KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-92


__ADS_3

"sayang..." Reno duduk di sebelah Monic yang kini berbaring dengan segala alat yang melekat di seluruh tubuhnya. "bangunlah sayang. Jangan seperti ini, atau aku akan marah." bahu Reno bergetar tanda menangis. Reno mengelus perut Monic yang masih rata.


"apa kamu tahu sayang. Anak kita kuat sekali di dalam sini. bahkan anak kita kini ikut berjuang dengan mamahnya. Ayo sayang bangun, mari kita hidup bahagia dengan keluarga kecil kita." mamah dan papah Reno yang melihat sang anak dari luar merasa hancur. baru beberapa bulan bahagia kenapa kini sang anak terluka lagi.


"pah, anak kita. Kasian Reno pah." sang papah mengelus bahu sang istri yang seseguk,an dar tadi. Beliau tidak bisah bicara apa apa karena ini semua takdir. tuan Darmawan juga hancur melihat ini. dia hanya bisa mendoakan sang menantu agar segera melewati masa kritisnya.


Sedangkan di ruangan lain, sang supir kini dalam keadaan koma. Keluarga sang supirpun tidak kalah hancur melihat keadaan pak danang.


"bagas cari tahu siapa dalang di balik semua kecelakaan nyonya Muda. Segera, atau kamu habis sama Reno. Kamu tahu sendiri kalau dia marah seperti apa." Jonathan menyerahkan bukti cctv di tempat kejadian kepada Bagas.


"24 jam aku kirim hasilnya."


"good." ini yang Jo suka dari Bagas.Jonathan sangat puas dengan cara kerja bagas. "jangan sampai lewat." Jonathan langsung berlalu dari sana untuk kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


"bagaimana keadaan pan danang." tuan Darmawan bertanya sambil mengelus punggung sang istri yang masih terlihat bersedih.


"masih sama om. Bagaimana kak Monic om." tuan Darmawan hanya menggeleng tanda masih sama.


"nak bagaimana bisa kakakmu kecelakaan." Fatih yang melihat ibu bapaknya sudah berada di rumah sakit langsung menghampiri dan memeluk mereka. Ibu Fatih terlihat kancur melihat putri kesayangannya berbaring tidak berdaya.


"masih kritis bu. Dan saat ini kak Monic dalam keadaan hamil."


"ya allah kasian kakakmu nak." ibu Monic pun terduduk tidak berdaya di lantai.


bu Mirna yang melihat Reno keluar dari ruangan icu langsung menghampiri sang menantu. "bagaimana nak keadaan Monic"


Reno meggeleng. "istriku kritis bu. Ini semua salahku. Andai saja aku tidak menyuruhnya periksa. Pasti Monic masih baik baik saja di rumah."

__ADS_1


"sudahlah nak, jangan menyalahkan diri sendiri. Kita doakan sama sama, semoga Monic segera melewati masa kritisnya."


"om tante, sebaiknya pulang saja. Biar saya sama kak Reno yang menjaga Kak Monic. Ibu bapak juga. Istirahatlah di apartemen Fatih"


" Tidak nak, ibu masih mau di sini."


"istirahat dulu bu. Nanti kesini lagi. Ibu habis perjalanan jauh. Pasti lelah." sang ibu melihat suaminya. Setelah melihat suaminya mengangguk akhirnya ibu pun mau keapartemen Fatih.


"bik pada kemana orang rumah.mana dady dan mami.?"


"di rumah sakit Non. Nyonya muda kecelakaan."


Keyla langsung menghentikan langkahnya yang hendak menaiki tangga. "apa kata bibik tadi. Apa aku salah dengar." keyla berjalan mendekati sang bibik yang masih berdiri di dekat tangga.

__ADS_1


"tidak Nona. Nona tidak salah dengah. Nyonya muda kecelakaan dan sekarang berada di DM hospital."


Keyla langsung merogoh tasnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi sang kakak. "ah kemana kakak. Dan kenapa tidak memberi tahuku." keyla terus menghubungi sang kakak


__ADS_2