengaja di rahasiakan.


"kak kapan Key kerja di kantor kakak, masak setiap hari di rumah. Bosan kak." sela Keyla, karena sudah lama Key hanya diam di rumah Reno tanpa melakukan apapun.


"kamu kenapa kerja dengan kakak. Kenapa tidak kerja di prusahaanmu sendiri. Kan kamu juga ada peusahaan keluarga di Amrik." karena Key juga bukan orang yang tidak memiliki apapun. Bahkan key mau nganggur pun masih bisa belanja sepuasnya.


"mau mendekati Kak Fatih adik kak Monic." bisik Key sambil terkekeh, dan itu sukses membuat lenganya terkena geplakan dari tangan Reno.

__ADS_1


__ADS_2