
"Aku tau dia anakmu, yang aku tanyakan siapa ayah dari Raka?? Tolong jelaskan padaku Mon, jangan seperti ini." Reno menggeram frustasi.
"Dia anakku dengan mantan suamiku, puas! Sekarang menyingkir lah dari tubuhku. Aku ingin pulang." Monic meronta di dekapan Reno. "Lepaskan Ren!!"
"Aku tau kamu hanya menikah denga Romi rahardian cuman enam bulan. Dan aku sangat yakin dia bukan anak Romi. Karena hubungan kalian hanya sebatas kakak adek, bukan begitu."
Deg... "kenapa Reno bisa tau" batin Monic.
"Jangan sok tau kamu, kamu tidak tau apa apa tentang hidupku."
"Aku tau segalnya tentangmu, sekecil apapun itu."
"Wah berarti kamu tau bukan kalau aku hanya, ******, wanita murahan, Atau bahkan piala ber~"
__ADS_1
Belum selesai Monic bicara bibirnya sudah di cium dengan kasar oleh Reno. Reno langsung ********** dengan kasar. Bahkan Reno tidak membiarkan Monic bernafas. Setelah lama ******* bibir Monic akhirnya Reno menyudahi ciuman panas Reno. Reno menyatukan keningnya dengan Monic. "Kumohon jangan katakan itu lagi, aku minta maaf, maafkan aku. Ku mohon..." Reno menyatukan dahinya dengan dahi Monic.
"Satu minggu lagi aku akan menikah. Jika kamu ingin bersama denganku dan anak kita, aku akan membatalkan pernikahan ini. Mari memulai semuanya denganku."
"Kamu pikir aku gila. Aku tidak ingin bersamamu lagi, dan satu hal lagi, Raka bukan anakmu, dia anakku dan mantan suamiku. Jika kamu ingin menikah. Menikahlah, itu bukan urusanku. Menyingkirlah." Setelah Reno menyingkir Monic segera berdir dan berlalu dari kamar Reno.
"Jika Raka anakku, maka aku akan mengambil hak asuhnya,ingat itu." Monic langsung terhenti setelah mendengar kata kata Reno.
"Kita lihat saja nanti."
Monic tidak menjawab dia segera berlalu dari kamar Reno. "Enak saja. Memangnya siapa dia, Raka anakku dan akan terus menjadi anakku" grutu Monic sepanjang jalan menuju halaman mansion besar itu.
"Fi, ayo kita cepat pulang dari sini." Monic segera menggendong Raka yang ada di dekapan tante Lidya. "Kami permisi om, tante" ujar Sofia.
__ADS_1
"hati hati" ujar tuan dan nyonya Darmawan.
Mereka bertiga berlalu dari mansion mewah Reno, Reno hanya memandang mereka dari atas balkon kamarnya.
"Apa yang kamu inginkan Mon, kenapa kamu bener bener tidak ingin bersamaku." Gumam Reno.
•
Lima hari berlalu dari kejadian dimana Monic dan Raka berkunjung ke mansion Reno. Andai saja Monic tau itu mansion Reno, Monic tidak akan kesana. Jujur saja hatinya masih sangat mencintai Reno. Tapi jiwanya sudah sangat kecewa. Harga dirinya terluka.
Monic mengusap airmatanya yang menetes tanpa di sadari. "Hey kamu kenapa?" Ujar siska teman Monic bekerja. "Aku gak papa kok, duluan ya mau nganter kopi keruangan CEO." Kini Monic berjalan ke arah ruangan sang CEO. Tok...tok...tok...
Seperti biasa tanpa menunggu jawaban dari dalam, Monic langsung masuk setelah mengetuk pintu. Ketika membuka pintu betapa terkejutnya Monic melihat pemandangan di depannya. Kopi yang di tangannya langsung ter jatuh. Dan suaranya sukses membuat kedua insan yang sedang berciuman langsung melepas tautan bibirnya. "Maaf saya tidak tau, kalau begitu saya permisi." Monic menunduk hormat dan segera berlalu dari sana. Hatinya begitu sakit melihat pemandangan tadi. Tapi Monic juga tidak bisa menyalakan Reno, ini pilihannya sendiri. Tapi tetap saja sakit.
__ADS_1