
"Dada Oma,Opa." Raka melamabaikan tangannya dan di balas lambayan tangan dari tuan Darmawan dan ibu lidya.
"Apa mungkin itu anak Reno." Batin tuan Darmawan
Raka berjalan keluar dengan berlari, dan sambil bernyanyi. Dia sangat bahagia, pergi jalan jalan, di belikan mainan banyak dan di kasih makanan enak enak sama Oma, Opa barunya.
Bruckkk
"Auwww mamah..." Raka menabrak seseorang dan terjatuh. Badannya yang kecil langsung limbung ketika menabrak tubuh kekar di depannya.
"Siapa anak ini, kenapa bisa ada di mansion," gumam Reno.
"Hey are you okey boy?? Sama siapa kamu di sini anak tampan?" Reno mengelus kepala Raka dan langsung mengangkat dalam gendonganya. Deg... "prasaan apa ini, kenapa Rasanya aneh sekali" batin Reno. Raka langsung terdiam dalam gendongan Reno. Dan Reno mengajak masuk Raka. Baru satu langkah, Raka sudah di rebut oleh Monic. Dan kini berpindah tangan di tangan Monic.
__ADS_1
"Apa yang anda lakukan tuan, kenapa anda menggendong putra saya!" Ujar Monic dengan sengit, "Kamu gak papa sayang. Mana yang sakit, kenapa menangis? Apa om ini menyakitimu?"
"Hey jangan sembarangan kalau ngomong Anak ini tadi menabrakku dan terjatuh Dan ada apa kamu di mansionku?" Tanya Reno
Deg... "apa tadi mansionnya, berarti Reno anaknya tante lidya dan om Rey, oh tuhan, malu sekali aku" batin Monic.
Reno menjentikkan jarinya di depan Monic, "malah ngalamun, ada apa kamu di sini?" Ulang Reno.
"Mamah Ren yang mengajak mereka kemari, Tadi kebetulan ketemu di mall dan mamah mengajak main kesini." Jawab sang mamah yang berjalan kearah mereka setelah mendengar tangis Raka.
"lebih dari kenal mah" jawab Reno sambil menatap Monic, Monic yang ditatap langsung membuang muka ke arah lain.
"Cucu oma tidak papa? Mana yang sakit anak tampan??" Oma Lidya langsung mengambil Raka dari gendongan Monic dan mendudukannya di kursi dekat taman mansionnya.
__ADS_1
"Raka tidak papa Oma." Reno sedari tadi memandangi Raka dengan tatapan entah. Dia merasa ada sesuatu di hatinya ketika menggendong Raka tadi, Sofia hanya diam membisu melihat semua yang ada di depannya.
"Sepertinya Monic dan tuan Reno ada sesuatu" batin Sofia, aku harus tanya nanti sama Monic.
"Kamu harus ikut aku sebentar," Reno langsung menarik tangan Monic dan membawa pergi dari sana Belum jauh melangkah Reno menghentikan langkahnya dan berbalik, "Mah titip Raka sebentar, Dan kamu" tunjuk Reno pada Sofia. "Bersama mamahku dulu, Aku ada perlu dengan temanmu ini" tuan Darmawan yang melihat itu hanya mengernyit alisnya. tanpa menunggu jawaban, Reno kembali menarik Monic masuk dan mengajak ke dalam kamarnya. Lalu mengunci kamar itu dan memasukkan kuncinya di saku celananya.
Reno memandangi Monic dengan intens dan berjalan mendekat ke arah Monic, Monic yang melihat itu berjalan mundur hingga tubuhnya terjerambak ke atas kasur king size milik Reno. Reno berdiri di dekat kaki Monic sambil menatap Monic.
"Bisa jelaskan siapa Raka," tanya Reno dengan suara pelannya, Monic masih diam mematung mendengar pertanyaan Reno. "Mon!" Reno kembali memanggil nama Monic. Kali ini dengan suara yang cukup tegas. Monic masih tak bergeming, monic masih bungkam. Dan tidak ada niatan untuk menjawab. "Monic maheswari! Cepat jelasankan anak siapa Raka." Bentak Reno.
"Bukan urusanmu! dan jangan lagi mau tau tentang kehidupanku" Tunjuk Monic pada Reno, Monic berdiri dari kasur Reno Dan Reno yang melihat itu langsung menarik monic hingga mereka berdua terjerambak kekasur empuk Reno. "Kamu yakin tidak akan menjelaskannya?? Atau aku harus cari tahu sendiri? Bahkan wajahnya sangat mirip denganku, Apa itu anak kita??"
"Tutup mulutmu itu!!, Raka bukan anakmu, dia anakku, anakku!" Teriak Monic. Dengan nafas yang terengah engah.
__ADS_1
"Aku tau dia anakmu, yang aku tanyakan siapa ayah dari Raka?? Tolong jelaskan padaku Mon, jangan seperti ini." Reno menggeram frustasi.