
"Jo!!"
Jo yang mendengar sang tuan memanggil langsung saja berlari untuk menyusul. selama berjalan Jo slalu berfikir keras.
Cindy dan Reno pun tak jadi ke mall, Reno terlihat tak tenang, sepanjang jalan Reno berfikir keras. Apa yang Monic lakukan, apa Monic sudah lama kerja di sana. Tapi setiap Reno ke sana tak pernah melihatnya.
Reno sangat ingin tau jauh lagi tentang Monic, lama tak berjumpa Reno terpana melihat kecantikan Monic. Meski hanya menggunakan lipstik tapi Monic tampak sangat cantik. Dulu Monic tak suka bermekup sekarang pun sama.
Reno bertanya tanya, apa monic sudah berkeluarga, apa dia sekarang sudah bahagia. Terus kenapa dia bekerja jika sudah berkeluarga.
Reno mengira Monic kuliah di tempat lain. Tapi di lihat dari pekerjaannya Reno yakin Monic tak lanjut kuliah.. Semakin besar saja rasa bersalah Reno.
Tak terasa Mobilpun sampai di depan kantor. Ya setelah kejadian tadi, Reno memilih kembali ke kantor. Reno keluar dari mobil berjalan ke arah lif untuk naik ke ruangannya di lantai 8. Di lantai delapan hanya ada 3 ruangan. CEO. Asistent, sekertaris. Dan 1 kamar lagi buat istirahat sang CEO.
__ADS_1
Reno sampai di kursi kebesarannya, dan langsung memanggil Jo untuk ke ruangannya.
"Jo cari tahu tentang OB tadi!" tanpa basa basi Reno langsung menyampaikan keinginannya pada Jonathan. Bahkan Jo sendiri belum sempat duduk.
Jo hanya mengernyit kan dahinya. Reno yang melihat itu sudah tau maksud Jonathan.
"OB yang trakhir datang meminta maaf untuk temannya" lanjut Reno, karna Reno tahu Jo masih bingung atas keinginannya.
"Siapa dia Ren?" tanya Jo. Karna Jo heran kenapa tiba tiba sang sahabat menyuruhnya untuk mencari tahu tentang OB tadi.
Selama Jo mencari tahu tentang Monic dulu, Jo tak pernah liat fotonya. Dia hanya melihat datanya saja. Fotonya langsung ke anak buahnya. jadi Jo tak paham ketika tadi bertemu Monic.
"Dia yang kucari selama ini di~~~"
__ADS_1
"Whatttt" Reno belum slesai menjelaskan, Jo sudah memotong perkataannya. "apa benar yang kau katakan itu?" sulit di percaya. Orang di cari selama ini berada di prusahan cabang milik keluarganya sendiri. "terus apa yang akan kau lakukan."
"Tentu saja mencari tau tentang detailnya! Itu saja kamu masih bertanya. Dasar bodoh" umpat Reno dengan suara kerasnya. Reno tak habis pikir, begitu saja harus bertanya.
"maksud gue tuh, untuk apa lao mau cari datanya. Orang loe sendiri akan segera menikah dengan Cindy" Jo ingin sekali menggetok kepala sahabatnya itu. Suka sekali mengatainya bodoh. Dia bahkan lebih bodoh.
"kalau bukan status bos sekarang, sudah ku tenggelamkan ke lautan kau bro, dasar gak ada sopan soapanya." Umpat Jo dalam hati.
Reno yang mendengar pun hanya terpekur. bagaimana bisa di saat dia mau menikah Monic kembali. Sungguh dia tak tau harus berbuat apa.
Reno kini tiba di waktunya untuk pulang. Ke kantor bukannya bisa menenangkan diri, Reno malah terbayang Monic terus. Reno berjalan ke luar kantor. Dan memasuki mobil untuk pulang. Mobil berjalan perlahan dan berbaur dengan mobil lainnya.
"besok aku harus minta data Monic ke pak heru. Aku harus bisa memindahkan monic ke prusahan pusat bagaimanapun caranya" tekat Reno, harus bisa.
__ADS_1