
"Saya tidak peduli anda bertemu seseorang. Bagiku pekerjaan harus menjadi prioritas.!" Reno mengepal tangannya kuat ketika mengatakan itu. Ada nada tidak suka dalam bicaranya. "Siapa yang bertemu Monic, apa itu pria. Atau jangan jangan dia Romi. Seharusnya aku tidak menyuruhnya keluar tadi achhh" batin Reno.
"Maafkan saya tuan. Saya permisi"
"Siapa yang menyuruhmu pergi?"
"Apa ada yang anda butuhkan lagi tuan.?"
"Ini yang 2 untukmu dan temanmu, anggap saja imbalan karena sudah membelikan makan untukku dan Keyla"
Monic hanya melongo melihat makanan itu untuknya, tapi Monic langsung mengambilnya. "Terima kasih tuan." Monic segera berlalu dari sana setelah membungkuk hormat.
Sepanjang jalan Monic berfikir bagaimana caranya bicara sama Reno. Monic sangat terganggu dengan sikap dingin Reno terhadapnya.
__ADS_1
"Apa ini,??" Sofia langsung merebut paper bag dari tangan Monic dan melihat isinya. "Waww steak daging, apa ini untukku yang 1 Mon?"
"Untukmu semua gak papa." Sofia melihat Monic murung dan Sofia menyenggol Monic sambil mengangkat kedua alisnya tanda bertanya.
"Fi bagaimana caranya bicara dengan Reno, aku sangat sakit melihat sikap Reno sekarang, dia sangat dingin Fi, bahkan dia seolah tidak menganggapku lagi."
"Salah sendiri, waktu ada kesempatan kamu tidak mau," Sofia bukannya iba malah menyalahkan Monic , Monic yang mendengar itu langsung cemberut.
"Sudah ayo makan. Mumpung jam istirahat ini. Nanti kamu gak makan makan." Sofia yang jarang makan steak daging sangat senang mendapatkan menu seenak itu gratis pula.
Monic berdiri di depan ruangan Reno dengan keringat yang mulai keluar dari keningnya, antara takut dan gugup. Monic ragu ingin mengetuk pintu Reno. Baru juga mengangkat tangan ingin ketuk pintu Jonathan keluar dari ruangan Reno.
"Ada apa ?"
__ADS_1
"Ah tidak, apa tuan Reno ada di dalam.?"
Jo melirik kedalam dan terlihat Reno tidak menyadari kehadiran Monic, Jo mengulum senyumnya, "ada. masuk saja." Jonathan keluar setelah mempersilahkan Monic masuk. Jo segera berlalu dari sana seperti tergesa gesa. Monic yang melihat itu merasa aneh. Tapi ya sudahlah. Monic kembali ke tujuan awal untuk masuk. "Perm--ah maaf sepertinya saya mengganggu." Monic segera berlalu dari sana dengan setengah berlari.
REno yang melihat Monic, sangat terkejut. Reno melihat dirinya dengan keyla yang begitu dekat. "Sittt, pasti dia salah faham, Key kamu pulang sendiri aku mau menemui Monic dulu." Reno segera berlalu dari sana untuk menyusul Monic.
"Hey kak, aku pulang sama siapa, dasar kakak tidak punya ahlak." Akhirnya Keyla pulang sendiri sambil mengumpat sang kakak
Kini Monic terus berjalan dan tidak lama dia sampai di lobi kantor. "Kak sudah lama menunggu?"
"Tidak, baru juga sampai. Mana Sofia?"
"Udah pulang kak, ayo kita jemput Sofia dulu, nanti setelah itu kita ke kak anita." Monic segera masuk ke Mobil Romi dan mereka berlalu dari sana
__ADS_1
Sepanjang jalan Monic hanya ngalamun, Romi yang menyadari perubahan raut wajah Monic paham, kalau Monic tidak baik baik saja saat ini.
"Kalau ada yang ingin kamu bagi dengan kakak, ceritakanlah, kakak siap mendengarkan. Monic tersadar dari lamunanya dan menoleh melihat Romi.