
Tok tok tok.
"Ya sebentar."
Ceklek. "Oh astaga dia lagi." Fatih menggeram frustasi ketika melihat Keyla sudah berada di depan apartemennya.
Ya fatih kini tinggal di sebuah apartemen seminggu yang lalu, karena kerja kerasnya fatih kini di angkat menjadi manajer produksi. Bukan karena adik istri pemilik prusahaan, melainkan karena kerja kerasnya sendiri.
"Kak kita berangkat bersama yuk." Tiba tiba Keyla nyelonong masuk tanpa permisi pada sang pemilik apartement.
"Hey siapa yang menyuruhmu masuk. Keluar.!" Fatih menarik tangan Keyla agar keluar dari apartementnya.
"Tunggu kak jangan pegang pegang, nanti saja kalau sudah halal ya." Key menarik turunkan alisnya di depan Fatih dengan senyum mautnya.
__ADS_1
Sedangkan Fatih bukannya tergoda malah menggeleng melihat tingkah absurd Keyla. "jagalah sikapmu Nona, apa kamu tidak malu bertingkah seperti ini.? Keluar masuk tempat seorang pria."
"Untuk apa malu, aku tidak ada niatan jahat kok. Lagian kak Fatih gak mungkin kan macam macam sama Key." Keyl berlenggang pergi begitu saja untuk menuju tempat makan. "Kak aku numpang sarapan ya, belum sarapan ini."
Keyla duduk begitu saja tanpa menunggu ijin dari sang pemilik apartement dan memakan makanan yang ada di meja makan sedang itu.
"Hey itu makananku, kenapa kamu tidak makan di rumahmu saja, tidak mungkin kan kamu tidak di kasih makan."
"Siapa bilang aku tidak di kasih makan. Aku memang sengaja ingin makan sama kak Fatih di sini." Keyla terus makan tanpa memperdulikan Fatih yang sedang kesal.
Meraka turun dari mobil dan berjalan bergandengan tangan sambil melempar senyum satu sama lain. Sedangkan tidak jauh dari sana ada sepasang mata yang melihat dengan penuh permusuhan, bahkan orang itu menusuk nusuk steak yang ada di depannya dengan penuh amarah, seakan akan steak itu adalah Monic.
"Ah rasanya kenyang sekali kak, prengnya enak. Besok lagi ya kak." Keyla kini sudah berada di dalam mobilnya untuk menuju kantor sang kakak.
__ADS_1
"Kamu jangan lagi ke apartemenku, sudah 4hari berturut turut kamu ke apartemenku. Besok dan seterusnya tidak lagi." Fatih terus mengomel sepanjang jalan. Tanpa mau menatap Keyla. Dia slalu kesal jika sudah berhubungan dengan seorang Keyla yang slalu mengganggunya.
"jangan seperti itu. Kalau kamu merindukan aku bagaimana..? Rindu itu berat lho kak, bisa bikin kakak kurus. "
Fatih yang mendengar itu hanya tertawa dengan keras. Dia merasa Keyla sangat konyol, bagaimana mungkin dia akan rindu, kalau cinta saja tidak ada, pikir Fatih. "kamu ngelindur apa gimana. Mana mungkin aku merindukanmu."
"ah terserah kamu saja kak. jangan nyesel nanti kalau aku udah gak mau sama kakak." Namanya saja Keyla yang memiliki tingkat ke PDan yang tinggi dan tidak menerima penolakan.
"ya ya ya, terserah kamu saja. Aku capek ngomong sama kamu." akhirnya hening tidak ada lagi pembicaraan di antara keduanya.
"mamah." Rak sangat bahagia melihat kedatangan sang mamah. Sedangkan mamah Lidya yang melihat anak dan menantunya pulang tersenyum.
"maaf ya Ren. Gara gar telfon dari mamah kalian harus segera pulang. Kan kalian tau sendiri Bagaimana Raka.".
__ADS_1
"tidak masalah mah. Lagian kita juga berniat untuk pulang." Monic menimpali sang mamah mertua. Monic hanya tidak ingin sang mamah mertua merasa bersalah hanya gara gara hal seperti ini.