
Monic segera berjalan dengan cepat keruangan dokter yang menangani anaknya.
Tok...tok...tok... "permisi dok"
"masuk."
Monic segera masuk keruangan sang dokter. Dok saya bisa mendonorkan darah ke anak saya dok. Darah saya pasti cocok dok. Karena saya ibunya.
"bisa di cek dulu bu, temui suster dan cek darah dulu bu. Kalau memang cocok kita akan melakukan pendonoran darah. Bisa di hunungi juga kelaurga yang cocok darahnya dengan putra ibu.
"golongan darahnya apa ya dok. Selama ini kami tidak pernah cek darah. jadi tidak tahu golongan darahnya apa."
"O rhesus negatif. Dan hanya bisa menerima donor darah dari O rhesus negatif juga." Terang dokter
"apa di rumah sakit ini tidak ada dok."
"maaf bu Itu darah langka, jadi rumah sakit tidak menyediakannya. Karena jarang ada yang punya darah O rhesus negatif."
Tidak lama hasil Tes Monic keluar, dah hasilnya nihil. Semua keluarganya pun juga sama tidak punya golongan darah yang sama dengan Raka, Monic sangan frustasi, harus mencari di mana dia darah yang sama dengan Raka.
__ADS_1
" ya tuhan berika petunjukmu" gumam Monic.
"Fi bagaimana biyaya pengobatan Raka, Habis berapa Fi," Sofia yang di tanya mengelus pundak Monic, Bagaimana bisa wanita yang biasanya tampil bersih kini benar benar menyedihkan.
"sudah jangan di pikirkan, biyayanya tadi di bayar sama tuan Jonathan, kita hanya tinggal membayar hutang nanti sama tuan Jonathan."
Monic mengangguk. "Fi siapa teman atau saudara jauhmu yang punya darah O rhesus negatif?? Raka butuh donor darah dengan cepat Fi.
"Kamu tau sendiri Mon aku tidak punya keluarga. Teman pun hanya kamu."
Monic semakin terisak mendengar penjelasan dari Sofia. "bagaimana ini tuhan" gumam Monic
"Bagaimana keadaan anakmu?"
"Tuan Jo, tolong tuan bantu saya mencari pendonor darah O rhesus negatif," Pinta Monic sambil mengatupkan tangannya di depan dada, "saya tidak tau tuan harus mencari kemana, karena saya tidak punya saudara atau teman disini."
Jonathan yang melihat itu merasa iba, "Ada teman saya yang golongan darahnya sama. Tapi saya gak tau dia mau atau tidak mendonorkan darahnya kar-"
"Dimana tuan teman tuan itu, Biar saya yang memohon padanya. Apapun akan saya lakukan untuk Raka tuan, kumohon."
__ADS_1
"Dia bos di prusahaan tempat kalian bekerja."
Deg
"Reno, kenapa aku bisa melupakannya, yang jelas jelas ayah dari Raka, pasti darahnya sama, tapi apa mau dia mendonorkan darahnya untuk Raka, setelah aku menghinanya dan memintanya untuk menjauh" batin Monic.
"Tuan Reno??" Ujar Sofia, Jo hanya mengangguk. "Ah kenapa harus tuan Reno yang menyeramkan itu, Kenapa tidak yang lain saja." Gumam Sofia lagi, "dia sama asistennya sama saja, mengerikan." Celetuk Sofia. Dan itu sukses membuat Jonathan mendelik tajam, Seketika nyali Sofia menciut.
"Saya akan menemui tuan Reno," sela Monic. "Apapun caranya aku harus bisa membawa Reno ke RS, demi raka," Batin Monic
Monic kini sudah berada di depan Mansion megah milik sang mantan kekasih sekaligus Bos di prusahaannya bekerja.
Monic segera menekan bell dan tak lama keluar penjaga di sana, dan segera menghampiri Monic.
"Ingin bertemu siapa Nona malam malam begini."
"saya ingin bertemu tuan Reno pak, apa tuan Reno di tempat."
Penjaga melihat penampilan Monic dari atas sampai bawah dengan pandangan bingung. "Siapa Nona ini kenapa bajunya penuh dengan darah?" batin penjaga rumah Reno.
__ADS_1
"apa anda sudah membuat janji Nona?"
"Tolong sampaikan saja kepada tuan Reno, Monic ingin bertemu, gitu pak"