KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-57


__ADS_3

Belum Reno berbicara kembali wajah tampannya sudah terkena bogeman mentah dari tangan tuan mahendra. Reno tidak membalas meski Reno merasa mampu membalas pukulan dari tuan Mahedra. Reno sadar kalau dirinya salah. Tuan Mahendra terus memberi pukulan kepada Reno untuk meluapkan emosinya. Nyonya Novi yang melihat itu langsung memanggil securiti di rumahnya untuk meleray perkelahian itu, lebih tepatnya menghentikan pukulan sang suami terhadap Reno.


Sedangkan di dalam kamar Cindy, kini wanita itu sedang menangis tersedu sedu sambil mengamuk dengan membanting semua barang yang ada di kamarnya dan terjangkau dengan tangannya. "Tidak. Aku tidak terima semua ini, bagaiamanapun aku harus mendapat Reno. Apapun caranya" tekat Cindy.


Meski pulang dengan keadaan babak bunyak Reno merasa kelegaan di hatinya, karena sudah menyelesaikan masalah dengan keluarga Cindy. Dan Reno berharap semua ini tidak mempengaruhi persahabatan sang mamah dengan tante Novi. Kini Reno berjalan dengan meringis keluar dari mansion Cindy, saat hendak masuk Mobil, Cindy datang memegang tangan Reno dengan derai air matanya.

__ADS_1


Reno yang menyadari itu diam sesaat sambil memandang Cindy. Reno mengelus kepala Cindy dengan kasih sebagai seorang adik.


"Cindy maafkan kakak ya," kali ini Reno berbicara dengan hangat terhadap Cindy, karena memang mereka berdua pernah dekat seperti saudara saat kecil dulu. Cindy yang suka mengekori Raka saat masih kecil, umur mereka yang terpaut 6tahun itu membuat Reno menganggap Cindy hanya sebagai adik, dan perasaan itu sudah dari mereka kanak kanak, itu sebabnya Reno bersikap dingin selama ini karen tidak ingin merubah hubungan Mereka.


Reno menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Reno mengambil tangan Cindy yang berada di lengan Reno.dan menggenggamnya. "Dengarkan kakak baik baik ya, kamu itu tidak mencintai kakak, kamu hanya terobsesi sama kakak, karena kamu merasa kali ini yang kamu inginkan tidak tercapai, cobalah rubah sikap kamu yang ingin selalu memiliki apa yang kamu inginkan mengerti. Kakak yakin di luar akan ada pria yang sangat mencintaimu kelak percayalah." Reno mengelus pundak Cindy untuk memberi pengertian dengan cara yang lembut.

__ADS_1


Cindy yang masih terpaku di halaman mansion megah itu tidak menyadari kedatangan kedua orang tuanya dan memeluknya."Mom, ded." Ujar Cindy sambil memeluk kedua orang tuanya.


"Tenanglah sayang, ini memang yang terbaik nak, mamah melihat tidak ada Cinta di mata Reno untukmu, seandainya kalian akan menikah, mamah yakin kamu akan tersakiti nak, bedamailah dengan keadaan, lepaskan Reno dengan lapang ya" Cindy melihat momy dan Cindy mengangguk, "akan Cindy coba mom."


"Anak dedy yang terbaik," timpal sang dedy sambil mencium kening Cindy. Dan mereka bertiga masuk dengan saling bergandengan tangan.

__ADS_1


Kini Reno sedang berjalan masuk ke DM hospital. Para petugas disana yang melihat Reno langsung menunduk Hormat. Mereka juga bertanya tanya kenapa dengan wajah sang anak pemilik rumah sakit mereka bekerja.  Tidak lama Reno sampai didepan pintu VVIP tempat Raka di rawat. Reno langsung membuka pintu dan orang yang melihat pintu di buka menoleh. Betapa terkejutnya mereka semua melihat wajah Reno yang babak bunyak.


"Apa yang terjadi sayang. Apa ini dari Om Mahendra?" Sang mamah yakin kalau ini perbuatan Mahendra, karena bagaimanapun orang tua manapun tidak akan terima seseorang menyakiti putrinya. Terlebih lagi perniakah yang tinggal menghitung jam tiba tiba di batalkan tentu akan menjadi perbincangan hangat para kalangan pembisnis di seluruh kota itu. Reno hanya mengangguk tanpa menjawab sang mamah, pandangannya lurus melihat Monic yang sedang menunduk tanpa mau melihat Reno, apa lagi dengan keadaan babak belur. Monic takut tidak bisa mengendalikan prasaannya dan terenyuh


__ADS_2