
"astaga siapa mereka, kenapa seperti sengaja menabrak mobil ini." Monic terus melihat kebelakang, memastikan mobil itu sengaja atau tidak. Monic tidak merasa punya musuh, kenapa ada yang sengaja ingin mencelakainya.
"kak Reno, iya kak Reno." Monic segera mengambil hp di dalam tasnya dan mencari kontak sang suami, sudah panggilan ke empat tapi tetap saja tidak di angkat oleh sang suami. "kemana ya kak Reno."
"Nona bagaimana ini, mobilnya ada 2 Nona, dan sedang memepet kita," sang supir udah kewalahan, karena Mobil yang mengejar mereka sengaja menabarak Mobil Monic.
"siapa yang harus aku telfon." Monic terus menggulir kontak yang ada di ponselnya untuk mencari seseorang yang bisa di hubungi. "Fatih. ya Fatih."
"Hallo kak, ada ap-"
"dek tolong, sepertinya ada yang ingin mencelakai kakak, ada Mobil yang sedari tadi yang ingin menabrak mobil kakak dari belakang."
"coba kakak tenang, coba lihat No platnya." Monic pun menoleh dan melihat No PLnya. tapi sayang Mobilnya tidak ada plat. "Tidak ada dek."
__ADS_1
"Kakak ada di mana sekarang." Monic melihat sekitar. Dia ada di jalan jalur 1.
"Kakak tenang ya, aku akan segera kesana." Fatih pun bergegas ke ruangan sang kakak ipar. "Apa pak Reno ada di ruangannya" Fatih kini berada di depan ruangan Reno sang kakal ipar.
"Beliau sedang ada di ruang Rapat pak. Ada klien penting dari jepang." Tanpa menjawab Fatih bergegas ke ruangan Rapat.
Bruk bruk bruk "pak awas.!!!." Duarrrrr mobil yang di tumpangi Monic kehilangan kendali, kini mobil itu menabrak pembatas jalan hingga ringsek.
"Terima kasih atas kerjasamanya pak, semoga kerja sama ini membawa kebaikan untuk semuanya."
"Semoga." Ya kini Reno sudah berhasil menjalin kerja sama yang bernilai triliunan. Reno memang terkenal dengan kecerdasannya dan slalu memenangkan tender yang selalu di jalaninya. Tidak ayal jika di usinya yang masih 30 tahun sudah menjadi pengusaha sukses.
"pak, maaf jika saya menganggu, tapi ini sangat penting." Reno yang mendengar suara Fatih langsung menoleh.
__ADS_1
"tidak masalah. ini sudah selesai." Reno menunjuk kursi di dekatnya untuk mempersilahkan Fatih duduk. Fatih yang mengerti hanya menggeleng.
"baik pak Reno. Kalau begitu saya permisi." klien Reno pun berlalu dari sana.
"kak, kak Monic dalam bahaya, baru saja menelfonku dan dia bilang ada yang sengaja menabrak mobilnya."
Reno yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya yang hendak keluar dan menoleh pada Fatih yang ada di belakangnya. "kenapa kamu tidak memberi tahuku dari tadi Fatih.!!!" Reno berteriak dan segera bergegas untuk menelfon sang istri. Ya Reno memang melupakan ponsel di ruagannya, ketika hendak mengambil ponselnya tiba tiba sang klien datang, dan Reno membiarkan saja Ponselnya.
11 panggilan tidak terjawab dari sang istri. Reno segera menelfon balik dan tidak di angkat oleh sang istri. "ah kemana kamu sayang angkatlah, kumohon." Reno terus mondar mandir. "Jo segera lacak istriku dan aku akan ke jalan xxxxxx untuk memastikan istriku."
Jo yang merasa bingung pun tetap melakukan titah sang bos. "ada apa Reno dan istrinýa, apa ada masalah dengan mereka"
Reno keluar dari prusahaannya dengan setengah berlari. "biar aku yang mengemudi kak."
__ADS_1